Cara Mulus Menyapih Anak Tanpa Rewel

Bisa memberikan ASI pada anak itu adalah anugrah dan suatu kebanggan bagi seorang Ibu termasuk saya. Mengalami getir, suka dan duka dalam menyusui itu benar-benar saya alami. Saya kala itu tak pernah menyerah bagaimana caranya supaya stok ASI terukupi dan lancar.

Hari ini, tepatnya Minggu 11 November 2018 akhirnya saya memutuskan untuk menyapih Mas Gibran tepat di usianya 29 bulan (2 tahun 4 bulan). Pengalaman saat saya menyapih Mas Gibran benar-benar tidak rewel, ini diluar dugaan  soalnya saat sharing dengan teman-teman tentang bagaimana pengalamannya saat menyapih anak, katanya jangan kaget jika rewel.

Sangat bersyukur telah dikarunia sesosok Mas Gibran yang dari bayi sampai sekarang dia memang benar-benar anak yang sabar dan penuh tanggung jawab, menyayangi orang tuanya sendiri sudah nampak.

Saya dalam mendidik anak tidak membedakan bahwa saya ini adalah seorang Ibu dan Mas Gibran adalah anak. Saya selalu menajdikannya dia  sebagai partner dan teman. Tiap malam rutinitas saya selau cerita tentang kejadian tiap hari, entah dia mengerti atau tidak tentang apa yang saya ceritakan. Lalu saya selalu memancing untuk dia bererita apa yang ia lalui dihari ini. Di sini ada keterampilan berbicara, salah satu keterampilan ini adalah bekal untuk ia kelak.

Di kala sedang memasak, ataupun bersih-bersih rumah saya selalu melibatkannya. Saya selalu meminta bantuan padanya (di sini adalah penanaman rasa tolong menolong dan sebuah tanggungjawab).

Di rumah dia bebas mau melakukan apapun asal jangan melukai dirinya sendiri, mau coret-coret dinding, main air atau apapun. Saya tidak pernah melarangnya kecuali itu membahayakannya (di sini rasa kreativitas anak tumbuh).

Jika saya menginginkan dia tumbuh jadi anak yang senang belajar, tahan banting, penuh juang maka hal yang saya lakukan adalah saya harus memberinya sebuah contoh padanya.

Sebisa mungkin jika saya sedang marah atau pun apapun tidak berbicara hal-hal negatif, karna ucapan adalah sebuah doa.

Wuah ceritanya kemana-mana yaa Bunda,
Baiklah Bunda, pengalaman saya saat menyapih anak suapaya tidak rewel:
1. Ikhlas, kita harus benar-benar 100 persen ikhlas tanpa paksaan harus dalam diri kita sendiri.
2. Memeberikan lipstik di area puting
3. Memeprlihatkan dan bilang padanya jijik (dia pun ikut jijik, dan enggan nyusu yessss..berhasil :))

Jam 10 malam, pas dia ingin tidur dia benar-benar tidak minta nyusu, paling dia minta kue. Tapi sayang stok kue habis, di sana saya merasa sedih soalnya warung sudah tutup. Jadi, nanti harus disiapkan makanannya yaa mom. Ini suasana malam hari saat Mas Gibran tidur, benar-benar tidak rewel, alhamdulillah.


Semoga anak kita tumbuh menjadi anak yang sholeh/sholehah yaa Mom dan bisa menjadi mata air bagi sekitarnya.

View this post on Instagram

Merayakan hari Kemerdekaan di kompleks Putraco Gading Permai,,, Ini pertama kalinya Mas Gibran ikutan sepeda santai. Awalnya tadi gak akan ikutan dan maunya menikmati hari libur sambil menonton pengibaran benderanya merah putih di TV. Tapi, saya mikir lagi. Mas Gibran butuh sosialisasi, butuh mengenal dunia luar, dan ini pengalaman untuknya. Saya pun tengah malam berusaha merias, dengan bahan tidak ada sedikit pun akhirnya ngetuk2 rumah adik @amour.exchange tepat jam 12 malam 😁 bahan-bahan kertas sisa saya manfaatkan sebaik mungkin. Tak ada kertas, kresek hitam pun jadi. Kata suami ayo tidur Uda jam 3 subuh, nanti dulu tanggung, ucap padanya. Meski ini sangat sederhana hiasannya, tapi Bunda bikinkan sepenuh hati. Selamat merayakan kemerdekaan RI Yaa Bunda semua.. 😊 #CatatanMamakGibran

A post shared by yunita indriani (@yunita_indriani) on

Continue Reading