Puisi-Puisi Yunita Indriani dimuat Balai Bahasa Jabar balaibahasajabar.kemdikbud.go.id

Pembekalan Sebelum Ujian

Aku bukan guru
Yang takut kalau engkau
Menjadi orang tanpa gelarmu

Tidak ada kemenangan
Sejati ketika engkau melawan
Kemunafikan dan kesombongan

Bekalmu sebelum ujian
Jangan mencari jawaban
Ingatlah pada Tuhan

Selesaikan, tidak selamanya
Ujian itu cobaan, anakku!

Bandung, 2018

Sekolah Cahaya

Berbeda dari ruang gelap
Di sini aku sangat siap
Menjadi siswa penuh harap
Prestasi selalu kudekap

Tidak bosan kumasuki
Ruang cahaya laksana matahari
Aku menari dan bernyanyi
Ternyata aku alpa
Bahwa jam pulang lewat tak terasa

Aku bahagia di sini
Sekolahku abadi, doaku tiap hari

Bandung, 2018

Kereta Malam di Kiaracondong

Di kaca kereta
Orang-orang tidur dalam mimpinya
Aku menggunting sayapku

Aku terdiam di ujung kursi dan murung
Tidak ada suasana yang sejuk
Hanya lewat pohon besar, gelap
Lebih sunyi dari kesendirian
Tanpa obrolan kecil
Tanpa musik dan pelayan
Sekadar menawarkan bantal sandaran

Aku menginap di sini
Hujan menerjemahkan sepi
Laju kereta seperti waktu memburuku

Bandung, 2018

https://balaibahasajabar.kemdikbud.go.id/puisi-puisi-yunita-indriani/

Hujan di Rancaekek

Bahwa air hujan adalah airmata
Dari pekerja seperti mereka
Mereka yang tenggelam harapannya
Dan siap-siap menikmati pagi buta
Tanpa suara-suara mesin
Tetapi tangis yang sering

Malam tak perlu siang juga ambigu
Mereka hanya memutar lagu
Dangdut lalu pergi ke toko ibu
Beras dan kecap dan telur
Adalah teman pengantar tidur

Kemana mereka mencari
Kerja untuk tungku yang abadi
Lalu siapa yang mereka harap lagi
Seandainya anak sekolah berhenti
Uang jajan diminta berkali-kali
Istri dan suami bertengkar setiap pagi

Bandung, 2018

Biodata Penulis;
Yunita Indriani, lahir di Bandung, 22 Juni 1988. Karya puisi pernah dimuat di Pikiran Rakyat, Indopos, Tabloid Bali, Majalah Cakra. Antologi puisi bersama antara lain, Bersama Gerimis (Majelis Sastra Bandung, 2010), Nun (Indopos, 2015). Sekarang aktif mengajar sebagai Guru SDN Cangkuang 01 Rancaekek Kabupaten Bandung

Selengkapnya klik https://balaibahasajabar.kemdikbud.go.id/puisi-puisi-yunita-indriani/

Continue Reading

Situs Diklat Peningkatan Kompetensi gratis ber-JP untuk Guru dari Kemendikbud Pusdatin Rumah Belajar

Peningkatan kompetensi guru sangat perlu di era ini, sebab perkembangan zaman terus berkembang pesat. Mau tidak mau guru harus mengikuti perubahan zaman.

Pada masa pandemi ini, sebenarnya adalah peluang bagi guru untuk meningkatkan kompetensi. Di dalam Portal Rumah Belajar memiliki fitur Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan simpaTIK (Simpatik Informasi manajemen pelatihan berbasis TIK) dari portal Rumah Belajar.

Pada situs ini banyak sekali pelatihan maupun diklat gratis yang bisa dimanfaatkan oleh bapak Ibu guru khususnya mengenai literasi teknologi. Selain itu, guru seluruh Indonesa berkesempatan untuk menjadi Duta Rumah Belajar mewakili tiap provinsinya.

Cara daftar menjadi Peserta Pelatihan/diklat di PKB Portal Rumah Belajar;

  1. Siapkanlah email aktif, nomor KTP, NUPTK/NIP, NPWP
  2. Bukalah situs https://simpatik.belajar.kemdikbud.go.id/
  3. Pilih guru atau non guru

4. Isilah akun sesuai dengan data

5. Setelah terdaftar pilihlah “Pelatihan” yang diinginkan

6. Pantau terus tentang status pelatihan diterima atau ditolak

Demikian cara masuk ke PKB, Bagaimana tertarik?

#Pusdatin #pembaTIKLevel4 #Rumahbelajar #Kemendikbud

Continue Reading

Dapat Kuota Gratis Belajar? Yuk, manfaatkan! Ada 22 Edugame di Rumah Belajar Kemdikbud Bantu Siswa Aktif dan Kreatif

Di tengah pandemi covid-19 ini, pembelajaran jarak jauh (PJJ) menjadi pembelajaran yang membutuhkan akses internet secara terus-menerus, sehingga biaya kuota sebagai kebutuhan primer dalam PJJ. Akhirnya yang ditunggu-tunggu, Kemendikbud memberikan program bantuan kuota internet. Kuota internet dimaksudkan agar guru dan siswa dapat memanfaatkan untuk mengakses e-learning.

Dalam pembagian kuota tersebut siswa mendapatkan kuota umum dan kuota belajar.

Perbedaan antara kuota umum dan kuota belajar yaitu:

Kuota umum hanya dapat digunakan untuk mengakses seluruh website dan aplikasi apa pun, termasuk media sosial dan hiburan. 

Kuota belajar hanya dapat digunakan untuk mengakses laman dan aplikasi pembelajaran (e-learning) dan video konferensi dengan daftar yang tercantum pada situs https://kuota-belajar.kemdikbud.go.id/

Pemberian kuota belajar ini cukup besar dibandingkan dengan kouta umum;

  • Siswa jenjang PAUD : 15 GB
  • Siswa jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah : 30 GB

Kuota gratis pada kuota belajar, terdapat aplikasi dan laman gratis diantaranya Portal Rumah Belajar. Portal Rumah Belajar adalah Portal pembelajaran yang menyediakan bahan belajar serta fasilitas komunikasi yang mendukung interaksi antar komunitas dan merupakan salah satu inovasi pembelajaran ( http://anitapelangi.com/inovasi-pembelajaran-abad-21-melalui-portal-rumah-belajar/ ).

Dalam Portal Rumah Belajar terdapat banyak sekali fitur salah satunya fitur Edugame. Fitur ini menyediakan beragam permainan interaktif yang dapat dimanfaatkan oleh siswa baik secara mandiri maupun dengan bimbingan guru atau orang tua. Permainan yang disediakan telah dirancang untuk membantu siswa memahami konsep dasar dari materi yang disajikan.

Portal Rumah Belajar memiliki 22 edugame di antaranya;

  1. Courier Go
  2. Menata Bola
  3. Mengumpulkan Telur
  4. Petualangan Antariksa Vol.1
  5. Petualangan Antariksa Vol.2
  6. Snake Chemistry Bonding
  7. Unsur Adventure
  8. Coloid Larva
  9. Match Game Relasi Fungsi
  10. Memanen Apel
  11. Memperbaiki Pagar
  12. Menangkap Balon
  13. Perang Luar Angkasa
  14. Mamat Adventure
  15. Ayo Dokter Kimo
  16. Belajar Profesi
  17. Belajar Rambu Lalu Lintas
  18. Escape From Corona
  19. Genrurik
  20. Kenali Covid
  21. Nyanyuk Adventure
  22. Pancing Kata

Yuk, kita mulai coba memanfatkan kouta belajar dengan menjelajah Rumah Belajar, selengkapnya bisa langsung ke laman resminya yaa di https://belajar.kemdikbud.go.id/EduGame

Selamat mencoba yaa 🙂

Continue Reading

Inovasi Pembelajaran Abad 21 melalui Portal Rumah Belajar

Oleh Yunita Indriani, S.Pd (Sahabat Rumah Belajar Jawa Barat 2020)

Kemajuan bangsa tidak terlepas dari sumber daya manusia. Peningkatan sumber daya manusia di antaranya melalui pendidikan. Pendidikan saat ini harus menyesuaikan karakteristik peserta didik yang disesuaikan dengan pembelajaran abad 21. Secara umum abad 21 terbagi kepada tiga keterampilan, yaitu Learning and Innovation Skills (Keterampilan Belajar dan Berinovasi), Information, Media, and Technology Skills (Keterampilan Teknologi dan Media Informasi) dan Life and Career Skills (Keterampilan Hidup dan Berkarir). Untuk meningkatkan kemapuan SDM tersebut maka perlu adanya inovasi pembelajaran.

Menurut Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar.  Berbagai banyak alternatif dalam sumber belajar diantaranya Pusdatin Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan hadir dalam portal Rumah belajar untuk mendukung kemajuan pembelajaran di abad 21 ini.

Apa Itu Portal Rumah Belajar?

Portal pembelajaran yang menyediakan bahan belajar serta fasilitas komunikasi yang mendukung interaksi antar komunitas. Rumah Belajar hadir sebagai bentuk inovasi pembelajaran di era industri 4.0 yang dapat dimanfaatkan oleh dimanfaatkan oleh berbagai jenjang pendidikan, mulai dari pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas/Kejuruan (SMA/SMK) sederajat. Hingga saat ini, sudah ada lebih dari 250 ribu guru dan lebih dari 650 ribu siswa yang berpartisipasi dalam Rumah Belajar. Dengan menggunakan Rumah Belajar, kita dapat belajar di mana saja, kapan saja dengan siapa saja. Seluruh konten yang ada di Rumah Belajar dapat diakses dan dimanfaatkan secara gratis.

Untuk memasuki Portal Rumah Belajar kita bisa mengakses dua cara

Pertama, dengan mengunjungi website resminya portal rumah belajar yaitu https://belajar.kemdikbud.go.id/

Yang kedua bisa unduh di playstore cukup dengan ketikan Rumah belajar.

Apa saja fitur Rumah Belajar?

  1. Kelas Maya; fitur yang khusus untuk memfasilitasi proses pembelajaran virtual atau tanpa tatap muka antara guru dan siswa. Dengan fitur ini, guru dapat memberikan bahan ajar yang dapat diakses dan dibagikan oleh siswa dalam bentuk digital kapan saja dan di mana saja.
  2. Sumber Belajar; Fitur yang menyajikan materi ajar bagi siswa dan guru berdasarkan kurikulum. Materi ajar disajikan secara terstruktur dengan tampilan yang menarik dalam bentuk gambar, video, animasi, simulasi, evaluasi, dan permainan
  3. Bank Soal; Fitur kumpulan soal dan materi evaluasi siswa yang dikelompokkan berdasarkan topik ajar. Tersedia juga berbagai akses soal latihan, ulangan, dan ujian.
  4. Laboratium Maya; Fitur simulasi praktikum laboratorium yang ada disajikan secara interaktif dan menarik, dikemas bersama lembar kerja siswa dan teori praktikum

Portal Rumah belajar pun dilengkapi dengan fitur pendukung, diataranya adalah;

  1. Peta Budaya; fitur sumber pembelajaran yang khusus mengenai peta dan budaya yang ada di Inonesia
  2. Buku Sekolah Elektronik; pada fortal Rumah belajar pun tak kalah pentingdisediakannya fitur pendukung buku sekolah berbasis elektronik yang menghantarkan siswa semakin dekat untu belajar tanpa batas dan ruang.
  3. Wahana Jelajah Angkasa; fitur yang menghadirkan seputar wahana jelajah angkasa.  Pada fitur ini  kita serasa berada sedang menjelajah angkasa dan nampak dekat. Fitur ini menghadirkan benda-benda yang berada di langit termasuk planet-planet luar angkasa.
  4. Karya Bahasa dan Sastra; fitur yang menyediakan kumpulan bahasa dan sastra, kita pun jika menyukai sastra bisa berkontribusi untuk berbagi karya di fitur tersebut.
  5. Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan; fitur ini menyediakan pengembangan berkelanjutan bagi guru-guru Indonesia di dalamnya ada pengembangan untuk meningkatkan kompetensi guru dan bagi guru yang selesai menuntaskan diklat atau pelatihan akan diberikan sertifikat ber JP. Selain itu, guru pun berkesempatan untuk menjadi Duta Rumah belajar
  6. Edugame; Edugame di desain untuk meningkatkan semangat siswa dalam belajar karna pada dasarnya siswa menyukai permainan. Pada edugame ini menjadi tantangan yang menarik bagi siswa dan guru, salah satu metode pembelajaran dan mengaitkan pembelajaran dengan permainan.

Selanjutnya pada fortal Rumah belajar dilengkapi Sumber belajar lainnya diantaranya;

  1. Radio Edukasi
  2. M-edukasi
  3. E-modul kesataraan
  4. PPPPTK-LPPKS
  5. Balai Pelestarian Cagar Budaya
  6. Kursus daring
  7. Tv Edukasi
  8. Gerbang kurikulum
  9. Setara daring

Bagaimana sangat lengkap kan, Yuk, kita manfaatkan fortal gratis dari Rumah Belajar. Merdeka belajarnya, Rumah Belajar Portalnya, Maju Indonesia

Continue Reading

Kuliah Umum Pembelajaran Berbasis TIK (Pembatik) “Kiat Menyusun Penulisan Yang Menarik” Oleh Asma Nadia

Pusdatin Kemdikbud sedang menyelenggarakan kuliah umum pembelajaran berbasis TIK (Pembatik) level 4 Berbagi diantaranya; Kiat menyusun penulisan yang menarik dengan pemateri Asma Nadia.

Jujur rasanya saya sebagai peserta pembatik level 4 merasa sangat beruntung dan anugrah bisa bergabung menjadi peserta level 4 tingkat Propinsi Jawa Barat. Seleksi yang begitu ketat, dengan total yang daftar sebanyak 71.492 peningkatan yang cukup signifikan.

Meskipun pada kuliah umum di hari ketiga ini tidak bisa masuk melalui zoom, sebab saat masuk terkendala error. Tapi tak membuat saya patah semangat untuk menimba ilmu, Pusdatin Kemendikbud sendiri menyediakan portal untuk bisa masuk diantaranya live media streaming; Kemendikbud RI, TV Edukasi, Rumah Belajar, pusdatin Kemendikbud Suara Edukasi, dan siaran langsung di instgram Rumah belajar (belajar kemdikbud).

Hal menarik adalah saat kita berada dalam suasana zona nyaman, kita serasa terbangunkan karna mimpi yang terlalu panjang untuk tetap melangkah dan bergerak.

Kegiatan kuliah umum Pembatik Level 4

Dalam pemaparan Mba Asma Nadia menjelaskan bahwa menulis tidak memandang fisik seseorang, semua berpeluang sama. Keuntungan menulis adalah memiliki fleksibilitas tempat. Pekerjaan apapun yang kita miliki sangat bisa dinikahkan dengan profesi penulis. Menulis itu abadi, jadi dengan karya kita bisa dikenang.

Dalam menulis itu tidak perlu bakat yang terpenting adalah berlatih, berproses. Menulis harus memiliki motivasi dan teknik. Tidak ada yang malas, namun karna tidak adanya motivasi. Jika kita belum menemukan motivasi, maka temukanlah. Jangan menyerah dan teruslah berposes.

Pengalaman adalah kekayaan yang luar biasa. Setiap orang memiliki pengalaman. Jika kita tuliskan pengalaman tersebut bisa dijadikan suatu ide dalam menulis. Menulis bisa dimulai dari hal terkecil, contoh di sosial media, jadilah orang yang menyejukan, kita perlu orang-orang bijak dalam menulis supaya kebijaksanaanya dapat menyebar ke semua orang. kita pun perlu orang-orang yang cerdas dalam menulis supaya kecerdasannya menebar, menyentuh kebanyak orang. Kita perlu orang yang sabar dalam menulis supaya orang-orang yang disekitar kita dapat diajak bersabar.

Menulis bagi Asma Nadia adalah;

  1. Bukan sekadar ide bagus
  2. Berawal dari keresahan
  3. Buku Sebagai kebutuhan bukan hiburan waktu luang

Kunci tulisan menarik;

  1. Ide; ide tersebut bisa sesautu yang baru yang belum pernah di bahas atau bisa juga dekat dengan pembaca
  2. Teknik penyajian; dalam menulis jika ingin dilirik judulnya harus menarik, pilihlah konflik yang kuat, dilengkapi dengan setting yang kuat, penokohannya harus kuat, bentuk ceritanya harus jelas dan berikan ending yang berkesan dalam tulisan.

Khusus untuk buku menarik supaya best seller;

  1. Gagasan dan isi buku harus menarik
  2. segmentasinya jelas
  3. Pembaca perempuan, salah satu buku best seller diantaranya pembacanya adalah perempuan
  4. Sosok buku, misalnya judu, cover, sinopsis, tagline harus diperhatikan
  5. Dibutuhkan
  6. waktu yang tepat, sesuai dengan pasar
  7. promo, perhatikan penerbitnya apakaah penerbitnya giat memnerikan promo atau lainnya
  8. sosial media

Continue Reading

Curhatan Emak-Emak setelah menonton Drakor “The World Of The Married”

Saya sudah berhenti nonton drakor kurang lebih 10 tahun lamanya. Alasan berhenti sebab tak lain takut candu. Candu yang berkepanjangan, rasanya seperti zombie, dan saat itu pula hari berantakan sebab pikiran rasanya seperti melayang-layang penasaran dibuatnya. Mungkin saya terlalu mendramatisir namun keadaannya demikian.

