Kursus Menjahit, Yuk

Entah mengapa semenjak ada Gibran mendadak saya jadi kepingin bisa menjahit. Saya ceritain ke Bapaknya, ya ia manggut-manggut aja. Katanya, “Selama itu positif, apa yang ingin bunda lakukan yaa lakukan aja”.

Dia bertanya,”Kenapa bunda mendadak pingin bisa menjahit?”

“Sederhana sih ayah, bunda pingin buatin Gibran sama ayah dengan tangan bunda sendiri :D”
Dia senyum kecil.
Berbicara soal menjahit ternyata bun kalau kita bisa menjahit ternyata banyak manfaatnya loh, diantaranya:

    1. Menghemat biaya, lumayan kan bun uangnya bisa buat ditabung atau beli lipstick he
    2. Menambah ilmu keterampilan sehingga dapat meningkatkan kepercayaan diriseseorang.
    3. Menambah rasa bangga. Siapa sih yang gak bangga jika kita bisa buatkan baju untuk si kecil juga suami kita, terlebih baju itu di pakai. Wah rasanya seneng sekali yaa.. meskipun tidak sehebat tailor.
    4. Membuat waktu menjadi produktif yaitu memanfaatkan waktu luang
    5. Menghilangkan stress
    6. Meningkatkan kreatifitas
    7. Meningkatkan konsentrasi dan dapat meminimalisir kepikunan
    8. Menambah penghasilan. Ya, ini nilai plusnya siapa tahu ada yang kecantol memakai jasa kita hehe.. wuahh lipstick jadi nambah banyak deh.
foto http://kursusjogja.com

Bunda yang sama sekeinginan dengan saya khususnya di wilayah Rancaekek dan sekitar cicalengka ada beberapa lembaga yang menyediakan jasa menjahit diantarnya:

  1. LPK Poundra jl. alba raya no.16a griya utama rancaekek bandung dekat stasiun rancaekek
  2. LKP Yani 40 Jl. Raya Rancaekek Garut no.492 Pangsor tlp.7796488
  3. Pusat kursus dan bimbel Ananda di jalan Raya Dangdeur Rancaekek Bandung
  4. Lembaga Kursus Nirmala Jl. Cicalengka Bar. No.299 (022) 70453278

 

Continue Reading

Puisi Do’a untuk Putraku – Douglas Mac Arthur & Lir Ilir

Entah kenapa saya suka sekali dengan puisi ini. Semenjak mas Gibran masih dalam janin saya sering mendengarkan puisi ini dalam bentuk versi video yang dibacakan oleh Motivator terkenal Andrie Wongso.

Saat dalam janin bawaan saya pinginnya ingin belajar. Tapi agak malas beres-beres rumah (entah bawaan atau gimana g ngerti, hehe tapi jangan ditiru yaa bun) tapi setelah mau ke trimester akhir gak tahu kenapa jadi rajin (kalau yang ini entah dorongan) soalnya pada masa ini kita harus rajin gerak apalagi ngepel-ngepel lantai, kata teteh saya gitu sih katanya biar cepet lahirannya (kadang sering diomelin wkwkwk :D, tapi diomelin tentu untuk kebaikan saya sendiri).

Selain mendengarkan puisi Doa untuk Putraku, entah kenapa saya pun suka dengan tembang lir ilir yang ditembangkan oleh Emha Ainun Nadjib, hal ini gara-gara suami saya mendengarkan tembang ini sekali, lhah saya jadi ketularan.. :D.

Berikut puisi

Do’a untuk Putraku

Karya Douglas Mac Arthur

Tuhanku…
Bentuklah puteraku menjadi manusia yang cukup kuat untuk mengetahui kelemahannya.
Dan, berani menghadapi dirinya sendiri saat dalam ketakutan.
Manusia yang sabar dan tabah dalam kekalahan.
Tetap jujur dan rendah hati dalam kemenangan.

Bentuklah puteraku menjadi manusia yang berhasrat mewujudkan cita-citanya
dan tidak hanya tenggelam dalam angan-angannya saja.
Seorang Putera yang sadar bahwa
mengenal Engkau dan dirinya sendiri adalah landasan segala ilmu pengetahuan.

Tuhanku…
Aku mohon, janganlah pimpin puteraku di jalan yang mudah dan lunak.
Namun, tuntunlah dia di jalan yang penuh hambatan dan godaan, kesulitan dan tantangan.
Biarkan puteraku belajar untuk tetap berdiri di tengah badai
dan senantiasa belajar untuk mengasihi mereka yang tidak berdaya.

Ajarilah dia berhati tulus dan bercita-cita tinggi,
sanggup memimpin dirinya sendiri,
sebelum mempunyai kesempatan untuk memimpin orang lain.

Berikanlah hamba seorang putra
yang mengerti makna tawa ceria
tanpa melupakan makna tangis duka.
Putera yang berhasrat
untuk menggapai masa depan yang cerah
namun tak pernah melupakan masa lampau.

Dan, setelah semua menjadi miliknya…
Berikan dia cukup rasa humor
sehingga ia dapat bersikap sungguh-sungguh
namun tetap mampu menikmati hidupnya.

Tuhanku…
Berilah ia kerendahan hati…
Agar ia ingat akan kesederhanaan dan keagungan yang hakiki…
Pada sumber kearifan, kelemahlembutan, dan kekuatan yang sempurna…

Dan, pada akhirnya bila semua itu terwujud,
hamba, ayahnya, dengan berani berkata “hidupku tidaklah sia-sia”

Teks asli puisi :

A Father’s Prayer

by General Douglas MacArthur

Build me a son, O Lord, who will be strong enough
To know when he is weak and brave enough to face himself when he is afraid.
One who will be proud and unbending in honest defeat,
And humble, and gentle in victory.

Build me a son whose wishes will not take the place of deeds;
A son who will know Thee and that to know himself is the foundation stone of knowledge.
Lead him, I pray, not in the path of ease and comfort,
but under the stress and spur of difficulties and challenge.
Here, let him learn to stand up in the storm, here let him learn compassion for those that fail.

Build me a son whose heart will be clear, whose goal will be high,
a son who will master himself before he seeks to master other men,
one who will reach into the future, yet never forget the past.

And after all these things are his, add, I pray, enough of a sense of humor,
so that he may always be serious, yet never take himself too seriously.
Give him humility,
so that he may always remember the simplicity of true greatness, the open mind of true wisdom, and the meekness of true strength.

Then I, his father, will dare to whisper,
“I have not lived in vain.”

versi yang dibacakan Andrie Wongso

=====================================================

Lirik Lir ilir (Sunan Kali Jaga)

Lir-ilir, lir-ilir…
Tandure wis sumilir…
Tak ijo royo-royo tak senggo temanten anyar…
Cah angon-cah angon penekno blimbing kuwi…
Lunyu-lunyu yo penekno kanggo mbasuh dodotiro…

Dodotiro-dodotiro kumitir bedhah ing pinggir…
Dondomono jlumatono kanggo sebo mengko sore…
Mumpung padhang rembulane,
mumpung jembar kalangane…
Yo surako… surak iyo…

terjemahan dalam bahasa Indonesia

Bangunlah, bangunlah
Tanaman sudah bersemi
Demikian menghijau bagaikan pengantin baru
Anak gembala, anak gembala panjatlah
(pohon) belimbing itu
Biar licin dan susah tetaplah kau panjat
untuk membasuh pakaianmu
Pakaianmu, pakaianmu terkoyak-koyak di bagian samping

Jahitlah, benahilah untuk menghadap nanti sore
Mumpung bulan bersinar terang,mumpung banyak waktu luang
Ayo bersoraklah dengan sorakan iya

Continue Reading