Liburan Asyik Bersama Keluarga

Jumat kemarin, 24 November  2017 adalah hari libur nasional dan Sabtu juga kebetulan libur di sekolah. Wuah asyik liburan 2 hari. Seminggu sebelumnya Mas Gibran sakit panas tinggi dikarenakan ditinggal Bapaknya ke Pontianak. Waktu itu dijalanan banjir besar  dan Bapaknya buru-buru berangkat karna harus check in juga dia membawa tanggung jawab yang besar kalau semisalnya terlambat pasti akan ada masalah besar.

Sebagai istrinya yang sangat setia mendampingi :D, saya mencoba membantu mempesankannya Grab untuk menuju lokasi karena situasi tidak memungkinkan waktu itu kondisi macet dan banjir besar saya batalkan dan satu-satunya jalan terakhir adalah mamang ojeg. Lalu siapakah yang mau pada jam 2 dini itu? Setelah mencoba Mang Acum. Akhirnya Mang Acum meng-iya-kan mau mengantar.

Selama dalam perjalannan Bapaknya gelisah  dan sampai nangis saking belum ketemu tempat yang dituju dan muter-muter di sana. Saat itu pula saya berdo’a juga berdzikir semoga sampai tujuan, dilancarkan dalam perjalanannya dan tidak telat check in.

4 hari saya ditinggal Bapaknya, selama itu pun galau 😀 lantaran Mas Gibran sakit kangen Bapaknya sedang waktu kesulitan berkomunikasi dengannya.

Sepulang dari Pontianak sedikit terjadi perbincangan-perbincangan yang sangat panjang, dalam rumah tangga  kerikili-kerikil itu adalah bumbu pernikahan. Kerikil-kerikil itu dapat mengindahkan pun sebaliknya. Kami memutuskan untuk selalu mencoba saling mengerti dan menerima keadaan satu sama lain serta mempertahanankan rumah tangga sampai akhir maut memisahkan dan semua terlepas demi perkembangan Mas Gibran supaya tumbuh menjadi anak yang hebat.

Bapaknya bilang Bun, apa kita akan jadi ikut gathering family di Poltek? Masalahnya sudah didaftarkan dan kita juga sudah dapat kaosnya.

Saya bilang nanti lihat hari Kamis ya. Semoga hari Kamis Mas Gibran membaik.

Dari saat itu pun saya berikan sugesti kepada Mas Gibran bahwa dia akan lekas sembuh. Katanya pikiran dan ucapan seorang Ibu adalah do’a dan kita harus hati-hati dalam berpikir serta berdo’a jangan sampai yang tidak baik-baik takutnya menjadi kenyataan. Saat itupun saya memutuskan untuk mengucapkan dan berdoa yang baik-baik saja. Alhasil, alhamdulillah Mas Gibran lumayan membaik.

Hari Jumat, 24 November 2017

Akhirnya waktu yang ditunggu-tunggu pun tiba. Ada kejadian yang tidak terlupakan saat di mana tiba-tiba Mas Gibran itu bangun jam 3 pagi langsung ke tempat ruang tamu, padahal biasanya jam-jam segitu dia minta nyusu. Ini bukan minta nyusu melainkan nunjukin samping, :P.

Saat Bapaknya, mau keluar dia langsung menangis. Takut ditinggalkan :D. Setelah perbincangan panjang yang menguras air mata juga pikiran dengan adanya piknik ini seperti terobati rasanya. Ini mungkin yang pertama kita bersama-sama menikmati liburan gratis di acara gathering Politeknik Al-Islam Bandung. Kebetulan Bapaknya mempunyai jatah istri serta anak untuk ikut serta liburan.

Dalam perjalan pagi-pagi kita diberi snack serta cemilan. Sesampai di Jakarta McDonald dan uang saku buat jajan. Wuah klo yang ini Emak-emak pasti senang wkwk. Dalam hati saya bilang, nih uda gratis dikasih uang saku pula. Sering-sering deh kayak gini lol.

 

Selama dalam permainan di Dunia Fantasi Mas Gibran nampak senang, dan yang paling mengherankan adalah mendadak nafsu makannya meningkat.

Sorenya kita makan parasmanan di Rumah Makan Simpang Raya yang masih dekat dengan lokasi Dufan. Bis dalam perjalanan lumayan asyik. Jadi inti pikniknya sangat mengasyikan. Terima kasih yaa Ayah juga Politeknik Al Islam yang sudah mengadakan acara Gathering Family ini, semoga tahun depan kita masih bisa merasakan acara seperti ini lagi. Aamiin YRA 🙂

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *