Hilangnya Suka Cita Ramadhan di Tengah Bayang Covid 19

gbr. titikdua.net

Mendengar dan membaca yang berseleweran di beranda fb, statatus WA tetang Ramadhan, sholat terawiih di rumah, sholat ied di rumah bahkan  lebaran pun di rumah. Ada rasa sedih dalam hati. Separah ituhkah makhluk kecil yang tak terlihat.

Entah sampai kapan ini berakhir Yaa Rabb. Sebagai perantau menjerit. Momentum Lebaran setahun sekali itu justru yang ku nanti, aku jarang ke rumah, suamiku pun begitu tak bisa memeluk hangat Emak dan Bapak.

Tahun ini tak bisa mudik. Ramdhan yang dinantikan  terasa hambar nampaknya. Tak ada sapa, tak ada doa bersama di dalam masjid, tak ada suka cita anak-anak yang membangunkan sahur, suara alunan petasan, anak-anak yang berlari kecil menunggu Adzan magrib.

Jujur Aku kangen, kangen Rumah. Kangen bercengkrama dengan Mama dan Bapa beserta saudara, kangen merawat bunga, memberishkan rumah, blusukan tiap pagi ke Pasar Sayuran lalu berlama-lama di dapur. Menyiapkan menu makanan untuk Si kecil dan Sibesar.

Di lantai 2 belum sempat aku menulis tentangmu, dan menatap awan di balkon. Semoga semua ini berakhir, biarku bisa menuntaskan kangenku ini. Semoga!!!

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *