Catatan untuk Putraku

Tadi pagi saat dalam perjalanan. Saat mengantar Mas Gibran berangkat ke sekolah. Seperti biasanya saya bercakap-cakap.

“Iban Bunda punya catatan untuk Iban ditulis tangan Bunda sendiri. Ini warisan dari Bunda yang tidak ternilai harganya.Bunda tidak tau umur bunda sampai kapan dan menemani Iban sampai kapan. Kelak jika kangen Bunda, Iban buka buku catatan dari Bunda ya. Nanti jaga yaa…Sesederhana itu”.

Malamnya, saya berikan catatan itu. Dibaca halaman pertamanya ya..

“Ca…ta…tan…un..tuk..Iban”

Dia belum lancar baca jadi dibaca persuku kata. Bunda bisa gak Bunda buat catatan untuk Iban sampai Full buku ini?katanya

ya bunda bisa.

Tiap subuh saya rajin menulis tiap kata demi kata dengan tulisan tangan yang berisi nasihat. Kelak, tulisan tersebut bisa dibaca berulang-ulang kali.

Tak banyak yang bisa saya berikan untuk Putraku selain ilmu tentang kehidupan. Bagaimana cara bertahan hidup, berkomunikasi dengan orang sampai dengan bagaimana belajar yang baik yang saya tuangkan dalam tulisan berdasarkan pengalamang tersebut berupa nasihat-nasihat.

B.J Habibie berkata jadilah mata air di sekitar kita. Harapan Bunda semoga Iban bisa menjadi mata air disekitarnya. Aamin Yaa Rabbalamiin

https://www.instagram.com/reel/ChUsN5csU-j/?igshid=YmMyMTA2M2Y=

.

You may also like