Mas Gibran Selamat Beranjak 3 Tahun Yaa..


” Tuhanku… Bentuklah puteraku menjadi manusia yang cukup kuat untuk mengetahui kelemahannya ” Douglas Mc Arthur

Hari ini tepatnya 30 Juli di 3 tahun yang lalu Mas Gibran lahir tepat pada pukul 6.24 di Bidan Dillah dengan kelahiran normal.

Tak banyak yang Bunda ucapkan selain, doa yang tulus semoga engkau kelak pun saat ini menjadi lelaki yang kuat dan memahami kelemahan, Menyayangi Bunda dan Ayah, memiliki jiwa pemberani dan memahami arti sebuah tanggungjawab, jujur, beriman, cekatan, ulet, sholeh serta terbaik menjalani waktu.

Di usia 3 tahun ini bermainlah, berbahagialah selaiknya anak-anak pada umumnya.

Maafkan Bunda yaa Mas, Bunda belum bisa merayakan ulangtahunmu. Insya Allah suatu saat kita rayakan ulangtahunmu dengan penuh kebahagiaan.

Semangat dan sehat selalu yaa Mas,,,,

Dari Bunda

Continue Reading

Pengalaman Mengikuti Pembatik Duta Rumah Belajar

Meskipun saat ini saya sedang menunggu hasil kelulusan level 2 Pembatik dalam pemilihan Duta Rumah Belajar. Namun banyak hal yang ingin saya ceritakan terutama menambahnya relasi dan ilmu tentunya.

Meskipun ya lolos atau tidaknya. Jika lulus ya Alhamdulillah, jikapun tidak ya tidak apa-apa.

Saya berterima kasih kepada Ibu Juju serta Bapa Arif (Duta Rumah Belajar 2018) yang begitu sabarnya menjawab pertanyaan kami, jika kami dalam kesulitan. Dalam kesibukan beliau ini bisa sigap menjawab semua pertanyaan dari kami.

Pembatik ini terdiri dari 4 level. Keuntungannya setiap levelnya akan mendapatkan sertifikat.

Awalnya dapat info tentang Portal Rumah Belajar ini dari group WA SEAMEO. Tanpa lama-lama saya klik dan mengiyakan.

Rumah Belajar adalah salah satu portal yang didirikan pada 15 Juli 2011. Yang didalamnya berisi tentang berbagai konten bahan ajar yang dapat dimanfaatkan oleh Pendidik maupun Peserta didik dari TK, SD, SMP, sampai SMA/SMK semuanya diantaranya;

  1. Sumber Belajar
  2. Buku Sekolah Elektronik
  3. Bank Soal, Laboratorium Maya
  4. Peta Budaya, Wahana Jelajah Angkasa
  5. Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan, dan Kelas Maya.

Adapun Fitur Pendukung, yaitu
1. Karya Guru
2. Karya Komunitas
3. serta Karya Bahasa dan Sastra

Rumah Belajar memiliki jargon belajar di mana saja, kapan Saja, dan dengan siapa saja

Semuanya bisa di akses di laman https://belajar.kemdikbud.go.id/Dashboard/

Bagi Bapak dan Ibu guru yang menyukai semacam pelatihan/ diklat Rumah Belajar pun memiliki portal yang bisa diakses khusus http://simpatik.belajar.kemdikbud.go.id/

Keuntungannya jika daftar di laman tersebut
http://simpatik.belajar.kemdikbud.go.id/ yaitu dapat mengikuti pelatihan/diklat secara gratis (tidak bayar) yang keuntungan nantinya selain mendapatkan ilmu juga mendapatkan sertifikat.

Selain itu Rumah Belajar dapat di unduh di Play Store. Yuk kita manfaatkan dan ceritakan tentang Rumah Belajar kepada siapa saja orang tua, juga anak didik kita.

Selamat Mencoba ya…

Continue Reading

Melulu Kangen

Bukan hal yang mudah bagi pejuang LDR. Bertemu kekasih lalu berpisah kemudian.

Tentang purnama yang berada di langit sana, tentang sebuah jejak pena yang harus tersampaikan. Aku dan Mas Gibran tentunya akan merinduimu, kekasihku. Meskipun berat rasanya beban kerinduan ini. Habisnya kamu ini, ngangenin.

Rindu, kangen sejenis penyakit yang obatnya yaa ketemu. Namun tak ketemu, biarlah air mata dalam doa ini menyampaikan kerinduan ini.

Kamu, di sana aku di sini. Pastinya orang-orang yang maha benar berkata ya, daripada mengejar karir ya mending serumah. Percayalah, bahwa kita selamanya tak akan berjauhan seperti ini. Semuanya pasti ada waktunya.

Kekasihku, seminggu sekali ke sini. Jika ada pekerjaan yang tak bisa ditinggalkan di undur menjadi 2 Minggu sekali. Namun, kita tetap sabar dan tabah menanti.

Lalu kita menangis bersama setelah bis mulai datang dan akan melaju. Namun, Mas Gibran adalah bocah yang paling kuat. Dia tak menangis jika kamu berankan naik Bis. Dia menyalamimu, menciumi pipimu serta keningmu dan melambaikan dadah. Sedangkan Aku dalam motor pada perjalan pulang mengantarmu ke Pool Budiman airmata bersama kerinduan ini jatuh diiringi angin sepoi-sepoi, tak karuan sebenarnya namun tetap tabah.

Diluaran sana, masih banyak milyaran para pejuang LDR. Mereka tabah dan baik-baik saja kok. Mungkin Aku aja yang terlalu cengeng atau belum terbiasa, kayaknya.

Kekasihku, sampai dan selamat, jaga kesehatan yaa . Tetap ngingetin jangan lupa olahraga ya…dan doain kita di sini

Sampai ketemu di seminggu atau dua minggu kemudian.

Dari Si Kangen,,,,

Istrimu yang Manis ini :p

#catatanpejuangLDR

Continue Reading

Catatan Sang Perantau

Sidomulyo, Pangandaran

Sudah hampir 20 hari, aku berada di tempat perantauan. Banyak suka dan sedih. Sukanya adalah karena bisa mengenal adat istiadat, budaya, dan mengenal tempat baru (sungguh Indonesia itu sangat kaya).

Merantauku ini tak lain demi mengabdi pada Negara ini, Indonesia. Dan perjalanan hidupku berlabuh di sini, Pangandaran.

Kalau boleh kukatakan, aku mulai jatuh cinta pada Pangandaran, jatuh cinta akan pesona alamnya serta rasa kepedulian, empati masih nampak terlihat serta jatuh cinta pada anak didik yang masih memegang kesahajaan.

Sedihnya  mungkin harus meninggalkan kampung halaman yang sudah membesarkanku sampai kurang lebih 30 tahun ini, berpisah dengan keluarga besar, Bapak, Mama, saudara dan terlebih suami.

Sulit rasanya harus berpisah tempat dengan suamiku, bayi besar. Segala apapun aku sangat ketergantungan padanya. Dan ditempat baru ini aku harus benar-benar mandiri dengan ditemani Mas Gibran.

Banyak yang menyarankan agar Mas Gibran tinggal di Bandung. Sebenarnya bukan tak ingin namun tak kuat untuk berpisah dengan anak yang dilahirkan oleh rahimku, terlebih dia masih kecil dan membutuhkan kasing sayang sang Ibunya. Aku ingin melihat tumbuh kembangnya, dan mendidik pengembangan kurikulum untuknya di usia dini.

Aku menyakini bahwa kelak bisa berkumpul lagi dengan suamiku, keluarga kecilku. Doaku semoga Allah menjaga bayi besarku. Maafkan istrimu ini yang biasanya menyiapkan baju kerja, menyiapkan sarapan, makan, menjaga rumah, serta menyambut kepulangan kerja tiap magrib pun malam. Sekarang untuk sementara kita harus benar-benar mandiri. Meskipun kita tak seatap namun hati ini tetap seatap. Percayalah bahwa istrimu ini akan menjaga kesucian pernikahan kita. Aamiin Yaa Rabballamiin

Selamat Pagi Pangandaran, aku jatuh cinta padamu.

**

Continue Reading

Seuntaian Kata untuk Suamiku

Hallo Bayi Besarku, maaf yaa jika Bunda belum menjadi seorang istri yang terbaik, mohon bersabar yaa jika Bunda banyak salahnya. Bunda pun berharap Ayah bersabar untuk menghadapi Bunda. Intinya kita harus saling melengkapi, menguatkan dan membutuhkan.

Lantaran kita memiliki Mas Gibran dan tentunya Mas Gibran ingin memiliki keluarga yang utuh, biar generasi/keturunan kita memilki garis keturunan yang utuh.

Dalam pernikahan sudah tidak biasa lagi bahwa berselisihpaham/pertengkaran itu akan dialami, namun ketika kita bertengkar kita harus ingat tujuan untuk menikah itu apa, dan mengingat kembali kenangan kita sebelum menikah.

Selama itu permasalahan bukan dari perselingkuhan atau sejenisnya, mungkin perselisihanpaham itu bisa diselesaikan.

Dalam pernikahan kita harus ada yang saling mengalah.

Bunda beberapa hari ini sangat melow terasa karna sebentar lagi kita akan LDR-an, huhu. Sedih, berat rasanya karna selama ini jujur Bunda sangat ketergantungan sama Ayah.

Ayah yang selalu bantuin Bunda mencuci baju, memasangkan gas (jujur memasangkan gas yang sangat sulit bagi Bunda), menaikan galon ke dispenser, mengantar Bunda ke sana-kesini, dll.

Tapi percayalah pada Bunda, Bunda akan menjaga pernikahan ini. Demikianpun Bunda harapkan semoga Ayah menjaga kesucian pernikahan ini. Bunda sangat percaya sama Ayah, dan Bunda titipkan rasa kepercayaan Bunda, rasa cinta Bunda di hati Ayah.

Oya, Ayah tahu tidak Bunda membuatkan vidio ini sangat butuh perjuangan, Bunda harus menunggu sekolah sepi dan itu sebenarnya menakutkan/horor.

https://www.youtube.com/watch?v=avXbhBa9ZH

Continue Reading

Ulang Tahun Mas Gibran di Panti Asuhan

Tak terasa Mas Gibran sudah 2 tahun sekarang mau hampir berusia 3 tahun tepatnya di bulan Juli nanti. Maaf Bunda baru post tulisan ucapan selamat ulang tahun ini yaa Mas di rumah Bunda ini.

Sebenarnya Bunda ingin merayakan ulangtahunmu bersama teman-temanmu, tapi setelah Bunda pikir-pikir lagi mungkin ada baiknya kita merayakan sederhana bersama anak yatim piatu di Panti Asuhan.

Setelah Bunda cari-cari tempat Panti Asuhan di sekitar Rancaekek, maka jatuhlah ke Panti Griya Alfalah, buat Bunda yang sedang mencari Info Panti Asuhan tinggal klik http://griyayatimdhuafaal-falah.blogspot.com/ .

Alasan kenapa Bunda memilih di Panti Asuhan, semata-matanya hanya ingin berbagi dan mengajarkan Mas Gibran tentang kepedulian terhadap sesamanya, bahwa kita patut bersyukur di luar nan jauh di sana mereka merindukan sesosok orang tua yang lengkap, Ayah dan Ibunya.

Kukatakan padanya bahwa Mas adalah orang yang paling beruntung karna Mas memiliki orangtua yang lengkap.

Bunda bahagia karna pada ulang tahun Mas Gibran bisa membuatkan bolu untuknya, diicip alhamdulillah sama persis rasanya seperti di toko kue.

Entah kenapa ada rasa kebanggan sendiri bisa membuatkannya kue ulang tahun, serta menjahitkannya kaos atasan plus celana meskipun hasilnya sangat tidak terlalu bagus namun yang terpenting ada usaha Bunda untuk membuatkannya dan PR untuk Bunda yaa Mas, Bunda ingin belajar menjahit itu keinginan atau rencananya Bunda. Bunda ingin bisa menjahitkan baju untukmu juga Ayah.

Oya, apakah Mas Gibran sudah siap untuk punya adik lagi?

