Review Buku “Bicara Itu Ada Seninya”

Oleh: Mamak Gibran (Yunita Indriani)

Dok. Pribadi

Buku ini sangat cocok untuk kita yang memang kesulitan dalam menyampaikan pesan. Kali ini saya akan mereview buku yang berjudul “Bicara Itu Ada Seninya”. Entah mengapa saya ingin beli buku ini, mungkin semata-mata karena berbicara itu memang harus dilatih.

Sekarang sedang gencarnya untuk diam di rumah disebabkan untuk memutuskan mata rantai virus corona. Tentunya, sangat menjemukan jika kita tidak ada kegiatan yang bermakna. Gelisah, mungkin salah satunya. Untuk menghindari kegelisahan itu maka diputuskan untuk membaca buku. Buku yang membuat saya tertarik pertama kali dibaca adalah buku tersebut. Saya mengakui kadang dalam berbicara, saya masih berantakan dan harus selalu dilatih. Manusia yang baik adalah manusia yang mampu untuk selalu berubah menuju perubahan yang baik dan maju. Memang diakui terkadang ada saatnya kita untuk berada di zona nyaman, namun jangan terlalu kelamaan yang nantinya akan menjadi pemalas. Itu sih yang saya rasa, karna terlalu berada di zona nyaman sehingga menjadi tidak produktif.

Baiklah, kita langsung review saja yaa. Sebenarnya buku ini aslinya berjudul “The Secret Habits To Master Your Art Of Speaking” karya Oh Su Hyang merupakan dosen dan pakar terkenal di Korea Selatan, tak heran dalam buku tersebut tokoh yang banyak diceritakan adalah tokoh di Korea Selatan. Buku tersebut diterjemah oleh Asti Ningsih dengan ISBN 978-602-455-392-0 berhalaman 238 dan buku yang saya beli adalah buku cetakan yang kedelapan tahun 2019 yang diterbitkan oleh BIP Kelompok Gramedia.

Buku ini bercerita tentang bicara itu harus ada seninya, jika kita ingin menjadi pembicara yang baik maka kita harus melatih seni dalam berbicara. Sebuah ucapan yang bisa disebut baik adalah yang bisa menggentarkan hati. Sedemikian pentingnya ucapan. Kita harus pandai berbicara untuk menunjukkan diri kita kepada lawan bicara dalam kehidupan sosial. Orang yang berbicara mahir akan lebih maju daripada yang lainnya. Untuk mencapai tujuan komunikasi, persuasi, dan negoisasi, kita harus mengetahui metode komunikasi yang efisien.

Pada buku tersebut, terdiri dari V bab, yaitu

  1. Bab I – Perbedaan Juara 1 dan Juara 2 terletak pada ucapannya
  2. Bab II – Pintar Mendengar, Pandai Berbicara
  3. Bab III – Ucapan yang Membuat Lawan Bicara Memihak Kita
  4. Bab IV – Beratnya ucapan ditentukan oleh dalamnya isi
  5. Bab V- Suara bagus bukan bawaan dari lahir

Bab I bercerita kesan pertama seseorang pada saat berbicara adalah bukan hanya paras, dandanan, pakaian, dan rambut yang baik melainkan yang penting adalah ucapannya. Ucapan merupakan sarana yang sangat penting untuk menilai seseorang secara keseluruhan. Melalui ucapan, kita memperoleh kesan yang baik dari lawan bicara dan  dapat menunjukan sisi menarik diri kita sendiri kepada lawan bicara. Salah satunya dengan menghindari untuk membicarakan diri sendiri dan tidak memikirkan lawan bicara sehingga ia dicap tiak berperasaan. Pada saat berbicara juga untuk mendapatkan kesan yang baik kita berbicara dengan menatap lawan kita.

Berdasarkan buku tersebut pada bab I ada lima hal berbicara logis;

1. Berikan alasan yang tepat untuk Argumen Anda

2. Hindari lompatan logika dan melenih-lebihkan

3. Konsisten dalam bersikap

4. Gunakan kata-kata sederhana

5. Tetap tenang

Jika gugup dan trauma dalam berbicara salah satunya adalah  kita bisa mengucapkan mantra dengan penuh keyakinan;

“Aku yang terbaik”

“Hari ini aku akan menyajikan presentasi terbaik”

Selain tersebut dalam berbicara kita harus melengkapinya dengan bahasa nonverbal.        90 % ucapan dibentuk oleh suara dan gerak tubuh.

Berikut lima unsur nonverbal yang dapat memikita hati para pendengar

  1. Penampilan yang baik
  2. Selalu tersenyum
  3. Pupil mata yang membesar dan tatapan yang stabil
  4. Sikap percaya diri
  5. Gestur yang tepat

Bab II, pintar mendengar, pandai berbicara.

