Mendadak Melow – Catatan Mamak Gibran

Terkadang kita diberikan rasa kesepian yang mendalam, agar sadar betapa berharganya sebuah kebersamaan

-Pepatah-

Merasa melow karna melihat kedekatan Mas Gibran dengan kakeknya begitu erat. Sebenarnya sebuah keterpaksaan memang selama kurang lebih seminggu kebersamaanku bersama Mas Gibran sedikit berkurang, sebagai penggantinya ada Bapak yang ikut serta menjaga Mas Gibran.

Pada akhirnya Bapak harus pulang, dan pada saat itu entah mengapa merasa melow teramat, terlebih saat memutarkan video ini.

Di terminal, dibalik punggung bis, bocah yang berusia 3 tahun itu menancapkan doa dengan kepolosannya berteriak hanya sekadar mengucap Kakek hati-hati berulang-ulang sampai punggung bis itu beringsut memudar, tak terlihat. Bocah itupun gontai seketika bersamaan angin yang meniup ke bulu-bulu rambutnya.

Memang di tempat ini, kami hanya berdua tinggal saja, tentunya sebuah perpisahan adalah momentum yang mendalam. Kebersamaan yang hanya sesaat menyisakkan banyak cerita.

Sedangkan aku hanya bisa menangis tersedu-sedu selama dalam perjalanan, entah mengapa hati terasa melow dan sepi. Saat itu, hanya bocah ini yang masih bercerita tak tahu apa-apa sambil menatap tajam ke belakang serta mengusap, Nda jangan nangis ada Mas di sini, Nda harus kuat, katanya sambil tersenyum dan bercerita. Motorpun terus melaju.

Tambahlah hatiku tergoncang melihat kepolosan bocah 3 tahun itu, terlebih dia memberi semangat yang terkadang tak habis pikir bocah seusia itu bisa berpikiran jauh seperti itu.

Terima kasih yaa kakek (Bapak) atas segenap waktu dan perhatiannya, semoga Bapa dan Mama diberikan kesehatan begitupun sebaliknya untuk mertuaku yang jauh di sana Emak dan Bapa. Aamiin Yaa Rabballamiin

Pangan daran, 01 Agustus 2019

#CatatanMamakGibran

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *