Seuntaian Kata untuk Suamiku

Hallo Bayi Besarku, maaf yaa jika Bunda belum menjadi seorang istri yang terbaik, mohon bersabar yaa jika Bunda banyak salahnya. Bunda pun berharap Ayah bersabar untuk menghadapi Bunda. Intinya kita harus saling melengkapi, menguatkan dan membutuhkan.

Lantaran kita memiliki Mas Gibran dan tentunya Mas Gibran ingin memiliki keluarga yang utuh, biar generasi/keturunan kita memilki garis keturunan yang utuh.

Dalam pernikahan sudah tidak biasa lagi bahwa berselisihpaham/pertengkaran itu akan dialami, namun ketika kita bertengkar kita harus ingat tujuan untuk menikah itu apa, dan mengingat kembali kenangan kita sebelum menikah.

Selama itu permasalahan bukan dari perselingkuhan atau sejenisnya, mungkin perselisihanpaham itu bisa diselesaikan.

Dalam pernikahan kita harus ada yang saling mengalah.

Bunda beberapa hari ini sangat melow terasa karna sebentar lagi kita akan LDR-an, huhu. Sedih, berat rasanya karna selama ini jujur Bunda sangat ketergantungan sama Ayah.

Ayah yang selalu bantuin Bunda mencuci baju, memasangkan gas (jujur memasangkan gas yang sangat sulit bagi Bunda), menaikan galon ke dispenser, mengantar Bunda ke sana-kesini, dll.

Tapi percayalah pada Bunda, Bunda akan menjaga pernikahan ini. Demikianpun Bunda harapkan semoga Ayah menjaga kesucian pernikahan ini. Bunda sangat percaya sama Ayah, dan Bunda titipkan rasa kepercayaan Bunda, rasa cinta Bunda di hati Ayah.

Oya, Ayah tahu tidak Bunda membuatkan vidio ini sangat butuh perjuangan, Bunda harus menunggu sekolah sepi dan itu sebenarnya menakutkan/horor.

https://www.youtube.com/watch?v=avXbhBa9ZH

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *