Membangun Komunikasi dengan Anak Sejak Dini

Membangun komunikasi dengan anak sangat penting dilakukan. Hal ini bermanfaat untuk membangun personal antara orangtua dengan anak. Banyak keuntungan jika kita membangun komunikasi dengan anak, diantaranya anak leluasa bercerita tentang kegiatan apa yang dialami, menghidari berbohong, anak menjadi percaya diri, anak lebih bahagia karena merasa ada orangtua yang peduli terhadapnya, dapat meningkatkan kecerdasan anak dalam berkomunikasi, memudahkan anak untuk bersosialisasi, serta anak akan lebih mudah diberikan masukan/nasehat dari orantuanya.

Seperti halnya pengalaman saya dengan Mas Gibran, rutinitas yang sering saya bangun dalam seharian adalah saya menyempatkan waktu dengan Mas Gibran tentang bagaimana kesehariaan hari ini, storytelling untuk menghatarkan sebuah nasihat agar Mas Gibran bisa dipahami.

Saya berkata padanya, Mas dengarkan pesan bunda ya,, Bunda akan memberikan nasihat atau pesan untuk Mas, sebaliknya Iban juga bisa memberikan nasihat untuk Bunda karena sejatinya kita ini sama-sama dalam belajar. Bunda sedang belajar menjadi Ibu yang baik sedangkan Iban sedang belajar menjadi anakk yang baik. Jadi kita sama-sama terbuka.

Saya berkata padanya sambal mengusap punggungnya dengan intonasi rendah dalam berbicara. Mas Gibran mengangguk dan mengiyakan. Sayapun bertanya padanya, adakah pesan Iban untuk Bunda, Iban akhir-akhir ini pernah merasa sedih tidak dengan Bunda atau hal apa saja yang membuat Iban merasa sedih.

Mas Gibran tidak merasa kesulitan sebab sejak dalam kandungan segala apapun saya selalu mencoba berkomunikasi dan curhat dengannya, meskipun saat itu dia masih belum paham. Hal ini semata-mata karena saya ingin menjadi sahabatnya.

Lanjut cerita, Mas Gibran berkata bahwa Bunda tahu gak hal yang membuat Iban sedih yaitu saat Bunda marah ke Iban dengan nada tinggi. Itu menyakiti hati Iban. Matanya berkaca-kaca.

Lalu, saya peluk dia dan meminta maaf serta berjanji jika kelak marah tidak akan seperti itu. Saya pun bercerita padanya, Iban tahu gak kenapa Bunda marah? Tidak ada alasan orantua marah kepada anaknya. Pasti ada alasannya. Tapi Bunda janji akan memperbaiki semuanya tapi Iban juga berjanji yaa jika Bunda nasehatin Iban atau menyuruh Iban seperti mandi, dan lain-lain Iban harus segera ya tanpa Bunda harus menunggu lama. Sebab Bunda seperti itu agar Iban memiliki rasa tanggungjawab.

Ya, Bunda. Jawabnya. Biasanya saya jika marah sama Mas Gibran selalu nada rendah. Tapi memang akhir-akhir ini bernada tinggi karna saya sedang berada di mana fase anak banyak menolaknya, sepertinya saya belum siap dalam kondisi tersebut. Sebagai Ibu pembelajar saya  harus selalu belajar. Terlebih saya mencoba membaca tentang perkembangan Mas Gibran seusianya, memang dalam keadaan anak menolak jika tidak ingin melakukannya.

Ceritanya untuk hari ini disudahi dulu ya. Kita lanjutkan di cerita selanjutnya. Terimakasih sudah mampir di anitapelangi ya. Semangat berjuang untuk para Ibu dimanapun berada 😊

Continue Reading