Membuat Bolu untuk Mas Gibran


Continue Reading

Cara Mulus Menyapih Anak Tanpa Rewel

Bisa memberikan ASI pada anak itu adalah anugrah dan suatu kebanggan bagi seorang Ibu termasuk saya. Mengalami getir, suka dan duka dalam menyusui itu benar-benar saya alami. Saya kala itu tak pernah menyerah bagaimana caranya supaya stok ASI terukupi dan lancar.

Hari ini, tepatnya Minggu 11 November 2018 akhirnya saya memutuskan untuk menyapih Mas Gibran tepat di usianya 29 bulan (2 tahun 4 bulan). Pengalaman saat saya menyapih Mas Gibran benar-benar tidak rewel, ini diluar dugaan  soalnya saat sharing dengan teman-teman tentang bagaimana pengalamannya saat menyapih anak, katanya jangan kaget jika rewel.

Sangat bersyukur telah dikarunia sesosok Mas Gibran yang dari bayi sampai sekarang dia memang benar-benar anak yang sabar dan penuh tanggung jawab, menyayangi orang tuanya sendiri sudah nampak.

Saya dalam mendidik anak tidak membedakan bahwa saya ini adalah seorang Ibu dan Mas Gibran adalah anak. Saya selalu menajdikannya dia  sebagai partner dan teman. Tiap malam rutinitas saya selau cerita tentang kejadian tiap hari, entah dia mengerti atau tidak tentang apa yang saya ceritakan. Lalu saya selalu memancing untuk dia bererita apa yang ia lalui dihari ini. Di sini ada keterampilan berbicara, salah satu keterampilan ini adalah bekal untuk ia kelak.

Di kala sedang memasak, ataupun bersih-bersih rumah saya selalu melibatkannya. Saya selalu meminta bantuan padanya (di sini adalah penanaman rasa tolong menolong dan sebuah tanggungjawab).

Di rumah dia bebas mau melakukan apapun asal jangan melukai dirinya sendiri, mau coret-coret dinding, main air atau apapun. Saya tidak pernah melarangnya kecuali itu membahayakannya (di sini rasa kreativitas anak tumbuh).

Jika saya menginginkan dia tumbuh jadi anak yang senang belajar, tahan banting, penuh juang maka hal yang saya lakukan adalah saya harus memberinya sebuah contoh padanya.

Sebisa mungkin jika saya sedang marah atau pun apapun tidak berbicara hal-hal negatif, karna ucapan adalah sebuah doa.

Wuah ceritanya kemana-mana yaa Bunda,
Baiklah Bunda, pengalaman saya saat menyapih anak suapaya tidak rewel:
1. Ikhlas, kita harus benar-benar 100 persen ikhlas tanpa paksaan harus dalam diri kita sendiri.
2. Memeberikan lipstik di area puting
3. Memeprlihatkan dan bilang padanya jijik (dia pun ikut jijik, dan enggan nyusu yessss..berhasil :))

Jam 10 malam, pas dia ingin tidur dia benar-benar tidak minta nyusu, paling dia minta kue. Tapi sayang stok kue habis, di sana saya merasa sedih soalnya warung sudah tutup. Jadi, nanti harus disiapkan makanannya yaa mom. Ini suasana malam hari saat Mas Gibran tidur, benar-benar tidak rewel, alhamdulillah.


Semoga anak kita tumbuh menjadi anak yang sholeh/sholehah yaa Mom dan bisa menjadi mata air bagi sekitarnya.

View this post on Instagram

Merayakan hari Kemerdekaan di kompleks Putraco Gading Permai,,, Ini pertama kalinya Mas Gibran ikutan sepeda santai. Awalnya tadi gak akan ikutan dan maunya menikmati hari libur sambil menonton pengibaran benderanya merah putih di TV. Tapi, saya mikir lagi. Mas Gibran butuh sosialisasi, butuh mengenal dunia luar, dan ini pengalaman untuknya. Saya pun tengah malam berusaha merias, dengan bahan tidak ada sedikit pun akhirnya ngetuk2 rumah adik @amour.exchange tepat jam 12 malam 😁 bahan-bahan kertas sisa saya manfaatkan sebaik mungkin. Tak ada kertas, kresek hitam pun jadi. Kata suami ayo tidur Uda jam 3 subuh, nanti dulu tanggung, ucap padanya. Meski ini sangat sederhana hiasannya, tapi Bunda bikinkan sepenuh hati. Selamat merayakan kemerdekaan RI Yaa Bunda semua.. 😊 #CatatanMamakGibran