Subuh itu seminggu yang lalu, hari Sabtu  25 April  waktunya imsak memberikan nonton drakor yang lagi viral tersebut, sangat ketinggalan 10 episode dibandingkan dengan emak-emak lain.

Biar tidak terlalu baper menontonnya dari episode belakang. Namun ternyata rasanya kurang dipahami. Akhirnya selang 4 hari kemudian mencoba tiap episode awal menuju akhir. Rasanya setelah menonton dibuat kesal, sedih, dan kasihan. Terlalu lebay? Tapi memang keadaannya begitu.
The World of the Married menceritakan tentang bagaimana upaya balas dendam Dokter Ji Sun-woo (Kim Hee-ae) setelah mengetahui suaminya, Lee Tae-oh (Park Hae-joon), selama ini berselingkuh dengan bantuan orang-orang di sekitarnya tanpa ia tahu. Kesempurnaan keluarga, pernikahan, karier Ji Sun-woo retak seketika karena hal tersebut. Dr. Ji rapuh saat itu terlebih anaknya memilih untuk tinggal bersama Ayahnya.

The World of the Married merupakan hasil adaptasi serial hit asal Inggris Doctor Foster (2015). Sutradara Wan-il mengatakan drama The World of the Married berbeda dari serial original Doctor Foster. 
Doctor Foster, kata Mo Wan-il, fokus pada kehidupan pemeran utama. Sementara itu, The World of the Married akan menunjukkan campuran emosi di sekitar pemeran utama dan orang-orang di sekelilingnya.

Tak hanya itu, Sutradara Mo bersama penulis Joo Hyun juga ingin menggambarkan kondisi pernikahan yang sesungguhnya tanpa batasan sama sekali sejak episode awal hingga akhir. 

Setelah saya menonton dari episode ke episode, mampu dibuat penasaran. Terkadang menanti Jumat dan Sabtu untuk bisa menonton kelanjutannya.

Pada episode ke 12, saya dibuat mewek  karna pada episode tersebut menurutku memang benar-benar bikin air mata jatuh. Bagaimana tidak anaknya memilih tinggal dengan Ayahnya dan Dr. Ji ditinggal sendirian. Suami dan anaknya sekarang ada digengaman pelakor. Namun, pada episode tersebut terselip bagaiman dua-duanya terluka dan masih menyimpan cinta.

Menonton the World of the Married setidaknya dapat diambil pelajaran bagaimana mahalnya sebuah komitmen, jika komitmen tersebut tidak dijaga maka pernikahan yang sekian lama akan hancur sekita, semua hancur termasuk perasaan anak. film tersebut diceritakan bagaimana psikologis anak yang mengalami perceraian. Jangan terbuai dengan yang ena-ena sesaat, pikirkanlah jauh ke depan tentang bagaimana pernikahan, sehingga tidak ada korban terutama anak. Ingatlah perjuangan seorang istri yang menerima apa adanya serta mendoakanmu sampai kamu sukses.

Menurut Emak gimana nih film ini?

Continue Reading

Belajar untuk bilang kata “Tidak”

Belajar kata tidak itu memang harus dilatih. Ini bermanfaat untuk di masanya kelak.
Saat memandikan Mas Gibran. Dia berkata, Bunda Iban dikeramas nya besok aja ya.. Karna tiap hari dia berkata begitu (sebenarnya saya tau maksudnya itu menghindari untuk keramas)

Foto saat menemani Mas Gibran bercerita

Saya jawab, Mas kalau besok harus tepati janji loh. Tak baik kita janji lalu tak bisa menepati janji. Terlebih Mas laki-laki. Lebih baik jangan berjanji. Kalau Mas tidak ingin dikeramas. Cukup bilang ke Bunda bahwa Bunda hari ini Mas tidak ingin dikeramas. Bunda ngerti dan paham kok. Itu perkataan yang saya ucapkan ke Mas Gibran, agar dia berani berkata tidak.

Malam harinya sebelum dia lelap, saya bercerita yang dalam ceritanya memuat unsur tentang bagaimana sikap anak kepada orang tuanya, diantaranya patuh kepada kedua orang tua, membantu pekerjaan orang tua (maksudnya jika saya kesulitan, Mas Gibran siap membantu misalnya meminta pertolongan sesuatu, dsbnya), cerita tersebut tiap hari berbeda intinya lebih ke dalam karakter, kemudian saya pun cerita bahwa di Rumah memiliki aturan, dan Mas Gibran harus patuh dan taat terhadap aturan. Saya pun menceritakan bahwa nanti saat Mas mulai masuk PAUD, SD dan sebagainya ke rumah harus ada jam 4 sore (paling telat).

