Kekasih Hati

Suamiku terima kasih atas segalanya, tepat di tanggal 3 Oktober 2019 saat aku sedang mengikuti Latsar dan hampir melupa tanggal pernikahan kita. Engkau tentunya mengingatkan tentang hari pernikahan kita, dan itu sangat sederhana dan bermakna.

Kala itu sepanjang hari hari-harimu yang penuh dengan kekalutan, akhirnya berubah menjadi kebahagiaan hanya karna ucapan pernikahan darimu.

Engkau selalu mendukung apapun yang ingin aku lakukan, termasuk saat aku memilih mengabdi di Pangandaran ini tempat rantau ini. Tak ada halangan dari mu.

Demikian saat hari ini engkau meminta izin bahwa engkau akan Resign menjadi wakil direktur di salah satu kampus swasta, meski sebenarnya sebagai istri sangat sayang namun aku mencoba untuk memahami dan mengerti seperti engkau memahami. Rezeki nanti akan ada di manapun, demikianlah katamu. Meski sebenarnya aku berharap buat nambah tabungan kelak buat anak kita. Namun aku mempercayai keputusanmu.

Katamu ingin fokus melanjutkan kuliah S-3 dan menjadi dosen yang tidak menjabat terlebih dahulu, karna kuliah S-3 sangat berat terlebih itu dari beasiswa. Aku mencoba memahami itu. Terlebih engkau punya keinginan ingin punya waktu luang buat keluarga.

Semoga engkau sehat selalu, dan kita di sini sehat selalu. Suamiku, di sini senja seperti akan hujan, dan aku mencium hujan akan turun.

Baik-baik di sana Yaa,,

Continue Reading