Belajar untuk bilang kata “Tidak”

Belajar kata tidak itu memang harus dilatih. Ini bermanfaat untuk di masanya kelak.
Saat memandikan Mas Gibran. Dia berkata, Bunda Iban dikeramas nya besok aja ya.. Karna tiap hari dia berkata begitu (sebenarnya saya tau maksudnya itu menghindari untuk keramas)

Foto saat menemani Mas Gibran bercerita

Saya jawab, Mas kalau besok harus tepati janji loh. Tak baik kita janji lalu tak bisa menepati janji. Terlebih Mas laki-laki. Lebih baik jangan berjanji. Kalau Mas tidak ingin dikeramas. Cukup bilang ke Bunda bahwa Bunda hari ini Mas tidak ingin dikeramas. Bunda ngerti dan paham kok. Itu perkataan yang saya ucapkan ke Mas Gibran, agar dia berani berkata tidak.

Malam harinya sebelum dia lelap, saya bercerita yang dalam ceritanya memuat unsur tentang bagaimana sikap anak kepada orang tuanya, diantaranya patuh kepada kedua orang tua, membantu pekerjaan orang tua (maksudnya jika saya kesulitan, Mas Gibran siap membantu misalnya meminta pertolongan sesuatu, dsbnya), cerita tersebut tiap hari berbeda intinya lebih ke dalam karakter, kemudian saya pun cerita bahwa di Rumah memiliki aturan, dan Mas Gibran harus patuh dan taat terhadap aturan. Saya pun menceritakan bahwa nanti saat Mas mulai masuk PAUD, SD dan sebagainya ke rumah harus ada jam 4 sore (paling telat).

Kemudian menceritakan bagian-bagian tubuh mana yang harus dilindungi. Untuk mengenali anggota tubuhnya, saya bilang ke padanya bahwa itu penis (bukan dengan sebutan burung). Mas ini adalah bagian yang harus kamu lindungi, jika ada orang yang tidak dikenal ataupun dikenal menyentuh bagianmu. Maka kamu wajib untuk melindungi, menolak, atau bisa tonjok dalam hal ini membelajarkan sex edukasi.

Sepetong cerita di subuh ini, 1 Mei 2020

Continue Reading

Sepenggal Cerita Menjadi Instruktur VCT Jabar Batch 6

Siang itu saat matahari mengambang di atas atap rumah, mojok berselancar dan tidak sengaja membuka beberapa group, ada pesan menarik yang dibagikan oleh Bpk. Saefudin (PJ Wilayah VCT) isi pesannya adalah rekrutmen menjadi intrusktur VCT Jabar Batch 6.

Saya pun ikut serta meramaikan. Syarat untuk menjadi instruktur adalah mengisi form, membuat flyer dan menuliskan seputar kegiatan VCT di blog atau web. Tanpa pikir panjang saya pun melengkapinya. Kebetulan batas akhir tinggal 1 hari. Setelah mendaftar kurang lebih 3 minggu saya menunggu cemas.

Tepat tanggal 6 April 2020, akhirnya saya dimasukan ke dalam group instruktur VCT Batch 6. Senang, saat itu perasaan saya sebab itu merupakan pengalaman pertama yang sangat berharga. Saya merupakan alumni VCT Jabar Batch 3 dengan intruktur Ibu Nenny dan PJ Wilayah Bpk. Saefudin Zuchri. Tentunya saya sangat berterimakasih kepada beliau dengan sabar dan membimbing hingga saya sampai saat ini.

Percakapan dengan Ibu Nenny, sebagai Instruktur yang paling sabar membimbing

Dari kesabaran beliau saya belajar untuk melayani. Manfaat terbesar adalah salah satunya bahwa saya banyak belajar dan bertemu dengan guru-guru hebat yang memiliki semangat tinggi untuk menjadi guru yang maju.

Ibu Renny selaku Penanggung Jawab KCD 13 memberikan amanah supaya saya bisa memfasilitasi sebanyak 23 peserta dan dibuatlah group kecil, awalnya group G namun selang beberapa hari group tersebut harus digabung dengan group lain kebetulan saya berpartner dengan Ibu Idah Rosidah jadilah group C. Meskipun digabung untuk instruktur beserta peserta kita sepakat di awal, sesuai daftar peserta. Dari 23 peserta hanya 11 peserta yang bertahan dan berkomitmen untuk melanjutkan sampai akhir. Sebenarnya, berapapun kesulitan selama ada niat, Allah akan memberikan jalan.

Saya selalu menyarankan untuk tetap solid dan saling membantu antarlainnya demi lulus bersama. Alhamdulillah tepat tanggal 25 April 2020 semua peserta selesai diseminasi. Suatu kebanggaan bagi saya bisa melihat dan menghantarkan sampai selesai di penugasan.

Kegiatan VCT diantaranya teknik rekrutmen peserta secara online, flayer digital, presensi online, menulis kegiatan yang menarik, mengkreasi dan mengelola room webex, teknik menjadi host, moderator, dan presenter secara online, berkreasi dengan QR code, merekam dan mengupload kegiatan pelatihan ke youtube.

Berikut beberapa kegiatan selama pelatihan

Membuat Flayer
Vicon saat menjadi host, moderator, dan presenter
Diseminasi

Beberapa peserta yang berhasil menuntaskan penugasan:

Tugas sudah selesai tinggal menunggu sertifikat. Saya mengucapkan terimakasih kepada rekan-rekan instruktur khususnya IN KCD 13 yang solid dan saling membantu, Ibu Renny selaku PJ Wil 13, Ibu Nenny dan Bpk Saefudin Zuchri (selaku instruktur dan PJ Wil VCT Batch 3 saat saya menjadi peserta), serta kepada rekan-rekan Bapak Ibu peserta VCT Batch 6-13 mohon maaf ya bila saya banyak kekurangan dalam melayani. Sampai jumpa di episode selanjutnya.

Semangat dan jangan pernah berhenti berkarya ^__^.

Continue Reading

Hilangnya Suka Cita Ramadhan di Tengah Bayang Covid 19

gbr. titikdua.net

Mendengar dan membaca yang berseleweran di beranda fb, statatus WA tetang Ramadhan, sholat terawiih di rumah, sholat ied di rumah bahkan  lebaran pun di rumah. Ada rasa sedih dalam hati. Separah ituhkah makhluk kecil yang tak terlihat.

Entah sampai kapan ini berakhir Yaa Rabb. Sebagai perantau menjerit. Momentum Lebaran setahun sekali itu justru yang ku nanti, aku jarang ke rumah, suamiku pun begitu tak bisa memeluk hangat Emak dan Bapak.

Tahun ini tak bisa mudik. Ramdhan yang dinantikan  terasa hambar nampaknya. Tak ada sapa, tak ada doa bersama di dalam masjid, tak ada suka cita anak-anak yang membangunkan sahur, suara alunan petasan, anak-anak yang berlari kecil menunggu Adzan magrib.

Jujur Aku kangen, kangen Rumah. Kangen bercengkrama dengan Mama dan Bapa beserta saudara, kangen merawat bunga, memberishkan rumah, blusukan tiap pagi ke Pasar Sayuran lalu berlama-lama di dapur. Menyiapkan menu makanan untuk Si kecil dan Sibesar.

Di lantai 2 belum sempat aku menulis tentangmu, dan menatap awan di balkon. Semoga semua ini berakhir, biarku bisa menuntaskan kangenku ini. Semoga!!!

Continue Reading

Review Buku Bacakilat 3.0 – Hacks The Way You Read

Oleh : Mamak Gibran (Yunita Indriani)

dok. Pribadi

Mulanya saya memiliki buku ini saat mengikuti Pelatihan Bacakilat di Perpustakaan Nasional Jakarta pada tangal 25 Agustus 2018. Ada untungnya mengikuti pelatihan tersebut, selain mendapat ilmu yang banyak saya pun jadi tahu tentang letak Perpustakaan Nasional di Jakarta, sangat megah.

Bersama Penulis Buku Bacakilat

Buku ini cocok dan saya sangat rekomendasikan buat teman-teman khususnya buat saya pribadi yang memang merasa kesulitan dalam mencapai pemahanan tinggi dan lama dalam menuntaskan dalam membaca buku.

Buku Bacakilat 3.0 ditulis oleh Agus Setiawan dengan penerbit buku Aquarius ber-ISBN 978-602-74969-1-0 berjumlah 180 halaman. Buku yang saya baca ini kebetulan merupakan cetakan keenam tahun 2018. Buku ini menurut saya sangat ringan dibawa dan isi bacaannya sangat mengena.

Buku ini terdiri dari 3 bagian, yaitu:

  1. Mengenal cara membaca buku
  2. Menguasai Bacakilat
  3. Pengayaan

Bagian 1 Mengenal Cara Membaca Buku

Pada bagian 1 ini terdiri dari bagaimana penulis memperkenalkan Mike dan Linda, mengenal pikiran sadar dan bawah sadar, pendekatan membaca konvensional, mengapa membaca biasa cenderung tidak konsentrasi, paradigma umum tentang membaca, tiga cara memproses informasi.

Pada bagian ini dijelaskan bagaimana sering kali kita membeli buku banyak namun jarang sekali menuntaskan membacanya serta barangkali pikiran kita yang melayang-layang saat membaca membuat kita menghabiskan waktu tanpa memahami dan meningkatkan diri kita. Oleh sebab itu dengan atas dasar tersebut Agus Setiawan Penulis Bacakilat menjelaskan bagaimana mengenal cara membaca buku. Pada bab ini jika kita ingin membaca meningkatkan pemahaman apa yang kita baca maka kita harus melibatkan pikiran bawah sadar.

Dalam mengenal cara membaca buku, membaca harus memahami semua yang penulis sampaikan. Tujuan akhir membaca adalah untuk mendapatkan 100 persen apa yang kita butuhkan. Bukan 100 persen apa yang penulis sampaikan. Jadi yang menjadi pusat adalah kita sendiri (Hal 27). Contoh halnya jika kita membutuhkan 20 % dari buku itu, dalam arti isi buku itu hanya 20 % yang bisa membantu kita untuk mencapai tujuan membaca yang kita inginkan. Maka sah saja jika kita hanya mengambil 20 % tersebut.

Pada bagian ini juga dijelaskan bagaimana pentingnya membuat tujuan membaca. Tujuan yang personal, yang menjawab kebutuhan kita. Sebab membaca adalah ‘personal busines’, bukan untuk orang lain. Apa yang kita dapatkan dengan orang lain dapatkan bisa berbeda. Meskipun kita sedang membaca buku yang sama, karena latar belakang yang berbeda, referensi yang berbeda, kita berhak memperlakukan buku tersebut sebagai pelayan dari tujuan kita.

Pada bagian 1 bab 6 dijelaskan bagaimana 3 cara memproses informasi. Dalam memasukan informasi ternyata otak kita itu  bisa melalui tiga cara yaitu melalui pikiran sadar yang disebut conscious processing, tidak melalui pikiran sadar  ada dua, subliminal processing dan preconscious processing.

Bagian II Menguasai Bacakilat

Bacakilat ini lebih menekankan proses membuat pikiran bawah sadar menjadi familiar.

Pada bagian II ini terdiri dari 5 bab yaitu; Konsep daya ungkit MED, memperkenalkan sistem bacakilat, tahap pertama: Tinjau awal, tahap kedua: bacakilat; tahap ketiga: Aktivasi manual.

Konsep daya ungkit MED (Mininum Effective Dose). MED adalah sebuah konsep yang harus kita pegang dalam melakukan apapun dalam kehidupan kita. Karena kita tidak bisa melakukan semuanya. Tapi kita bisa melakukan hal terpenting yang harus kita lakukan (hal 50). Pada bagian II ini dalam membaca dijelaskan tentang peranan MED dalam membaca. Pertama saat kita melakukan tinjauan awal, pada tahap ini kita harus menentukan tujuan yang jelas, spesifik, tajam dan sempit supaya informasi yang kita inginkan benar-benar tepat dan penting, kita pun dijelaskan bagaiamana langkah Bacakilat dalam MED menggunakan membaca satu halaman dalam satu detik. Selain itu, inti bagian kedua ini merupakan dari tahapan untuk menguasai sistem bacakilat.