Kemudian menceritakan bagian-bagian tubuh mana yang harus dilindungi. Untuk mengenali anggota tubuhnya, saya bilang ke padanya bahwa itu penis (bukan dengan sebutan burung). Mas ini adalah bagian yang harus kamu lindungi, jika ada orang yang tidak dikenal ataupun dikenal menyentuh bagianmu. Maka kamu wajib untuk melindungi, menolak, atau bisa tonjok dalam hal ini membelajarkan sex edukasi.

Sepetong cerita di subuh ini, 1 Mei 2020

Continue Reading

Sepenggal Cerita Menjadi Instruktur VCT Jabar Batch 6

Siang itu saat matahari mengambang di atas atap rumah, mojok berselancar dan tidak sengaja membuka beberapa group, ada pesan menarik yang dibagikan oleh Bpk. Saefudin (PJ Wilayah VCT) isi pesannya adalah rekrutmen menjadi intrusktur VCT Jabar Batch 6.

Saya pun ikut serta meramaikan. Syarat untuk menjadi instruktur adalah mengisi form, membuat flyer dan menuliskan seputar kegiatan VCT di blog atau web. Tanpa pikir panjang saya pun melengkapinya. Kebetulan batas akhir tinggal 1 hari. Setelah mendaftar kurang lebih 3 minggu saya menunggu cemas.

Tepat tanggal 6 April 2020, akhirnya saya dimasukan ke dalam group instruktur VCT Batch 6. Senang, saat itu perasaan saya sebab itu merupakan pengalaman pertama yang sangat berharga. Saya merupakan alumni VCT Jabar Batch 3 dengan intruktur Ibu Nenny dan PJ Wilayah Bpk. Saefudin Zuchri. Tentunya saya sangat berterimakasih kepada beliau dengan sabar dan membimbing hingga saya sampai saat ini.

Percakapan dengan Ibu Nenny, sebagai Instruktur yang paling sabar membimbing

Dari kesabaran beliau saya belajar untuk melayani. Manfaat terbesar adalah salah satunya bahwa saya banyak belajar dan bertemu dengan guru-guru hebat yang memiliki semangat tinggi untuk menjadi guru yang maju.

Ibu Renny selaku Penanggung Jawab KCD 13 memberikan amanah supaya saya bisa memfasilitasi sebanyak 23 peserta dan dibuatlah group kecil, awalnya group G namun selang beberapa hari group tersebut harus digabung dengan group lain kebetulan saya berpartner dengan Ibu Idah Rosidah jadilah group C. Meskipun digabung untuk instruktur beserta peserta kita sepakat di awal, sesuai daftar peserta. Dari 23 peserta hanya 11 peserta yang bertahan dan berkomitmen untuk melanjutkan sampai akhir. Sebenarnya, berapapun kesulitan selama ada niat, Allah akan memberikan jalan.

Saya selalu menyarankan untuk tetap solid dan saling membantu antarlainnya demi lulus bersama. Alhamdulillah tepat tanggal 25 April 2020 semua peserta selesai diseminasi. Suatu kebanggaan bagi saya bisa melihat dan menghantarkan sampai selesai di penugasan.

Kegiatan VCT diantaranya teknik rekrutmen peserta secara online, flayer digital, presensi online, menulis kegiatan yang menarik, mengkreasi dan mengelola room webex, teknik menjadi host, moderator, dan presenter secara online, berkreasi dengan QR code, merekam dan mengupload kegiatan pelatihan ke youtube.

Berikut beberapa kegiatan selama pelatihan

Membuat Flayer
Vicon saat menjadi host, moderator, dan presenter
Diseminasi

Beberapa peserta yang berhasil menuntaskan penugasan:

Tugas sudah selesai tinggal menunggu sertifikat. Saya mengucapkan terimakasih kepada rekan-rekan instruktur khususnya IN KCD 13 yang solid dan saling membantu, Ibu Renny selaku PJ Wil 13, Ibu Nenny dan Bpk Saefudin Zuchri (selaku instruktur dan PJ Wil VCT Batch 3 saat saya menjadi peserta), serta kepada rekan-rekan Bapak Ibu peserta VCT Batch 6-13 mohon maaf ya bila saya banyak kekurangan dalam melayani. Sampai jumpa di episode selanjutnya.

Semangat dan jangan pernah berhenti berkarya ^__^.

Continue Reading