A post shared by yunita indriani (@yunita_indriani) on

Continue Reading

Puisi untuk Suamiku

kutulis puisi bait demi bait
untuk suami tercinta
yang selalu di hati

Kau tahu, sebelum terbit fajar
dan matamu masih terlelap
terkadang aku berpikir
tentang apa dan hal apa yang kau suka
dan tak kau suka

seberusaha menghindari yang tak disuka
dan mendekati suka

kamu suka makan ini, sedang anak kita tidak suka
lalu, aku masak keduanya

Pagi sekali,
Aku menawar-nawar ke sang penjual
agar uang yang kubawa cukup
lalu recehan ku simpan dalam kencleng

siang aku meninabobokannya
dan mendoakan keberkahan untuk kita
mendoakan rezeki mengalir untukmu
karir, rezeki, kesehatan, juga keberuntungan

sore memandikannya
memberi ia makan
terkadang harus lari-lari kesana kemari
merajuk agar lahap makan
saat itu pula
aku memikirkan menu makan apa yang
harus dihidangkan saat kau pulang kerja

Magrib, saat kou pulang
Kusiapkan baju pengganti untukmu
Kuajarkan anak kita untuk menyambut penuh
Mengucap salam
Ada sedikit lega saat itu,
Aku ingin menghela napas sejenak.

Lalu, anak kita lincah berlari-lari
Kumatikan ponsel saat itu
Kita pun menemaninya

Maafkan aku, suamiku
lantaran
terkadang aku melupa
mengoles lipstik merah
pun sekedar menggantungkan celemek

Maafkan aku, suamiku
lantaran
aku terlelap tak disengaja
di saat mengelon anak kita

Suamiku, kudoakan kebaikan untukmu
Agar kau selalu menjadi yang terbaik
dimanapun berada
Dan deras rezeki mengalir ditiap langkahmu.

Kutitipkan rasa cinta abadi ini
untuk kita rawat bersama

(Yunita Indriani, Bandung September 2018)

Continue Reading

Menakjubkan Sekarang SKCK Bisa Delivery!

SKCK ini yang diadakan oleh Polres Bandung dikhusukan bagi masyarakat yang ingin merubah keperluan atau perpanjang SKCK. Hal ini sangat memudahkan kita dalam segi waktu, ongkos dsbnya. Jadi sekarang kita tidak perlu panas-panasan, dan antri.

Nah, syarat apa saja yang harus disiapkan?

  1. Harus memiliki Kartu Sidik Jari
  2. Mengisi daftar online https://bit.ly/2OU6JKf 

Sebelum mengisi teman-teman bisa baca aturan dari Polres Bandung

  1. Biaya PNBP SKCK sebesar Rp. 30.000,- di transfer ke rekening BRI (Bank Rakyat Indonesia) Bendahara Penerimaan Polres Bandung an. BPN Polres Bandung, rekening tersebut bukanlah milik petugas SKCK Polres Bandung namun menyatu dengan rekening penyetoran SIM, STNK, BPKB dan SKCK jadi pastikan apabila setelah transfer harus memiliki bukti transfer dan mengirimkan bukti transfer ke petugas SKCK melalui Whatsapp 081388060647, untuk Nomor Rekening akan diberitahukan oleh petugas SKCK melalui Whatsapp.
  2. Jika pemohon SKCK ingin mendapatkan Legalisir SKCK, petugas SKCK Polres Bandung telah bekerjasama dengan tempat Foto Copy yang bertempat di depan Kantor Polres Bandung untuk memfoto copy SKCK milik pemohon SKCK dan dicap legalisir oleh petugas SKCK, dan biaya foto copy tersebut ditransfer ke rekening pemilik tempat Foto Copy. Adapun biaya Foto Copy sebesar Rp. 400,- per lembar, untuk Nomor Rekening pemilik tempat Foto Copy akan diberitahukan oleh petugas SKCK melalui Whatsapp.
  3. Nah, untuk biaya PNBP SKCK dengan FC haruss transfer ke dua rekening yang berbeda, hal ini untuk menghindari  pungli.
  4. Untuk melakukan inovasi SKCK Delivery ini, SKCK Polres Bandung bekerjasama dengan jasa pengiriman yang bisa membayar jasa pengiriman di akhir (dibayar oleh pemohon SKCK ketika berkas SKCK sudah sampai di Pemohon SKCK), yaitu J&T Express dan Grab Express.
  5. Jika pemohon SKCK tidak dalam keadaan urgent / penting banget untuk mendapatkan SKCK, petugas SKCK menyarankan untuk memilih jasa J&T Express karena biaya lebih murah Flat Rp. 10.000,- (sesama wilayah Bandung) perkiraan sampai 2 – 3 hari, namun jika ingin pada hari yang sama sampai, maka pilihlah Grab Express, untuk memperkirakan biaya Grab Express, pemohon SKCK sebaiknya membuka terlebih dahulu aplikasi Grab dan pilih Grab Express, input lokasi Polres Bandung dan rumah Pemohon SKCK.
  6. Berkas SKCK akan dikirimkan pada pukul 14.00 Wib, setelah jam pelayanan selesai.

Sumber Photo: IG Skckonline_polresbandung

 

Semoga bermafaat yaa 🙂

 

Continue Reading

Cara Membuat Cireng Supaya Tidak Meletus-letus

Cireng adalah salah satu cemilan favorit saya. Dalam menyajikan cireng ini bisa di coel dengan bumbu kacang, saos, bumbu rujak atau pun bisa dijadikan Cireng kuah.

Dulu semasa kecil Abah saya (kakek) adalah pedagang cireng, selalu membuat cireng pada saat ba’da Ashar sampai jam 8 malaman dan dijual pada jam 2 dini hari. Saya masih mengingat saat masih kecil, ketika ingin mainan saya selalu diajak sama beliau untuk berjualan cireng tempatnya di Pasar Cicadas, kadang saya jikalau sudah mengantuk berat tidur-tiduran di bawah kolong meja dan hanya dialasi karung bekas (wuah benar-benar berjuang). Dari sana saya belajar bagaimana berjualan, menghadapi konsemen, dan berjuang untuk hidup.

Tanpa mainan atau tidak ada mainan jika waktu itu ingin ikut berjualan mereka tidak pernah menolak, berjualan bareng almarhumah Emak. Saya kadang ikut sendiri ataupun bareng sama Kakak perempuan saya. Jikalau jualannya tidak laku, kami bersama almarhumah Nenek langsung pulang sedangkan Abah mesti jualan di tempat berbeda (sedih juga jika ingat perjuangan mereka). Semoga Almarhumah Emak segala amalnya diterima di sisi Allah SWT, Aamiin Yaa Rabbalallamiin.

Saat sedang proses membuat cireng, saya mengamati betul. Ternyata supaya cireng itu tidak mudah meletus-letuh adalah terletak pada airnya, jadi kita harus menggunakan air sangat mendidih.

Berikut cara pembuatan membuat cireng

Bahan-bahan:

  • Aci (Tepung Tepioka) 1/4 Kg
  • Minyak goreng
  • Air 1,5 gelas

Bumbu:

  • Bawang putih 4 siung
  • Bawang merah 1 siung
  • Bawang daun
  • Ladaku 1/4 bungkus
  • Garam secukupnya (semua takaran bumbu ini sebenarnya disesuaikan dengan feeling kita)

Cara Pembuatan:

  • Ulek semua bumbu sampai agak lembut kekasar-kasaran
  • Masukan air ke dalam panci hingga air sangat mendidih lalu masukan bumbu
  • siapkan aci ke dalam wadah dan tuangkan air yang sudah dicampur dengan bumbu tersebut secara perlahan-lahan, lalu uleni sampai kalis.
  • gorenglah ke dalam minyak yang panas, angkat lalu tiriskan dengan bumbu kacang

Selamat Mencoba yaa Bunda 🙂

Continue Reading