Tentang Chrisye

Dengan adanya film Chrisye ini, lagu-lagu crisye yang tlah dulu mem-booming sekarang mem-booming lagi. Semasa masih kuliah dulu penyuka lagu-lagu Chrisye, penjiwaan dalam menyanyikan lagu serta lirik syairnya begitu bagus itulah yang menyebabkan saya suka.

Gbr. https://id.wikipedia.org

Diantaranya lagu ini, ketika tangan dan kaki berkata, setelah mendengarkan lagu ini sama seperti ingin lebih dekat dengan-Nya. Akhir-akhir ini aktivitas seperti pekerjaan, menjadi ibu rumah tangga, mengurusi Mas Gibran, suami dan banyak hal lainnya membuat saya jauh denganNya. Bisa dikatakan  hampir melupakan rutinitas sholat hanya sekedar sholat.

Teringat tentang beberapa penggalan puisinya Gusmus ‘Selamat Tahun Baru Kawan”

‘Shalat kita rasanya lebih buruk dari senam ibu-ibu
Lebih cepat dari pada menghirup kopi panas dan lebih ramai daripada lamunan 1000 anak pemuda.
Doa kita sesudahnya justru lebih serius memohon enak hidup di dunia dan bahagia di surga.

Nyaris hampir menjauh dengan-Nya. Pengalaman spritual seseorang itu berbeda, ada yang dapat musibah baru lebih dekat dengan-Nya, berdo’a ketika memiliki keingian kuat, mendengar atau membaca kisah-kisah dari pengalaman spritual orang-orang  dan banyak halnya. Adapun dengan cara mendengarkan musik religi hati kita bisa tergugah.

Semalam ada teman yang share di salah satu group tentang lagu Chrisye “Ketika Tangan dan Kaki Berkata” yang setelah membaca share dari Whastapp tentang di balik cerita dalam membuat lagu itu sayapun jadi ingin mendengarkan lagu tersebut.

Beginilah isi sharenya:

Chrisye, Taufik Ismail dan Surat Yaasiin: 65

Suatu saat, Alm. Chrisye sang penyanyi legendaris Indonesia minta Taufiq Ismail untuk menuliskan syair religi untuk satu lagunya. Dan disanggupi sebulan. Ternyata, minggu pertama macet, tidak ada ide. Minggu kedua macet, ketiga macet hingga menjelang hari terakhir masih juga tidak ada ide.

Taufiq gelisah dan berniat telpon Chrisye dan bilang, “Chris maaf, macet!”
Namun di malam harinya, Taufiq mengaji. Ketika sampai ayat 65 surat Yaasiin dia berhenti. Makna ayat ini tentang Hari Pengadilan Akhir ini luar biasa, kata Taufiq. Dan segera dia pindahkan pesan ayat tersebut ke dalam lirik-lirik lagu.
Ketika pita rekaman itu sudah di tangan Chrisye, terjadi hal yang tidak biasa. Ketika berlatih di kamar, baru dua baris Chrisye menangis, mencoba lagi, menangis lagi. Dan begitu berkali-kali.

Menurut Chrisye, lirik yang dibuat adalah satu-satunya lirik paling dahsyat sepanjang karirnya. Ada kekuatan misterius yang mencekam dan menggetarkan. Setiap menyanyi dua baris, air mata sudah membanjir. Yanti, istri Chrisye, sampai syok melihat hal tidak biasa tersebut.

Lirik lagu tersebut begitu merasuk kalbu dan menghadapkan kenyataan betapa manusia tidak berdaya ketika hari akhir tiba.
Sepanjang malam dia gelisah, lalu ditelponlah Taufiq dan diceritakan kegelisahannya. Taufiq mengatakan bahwa lirik lagu tersebut diilhami surat Yaasiin: 65. Disarankan kepada Chrisye, agar tenang.

Di studio rekaman hal itu terjadi lagi. Chrisye mencoba, tetapi baru dua baris sudah menangis. Dan berulang kali hasilnya sama. Erwin Gutawa yang menunggu sampai senewen. Yanti lalu shalat untuk khusus mendoakannya.
Akhirnya dengan susah payah, Chrisye berhasil menyanyikannya hingga selesai. Rekaman itu sekali jadi, tidak diulang karena Chrisye tak sanggup menyanyikannya lagi.

“Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan” [QS. Yaasiin(36): 65]

KETIKA TANGAN DAN KAKI BERKATA

Lirik: Taufiq Ismail
Lagu: Chrisye

Akan datang hari mulut dikunci
Kata tak ada lagi
Akan tiba masa tak ada suara
Dari mulut kita
Berkata tangan kita
Tentang apa yang dilakukannya
Berkata kaki kita
Kemana saja dia melangkahnya
Tidak tahu kita bila harinya
Tanggung jawab tiba
Rabbanaa
Tangan kami
Kaki kami
Mulut kami
Mata hati kami
Luruskanlah
Kukuhkanlah
Di jalan cahaya … sempurna.
Mohon karunia
kepada kami
hamba-Mu … yang hina.

MENURUT ISTRI ALMARHUM, SEJAK SAAT ITU CHRISYE YANG MUALLAF TIDAK PERNAH LAGI MENINGGALKAN juga SHOLAT DAN TIDAK PERNAH SANGGUP MENYANYIKAN LAGU ITU LAGI.

Dari share Whats app tersebut membuat saya ingin mendengarkan lagu-lagu Chrisye yang hampir terlupakan oleh saya salah satunya lagu  yang ini.

Semoga dengan segala kesibukan kita tidak mengurangi kita untuk lebih dekat dengan-Nya dan kita semua diberikan kenikmatan serta kemudahan agar bisa lebih dekat dengan-Nya sehingga keimanan kita stabil. Amiin Yaa Rabballamiin

 

Continue Reading

Membuat Praktis Bolu Black Forest Ulang Tahun

Ketika Mas Gibran memasuki usia 1 tahun, waktu itu saya sudath janji untuk membuatkannya sebuah bolu. Bagi saya kekhusu-an peringatan acara hari kelahirannya adalah dengan berdoa dan membuatkan bolu untuknya.

Sebenarnya, saya belum bisa membuat bolu dan masih dalam tahap-tahap belajar. Itu sebabnya saya menggunakan bahan-bahan yang sudah jadi yang takarannya sudah pas kita tinggal mengikuti cara-caranya.

Bunda bisa memanfaatkan bahan-bahan yang praktis yang ada di toko kue atau swalayan. Saat itu saya pilih Haan Instant Cake Mix.

Bahan-bahan yang diperlukan:
1. 1 box Haan Instant Cake Mix Black Forest Kukus.
2. 4 butir telur
3. 1 box coklat batang (sesuaikan dengan selera)
4. 5 buah Ceri
5. Whipped cream

Biasanya di box Haan Instant Cake Mix sudah dicantumkan cara-cara, Bunda tinggal ikuti aja yaa.
Pokoknya sangat praktis hehe dan anti gagal 🙂

Dan hasilnya seperti ini, tarraa……

 

Continue Reading

Liburan Asyik Bersama Keluarga

Jumat kemarin, 24 November  2017 adalah hari libur nasional dan Sabtu juga kebetulan libur di sekolah. Wuah asyik liburan 2 hari. Seminggu sebelumnya Mas Gibran sakit panas tinggi dikarenakan ditinggal Bapaknya ke Pontianak. Waktu itu dijalanan banjir besar  dan Bapaknya buru-buru berangkat karna harus check in juga dia membawa tanggung jawab yang besar kalau semisalnya terlambat pasti akan ada masalah besar.

Sebagai istrinya yang sangat setia mendampingi :D, saya mencoba membantu mempesankannya Grab untuk menuju lokasi karena situasi tidak memungkinkan waktu itu kondisi macet dan banjir besar saya batalkan dan satu-satunya jalan terakhir adalah mamang ojeg. Lalu siapakah yang mau pada jam 2 dini itu? Setelah mencoba Mang Acum. Akhirnya Mang Acum meng-iya-kan mau mengantar.

Selama dalam perjalannan Bapaknya gelisah  dan sampai nangis saking belum ketemu tempat yang dituju dan muter-muter di sana. Saat itu pula saya berdo’a juga berdzikir semoga sampai tujuan, dilancarkan dalam perjalanannya dan tidak telat check in.

4 hari saya ditinggal Bapaknya, selama itu pun galau 😀 lantaran Mas Gibran sakit kangen Bapaknya sedang waktu kesulitan berkomunikasi dengannya.

Sepulang dari Pontianak sedikit terjadi perbincangan-perbincangan yang sangat panjang, dalam rumah tangga  kerikili-kerikil itu adalah bumbu pernikahan. Kerikil-kerikil itu dapat mengindahkan pun sebaliknya. Kami memutuskan untuk selalu mencoba saling mengerti dan menerima keadaan satu sama lain serta mempertahanankan rumah tangga sampai akhir maut memisahkan dan semua terlepas demi perkembangan Mas Gibran supaya tumbuh menjadi anak yang hebat.

Bapaknya bilang Bun, apa kita akan jadi ikut gathering family di Poltek? Masalahnya sudah didaftarkan dan kita juga sudah dapat kaosnya.

Saya bilang nanti lihat hari Kamis ya. Semoga hari Kamis Mas Gibran membaik.

Dari saat itu pun saya berikan sugesti kepada Mas Gibran bahwa dia akan lekas sembuh. Katanya pikiran dan ucapan seorang Ibu adalah do’a dan kita harus hati-hati dalam berpikir serta berdo’a jangan sampai yang tidak baik-baik takutnya menjadi kenyataan. Saat itupun saya memutuskan untuk mengucapkan dan berdoa yang baik-baik saja. Alhasil, alhamdulillah Mas Gibran lumayan membaik.

Hari Jumat, 24 November 2017

Akhirnya waktu yang ditunggu-tunggu pun tiba. Ada kejadian yang tidak terlupakan saat di mana tiba-tiba Mas Gibran itu bangun jam 3 pagi langsung ke tempat ruang tamu, padahal biasanya jam-jam segitu dia minta nyusu. Ini bukan minta nyusu melainkan nunjukin samping, :P.

Saat Bapaknya, mau keluar dia langsung menangis. Takut ditinggalkan :D. Setelah perbincangan panjang yang menguras air mata juga pikiran dengan adanya piknik ini seperti terobati rasanya. Ini mungkin yang pertama kita bersama-sama menikmati liburan gratis di acara gathering Politeknik Al-Islam Bandung. Kebetulan Bapaknya mempunyai jatah istri serta anak untuk ikut serta liburan.

Dalam perjalan pagi-pagi kita diberi snack serta cemilan. Sesampai di Jakarta McDonald dan uang saku buat jajan. Wuah klo yang ini Emak-emak pasti senang wkwk. Dalam hati saya bilang, nih uda gratis dikasih uang saku pula. Sering-sering deh kayak gini lol.

 

Selama dalam permainan di Dunia Fantasi Mas Gibran nampak senang, dan yang paling mengherankan adalah mendadak nafsu makannya meningkat.

Sorenya kita makan parasmanan di Rumah Makan Simpang Raya yang masih dekat dengan lokasi Dufan. Bis dalam perjalanan lumayan asyik. Jadi inti pikniknya sangat mengasyikan. Terima kasih yaa Ayah juga Politeknik Al Islam yang sudah mengadakan acara Gathering Family ini, semoga tahun depan kita masih bisa merasakan acara seperti ini lagi. Aamiin YRA 🙂

Continue Reading