Pada bab ini dijelaskan bagaimana cara menjalin komunikasi yang baik yaitu dengan menerapkan terapi komunikasi dengan rumus

C = Q X P X R

C = Communication (komunikasi)

Q = Question (pertanyaan)

P  = Praise (pujian)

R  = Reaction (reaksi)

Maksud dari rumus tersebut adalah komunikasi akan terjalin baik jika kita bertanya kepada lawan bicara kita seperti “tingal di gedung mana?”, kemudian memberikan pujian yang pas disertai dengan reaksi yang baik yaitu dengan menunjukkan penuh kesungguhan. Pada rumus tersebut kita disarankan dalam dialog mengikuti aturan 1-2-3, yaitu sekali berbicara, dua kali mendengarkan, tiga kali memberikan umpan balik (mendengarkan dan merespon).

Bab III – Ucapan yang Membuat Lawan Bicara Memihak Kita

Pada bab ini lebih menekankan bagaimana cara membuat lawan bicara memihak kita, penulis lebih condong menjelaskan atau menceritakan tentang bagaimana menjadi marketing yang baik

Bab IV, beratnya ucapan ditentukan oleh dalamnya isi

Pada bab ini menceritakan pengalaman dari berbagai tokoh mengenai komukasi yang baik. 10 aturan untuk menjadi komunikasi yang baik berdasarkan pengalaman Yoo Jae Suk yaitu;

  1. Kata-kata yang tidak bisa diucakan di ‘depan’, jangan dikatakan di “belakang”. Gunjingan sangatlah buruk.
  2. Memonopoli pembicaraan akan memperbanyak musuh. Sedikit berbicara dan perbanyak mendengar. Semakin banyak mendengar semakin baik.
  3. Semakin tinggi intonasi suara, makna dari ucapan akan semakin terdistorsi. Jangan menggebu-gebu. Suara yang rendah justru memiliki daya.
  4. Berkata yang menenangkan hati, bukan sekedar enak didengar.
  5. Katakan yang ingin didengar lawan bicara, bukan yang ingin diutarakan. Berbicara yang mudah dimengerti, bukan yang mudah diucapkan
  6. Berbicara dengan menutupi aib dan sering memuji
  7. Berbicara hal-hal yang menyenangkan, bukan yang menyebalkan.
  8. Jangan hanya berkata dengan lidah, tetapi juga dengan mata dan ekspresi. Unsur non-verbal lebih kuat dariada unsur verbal.
  9. Tiga puluh detik di bibir sama dengan tiga puluh tahun di hati. Sepatah kata yang ingin kita ucapkan mungkin saja akan mengubah kehidupan seseorang
  10. Kita mengendalikan lidah, tapi ucapan yang keluar akan mengendalikan kita. Jangan berbicara sembarangan dan bertanggungjawablah terhadapa apa yang Anda ucapakan.

Bab V- Suara bagus bukan bawaan dari lahir

Pada bab ini menekankan bahwa dalam berbicara itu pengaruh suara sangat penting, dan bisa dilatih. pada bab tersebut juga dijelaskan melalui pengalaman-pengalaman dari beberapa tokoh Korea Selatan mengenai pentingnya pengaruh suara. Salah satunya pengalaman dari Sung Si Kyung (salah satu aktor nomor suaranya yang lembut) bercerita bahwa cara untuk meniru suara Sung Si Kyung, yaitu:

  1. Berlatihlah membaca buku sambil tersenyum dengan mata dan bibir
  2. Senyum harus bisa terbentuk di wajah secara alami saat bercerita
  3. Kebaikan harus tersirat dalam ucapan
  4. Lafalkan dengan halus, maksudnya ucapan akan tersampaikan dengan baik jika setiap bunyi dilafalakan dengan kuat. Suara harus mengalir dengan lancer seperti melodi biola.

Dengan cara mengikuti  tersebut, kita dapat mencairkan hati lawan bicara yang keras seperti es sekalipun. Demikian review buku “Bicara Itu Ada Seninya” semoga bermanfaat, saya rekomendasikan untuk teman-teman yang ingin berlatih meningkatkan dalam berbicara. Saya melesaikan tulisan ini saat jam 1.45 dini hari. Di sini hujan sedang deras, berirama.

Continue Reading

Yuk, Ikuti VCT (Virtual Coordinator Training) Batch 6 Jabar – Pendidikan di Era Revolusi Industri 4.0, Gratis!!!

Pendidikan menurut UU No. 20 Tahun 2003 adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara.

