Motivasi Menjadi Duta Rumah Belajar 2020

Pendidikan di Indonesia dalam era industri 4.0 sesungguhnya masih memiliki tantangan. Pada skala pembelajaran dari konvensional menuju teknologi merupakan tugas yang tak mudah, kompleks, juga butuh perjuangan. Sementara itu, keberadaan tenaga pendidik (Guru) harus siap dan mampu melakukan terobosan konstruktif dalam pembelajaran berbasis teknologi di masa mendatang.

Hadirnya teknologi dalam pembelajaran saat ini merupakan keniscayaan. Maka dari itu Guru wajib membuka diri terhadap teknologi, sebab subyek pembelajaran yaitu peserta didik merupakan generasi digital, generasi yang sudah mengenal pembelajaran dengan teknologi sejak dini.

Teknologi dalam pembelajaran bukan ditakuti dan ditolak secara pragmatis. Namun sudah seyogyanya teknologi membantu proses pembelajaran dan menjadi pembelajaran yang menyenangkan. Maknanya, Guru dan teknologi adalah satu frame yang paling penting dalam pendidikan di Indonesia.

Oleh karena itu, saya memiliki motivasi yang tinggi menjadi Duta Rumah Belajar, dengan misi semangat belajar terintegrasi dan berkolaborasi dengan guru-guru hebat di Indonesia.

Improvisasi Menjadi Guru

Guru tidak boleh gagap teknologi. Sebab saya menjadi Guru, maka saya wajib menguasai dengan baik cara mengoperasikan minimal aplikasi-aplikasi yang sudah berkembang dan berkaitan yang dibutuhkan dalam proses pembelajaran.

Sebagai Guru di SDN 03 Sidomulyo, Kabupaten Pangandaran. Hasil observasi singkat saya terhadap guru-guru sejawat, saya dapat menyimpulkan bahwa guru-guru harus bersiap untuk improvisasi diri menggunakan teknologi dalam pembelajaran. Banyaknya guru yang membutuhkan pengetahuan dasar tentang teknologi pembelajaran membuat saya semakin termotivasi bahwa saya adalah guru yang dapat mengomunikasikannya dengan efektif kepada relasi guru yang lainnya. Tentu saja dengan pengalaman-pengalaman yang telah saya dapatkan dari pelbagai sumber, di antaranya lewat PembaTIK dengan Rumah Portal Belajar.

Dari improvisasi ini guru menjadi guru kreatif dan inovatif, sehingga peserta didik semangat belajar dan meningkatkan hasil belajar. Memang hal ini tidak mudah, mindset guru pasti membutuhkan waktu tentang pembelajaran berbasis TIK, tetapi jika guru-guru bergerak secara simultan menjadi prestasi luar biasa.   

Portofolio Menjadi Guru Kreatif-Kolaboratif

 Kontribusi dalam proses pembelajaran berbasis teknologi dimulai dengan mengunggah proses pembelajaran di SD ke Channel Youtube saya. Alasannya, pembelajaran ini akan menginspirasi banyak orang termasuk guru-guru sebidang, memberikan informasi kepada wali peserta didik tentang proses akademiknya, dan juga mengajak seluruh guru di Indonesia bahwa guru mampu mengelola pembelajaran dengan teknologi.

Kemudian saya membuat web-blog dengan domain (www.anitapelangi.com). Web-blog saat itu didasari oleh ketertarikan saya dalam proses menulis. Menjadi Guru pasti akrab dengan penulisan.

Alasan itulah, saya menulis dan menjadikan web-blog ini sebagai media pembelajaran untuk peserta didik dalam mengakses informasi tentang pembelajaran. Juga, aktivitas di web-blog diisi dengan catatan-catatan ringan seputar keluarga, travelling, dan hobi memasak. Berkembangnya teknologi, web-blog semakin diminati, sebagai guru tentu saja saya sangat senang. Dengan web-blog, pembelajaran terintegrasi.

Dimulai dari mengikuti PembaTIK, saya yakin penggunaan teknologi menjadi pendorong semangat belajar seorang guru, menginspirasi guru-guru di Indonesia.

Dari PembaTIK Menjadi Duta Rumah Belajar

Guru dan teknologi adalah Sahabat Rumah Belajar. Sebab hadirnya teknologi menjadikan guru yang solutif-inspiratif. Kesempatan ini sebagai langkah improvisasi saya. 

Saya siap terpilih menjadi Duta Rumah Belajar (DRB), sebagai DRB maka saya akan mempraktikkan PembaTIK untuk guru-guru Indonesia. Berinovasi dalam pembelajaran dengan memanfaatkan Portal Rumah Belajar untuk pendidikan di Indonesia lebih maju. [YI/2020]

Continue Reading