Bagian-bagian penting yang jangan dilewatkan dan merupakan catatan untuk saya bagaimana menguasai backilat diantaranya;

Tahap Kesatu: Cara Melakukan Tinjauan Awal ke  Buku (hal 62);

  1. Baca kaver depan
  2. Baca kaver belakang
  3. Baca daftar isi
  4. Membuat kesimpulan buku tersebut membahas apa
  5. Mengelompokkan buku ke dalam 3 kelompok: dicicipi, ditelan, dan dikunyah cerna
  6. Menimbang apakah buku/artikel tersebut layak dibaca lebih lanjut sekarang, dan
  7. Membuat tujuan yang jelas mengandung apa dan mengapa kita ingin membaca buku itu

Tahap Kedua: Bacakilat  ;

  1. Kondisi genius. Kondisi genius adalah sebuah kondisi rileks dan waspada yang membuat pikiran kita tenang dan bisa belajar dengan optimal. Pada kondisi ini sangat penting dalam belajar. Pada tahap kedua ini penulis memberikan pelatihan gratis berupa video teman-teman bisa klik http://onlinecourse.id/ultimate-reading di sana dijelaskan bagaimana cara melatih untuk berada di kondisi genius
  2. Afirmasi pembuka. selanjutnya jika kita sudah berada dalam keadaan kondisi genius, selanjutnya kita membaca satu halaman perdetik sebagai afirmasi. Afirmasi pembuka ini dinyatakan untuk membuat, mengkondisikan, dan meminta pikiran bawah sadar untuk melakukan apa yang ingin kita inginkan.
  3. Bacakilat (didalamnya ada PMR dan cara membalik buku yang baik). di buku tersebut dijelaskan bagaimana kita harus melatih PMR (Pandangan Mata Reseptif), penjelasannya dari hal 80-90).
  4. Tutup buku dengan penuh keyakinan
  5. Afirmasi penutup
  6. Visualisasi

Tahap ketiga: Aktivasi Manual (hal. 96);

  1. Lewati masa inskubasi
  2. Review
  3. Memindai menjelajahi
  4. Mindmapping

Bagian III Pengayaan

Bagian ketiga ini membahas tentang; dua puluh jam masa kritis pennguasaan Bacakilat, instuisi dan peranannya dalam kehidupan, aplikasi Bacakilat pada buku akademis, aplikasi Bacakilat pada berbagai hal, dan mari kita mendalami.

Salah satu bonus yang bisa kita dapatkan dari proses melakukan bacakilat adalah kita bisa mendapatkan aktivasi otomatis. Aktivasi ini terjadi karena database di bawah sadar terpicu oleh kegiatan atau pertanyaan yang spontan terjadi kehidupan kita. Dibagian ini dijelaskan jika semakin baik relasi pikiran sadar dan bawah sadar semakin tinggi pula kemungkinan kita mendapatkan aktivasi otomatis.

Cara meningkatkan aktivasi otomatis (hal. 144) ini merupakan bagian catatan penting untuk saya;

  1. Lakukan aktivasi manual lebih sering, minimal seminggu 2 buku. Koneksi antara pikiran sadar dan bawah sadar dakan semakin baik
  2. Bacakilat 5 sampai 10 buku perhari selama sampai 3 bulan berturut-turut
  3. Sadari aktivasi otomatis yang terjadi dalam kehidupan kita dan hargai dengan menyadari dan beryindak mengikuti aktivasi otomatis Anda (instusi)
  4. Kesuksesan akan menghasilkan kesuksesan besar.

Secara keseluruhan membaca buku bacakilat ini dapat meningkatkan kita untuk bisa menuntaskan baca buku dengan mencapai 100% tujuan membaca. Di sini dijelaskan kita jika ingin menerapkan bacakilat harus dibarengi dengan praktik nyata supaya apa yang ada dipkiran bawah sadar dapat terlibat dan apa yang kita inginkan terwujud tujuannya.

Selain bukunya bacakilat, Agus Setiawan pun mengadakan pelatihan baik online maupun offline (tatap muka) tentang bagaimana menerapkan Bacakilat 3.0, buat teman-teman yang tertarik mengikuti pelatihan baca kilat, bisa langsung cari di IG nya pa Agus Setiawan atau Bacakilat. Dijamin tidak akan menyesal. Selamat menjelajah!!!

Continue Reading