Saat ini di Indonesia sedang memasuki pendidikan revolusi industri 4.o, di mana dibutuhkannya pendidik yang selalu proaktif terhadap perkembangan teknologi digital. Terlebih pendidik sebagai garis terdepan dalam dunia pendidikan yang mana mau tidak mau harus melek. Ditinggalkan atau diam di tempat.

SEAMEO (The Southeast Asian Ministers of Education Organization) merupakan organisasi organisasi antar pemerintah regional yang didirikan pada tahun 1965 di antara pemerintah negara-negara Asia Tenggara untuk mempromosikan kerja sama regional dalam pendidikan, ilmu pengetahuan dan budaya di wilayah tersebut.

Sebagai sebuah organisasi yang terus mengembangkan kapasitas manusia dan mengeksplorasi potensi masyarakat sepenuhnya, SEAMEO mempertahankan pekerjaan dan aspirasi untuk pembangunan bersama masyarakat di wilayah ini untuk membuat kehidupan yang lebih baik dalam kualitas dan kesetaraan dalam pendidikan, pendidikan kesehatan preventif, budaya dan tradisi, teknologi informasi dan komunikasi, bahasa, pengentasan kemiskinan dan pertanian serta sumber daya alam.

Pembuat kebijakan tertinggi pada organisasi ini adalah SEAMEO Council, yang merupakan menteri pendidikan dari 11 negara Asia Tenggara: Brunei Darussalam, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, Timor Leste, dan Vietnam. Sekretariat SEAMEO terletak di Bangkok, Thailand (wikipedia).

Yuk ikuti pendidikan di era revolusi Industri 4.0 batch 6 Jabar yang diselenggarakan oleh SEAMEO.

Adapun pembelajaran dalam kegiatan ini kita akan belajar bagaimana menjadi;

1. Presenter (Pemateri/narasumber)

2. Moderator

3. Host

Keuntungan mengikuti kelas ini, selain gratis dan dapat ilmu yang banyak serta berkumpul dengan orang-orang positif yang tadinya kita merasa jenuh tertantang kembali untuk bangun dari tidur sehingga kitan akan mendapatkan ilmu yang bertambah. Dengan mengikuti kelas ini sampai selesai kita akan mendapatkan sertifikat 39 Jp. Wow..ini merarik bukan?

Berikut contoh sertifikat jika kita dapat menyelesaikan tugas di VCT Batch 6 ini

Yuk tunggu apalagi, gabung yuk,


Continue Reading

Meraih Sukses Belajar dari Rumah

oleh: Muh. Husen Arifin

Hakikatnya belajar adalah bagaimana kita bisa menggapai cita-cita. Belajar untuk menghasilkan capaian-capaian untuk ilmu yang sedang kita impikan. Karena itu, belajar bukan sekadar menuntaskan halaman demi halaman dari buku yang wajib dipelajari.

Kita tidak pernah mengalami hari ini sebelumnya. Hari yang terisolasi (dengan adanya virus korona) ini tentunya haluan belajar kita berubah. Sehari-hari kita akan merasakan bahwa rumah tempat segalanya mencurahkan apa yang kita lakukan, termasuk belajar.

Ibadah dan belajar dari rumah mulai dihimbau sebagai antisipasi. Dari himbauan itu kita bisa menginterpretasikan bahwa sehat itu penting bagi aktivitas kita. Belajar sebagaimana mestinya menjadi tujuan utama kita. Semua orang sepakat bahwa belajar dalam konteks ini tentu sangat diidamkan. Belajar dari apapun dan kita memaknainya. Yang lebih menarik yaitu bagaimanakah cara belajar yang mengasyikkan?

Belajar Daring

Akhirnya kita tidak kehilangan cara belajar saat Ruangguru mengumumkan telah menggratiskan pengguna aplikasi ini baik member atau non member menggunakan aplikasi dari rumah. Jika belum install, segeralah.

Belajar daring atau online menjadi langkah utama bagi peserta didik, mahasiswa, guru, dan dosen untuk memaksimalkan waktu belajar. Kemudahan dan tersedianya aplikasi membuat pembelajar sangat setuju bahwa belajar tidak terbatas ruang dan waktu dan selamat datang di dunia belajar online.

Kemudahan yang didapat seperti ketakterdugaan yang kita alami sekarang. Belajar lewat gawai atau laptop tanpa di ruang kelas sudah terjadi. Rasanya baru kemarin kita mengganggap bahwa belajar harus di ruang kelas, tapi rupanya kita harus beradaptasi dengan pilihan belajar online dari rumah.

Aplikasi-aplikasi belajar menyediakan sumber belajar yang praktis. Kita wajib memanfaatkan semaksimal mungkin. Kita bisa menyerap dan mengaplikasikannya dalam pembelajaran yang sedang kita laksanakan di rumah.

Sering-sering membuka aplikasi belajar daripada membuka informasi tak penting. Syukur-syukur kita tepat waktu dalam belajarnya akan menghasilkan belajar maksimal dengan ruang yang minimal.

Namun kita butuh pendampingan yang seharusnya. Kita perlu bertanya kembali jika kita memahami maksud dari pokok pembahasan. Sebab, dengan kita mendapatkan pendampingan, kita akan terarah. Kita mudah menuntaskan belajar. Tunggu apalagi, belajar online itu mudah, bukan?

Keluarga Belajar

Sepuluh menit adalah waktu yang cukup lama bagi kita melihat layar gawai dan laptop, bagaimanakah keluarga menyiasati belajar bersama? Ini adalah pekerjaan rumah yang sesungguhnya.

Keluarga menjadi pembelajar. Orang tua harus membantu tugas-tugas anaknya, orang tua harus mengarahkan waktu belajar anaknya, orang tua wajib mengatur segalanya dari rumah.

Jam malam antara 18.00 sampai dengan 21.00 yang diefektifkan untuk belajar benar-benar harus dimaksimalkan baik lewat gawai atau buku pegangan. Bagaimana jika lepas dari jam tersebut ternyata harus bermain? Di sinilah peranan orang tua memberikan arahan dengan efektif, pendekatan kekeluargaan untuk saling mengedepankan kebaikan-kebaikan.

Kadangkala, waktu belajar tidak maksimal. Sikap keluarga adalah memberikan aturan produktif. Misalnya, jika anak tidak disiplin belajar, maka anak menyapu rumah, memasak bersama-sama, membersihkan halaman rumah bersama-sama. Hal ini akan semakin menyenangkan di saat orang tua membagi waktu bersama dan anak-anak produktif belajar dari rumah.

Rencanakan Belajarmu

Perencanaan sangat penting dalam belajar. Kita memiliki tahapan-tahapan yang baik, terencana dengan waktu yang tepat. Menyusun rencana belajar sangat mudah. Kita dapat berdiskusi dengan orang tua dan guru kita.

Kita memiliki banyak waktu untuk menggapai cita-cita. Kita mampu melakukan perubahan atas kejadian hari ini dengan rencana belajar yang positif. Kita dengan tepat memaksimalkan belajar dari rumah.

Tidak akan sia-sia ketika kita merencanakan belajar. Kita akan memiliki panduan belajar sendiri. Kita berharap dengan rencana belajar tersebut kita meraih keberhasilan. Plan your work, work your plan. Rencanakan pekerjaanmu, kerjakan apa-apa yang sudah kamu rencanakan. (*)

Pangandaran, 21 Maret 2020

Continue Reading

Belum Usai

Teman yang bisa diajak kemanapun. Hening. Kutulis cerita ini untukmu. Beberapa pengalaman-pengalaman tentang mental seseorang.

Aku dibesarkan di keluarga besar, 11 anak. Tiap subuh aku bngun lalu membersihkan cucian kotor, sesekali bersih rumah. untuk urusan memasak orangtuaku lebih mempercayai adikku.

Sepotong roti untuk berempat, semangkok bakso untuk berempat, sepotong paha untuk berdua

Continue Reading

Ketidakadilan

Mungkin dari sekian yang membaca pernah mengalami posisiku seperti ini.

Sekian purnama, ingatan ini tersimpan dalam bantal. Rasa gelisahku tiba-tiba muncul. Kumaafkan sebenarnya. Mereka menyerangku, keroyokan dan bilang kenapa kaos olahraganya dimasukan? Demi kekompakan kaosnya dikeluarkan semua, kata ketua.

Esoknya, temanku ada yang memakai kaos dikedalamkan. Namun, anehnya tak seorangpun yang mampu berkomentar dan berkata hanya sekadar bilang keluarkan kaosnya, jangan dimasukan. Tak ada satupun. Saat itu, aku menyadari benar-benar seperti bubuk ranginang, yang benar-benar tak berarti. Demikianlah.

Saat itu aku terdiam, tak mampu ku berkata tentang ketidakadilan ini. Aku hanya bisa merangkainkan kata di angin yang sepi.

Tak baik jika kita tak adil, tak baik juga jika kita menyerang. Semua bisa dibicarakan baik-baik. Kita tidak akan tahu tentang mental sesorang . Mungkin itu hal sepele, namun tak bagi orang itu.

Aku memiliki prinsip, tak ingin mengomentari urusan orang lain, sebab aku pun masih banyak kekurangan. Bukan berarti aku tak peduli, namun aku belum mampu menyampaikan kata demi kata. Sebab aku takut menyakiti akibat kata-kata.

Continue Reading