Pembatik Level 4, Berbagi (Artikel: Implementasi Flipped Classroom Melalui Portal Rumah Belajar Pada Siswa Kelas V SDN 03 Sidomulyo)

Implementasi Flipped Classroom Melalui Portal Rumah Belajar Pada Siswa Kelas V SDN 03 Sidomulyo

Yunita Indriani

SDN 03 Sidomulyo Kabupaten Pangandaran

yunita.indriani06@gmail.com

Abstrak. Pembelajaran dengan model flipped classroom dapat meningkatkan kemampuan hasil belajar siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis bagaimana implementasi pembelajaran flipped classroom melalui Rumah Belajar pada peningkatan hasil belajar siswa di SDN 03 Sidomulyo Kabupaten Pangandaran. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif, Subyek dalam penulisan ini dengan jumlah siswa 18 orang. Pengolahan data dilakukan dari data-data wawancara dan observasi direduksi kemudian dilakukan dengan langkah triangulasi untuk meyakinkan bahwa data sesuai dan valid.  Analisis yang dilakukan dengan analisis deskriptif. Hasil dari penulisan menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran flipped classroom melalui Rumah Belajar menjadi alternatif dalam proses pembelajaran secara daring dan luring dan penerapan pembelajaran flipped classroom melalui Rumah Belajar efektif digunakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa.

kata kunci: flipped classroom, rumah belajar, hasil belajar

Abstract. Learning with the flipped classroom model can improve student learning outcomes. The purpose of this study is to describe and analyze how the implementation of flipped classroom learning through the Rumah Belajar improves student learning outcomes at SDN 03 Sidomulyo, Pangandaran Regency. The approach used in this study is a qualitative approach. The subjects in this study were 18 students. Data processing was carried out from interview data and reduced observations were then carried out by triangulation steps to ensure that the data were appropriate and valid. The analysis was carried out with descriptive analysis. The results that the implementation of flipped classroom learning through the Rumah Belajar is an alternative in the learning process online and offline and the application of flipped classroom learning through the Rumah Belajar is effectively used to improve student learning outcomes.

keywords: flipped classroom, rumah belajar, learning outcomes

A. Pendahuluan

Sejak pandemi covid-19 ini belajar dari rumah menjadikan peserta didik mengalami perubahan pola pembelajaran. Dari Kemendikbud menyatakan 68 juta peserta didik belajar dari rumah (Wuragil, 2020). Namun Kemendikbud memutuskan pembelajaran tatap muka diberikan kepada kebijakan pemerintah daerah sehingga menjadikan beberapa daerah siap melakukan pembelajaran tatap muka dengan protokol kesehatan yang ketat juga sebagai langkah konkrit dalam mendukung proses pembelajaran. Salah satunya adalah Kabupaten Pangandaran disebutkan bahwa proses pembelajaran tatap muka berdasarkan Surat Edaran Nomor 421/4984 Disdikpora/2020 Tentang Panduan Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama Pada Masa Pandemi Covid-19 di Kabupaten Pangandaran.

Pembelajaran pada hakikatnya menjadikan peserta didik mencapai tujuan belajar dan mengembangkan pembelajaran pada tingkat pemahaman lebih tinggi. Pola pembelajaran klasikal yang masih terjadi di sekolah menjadikan guru lebih dominan dan siswa tidak mendapatkan hasil belajar yang maksimal.

Observasi awal penulis dapatkan adanya pembelajaran tatap muka di masa pandemi covid-19 yang memerlukan pendekatan lebih spesifik sehingga peserta didik melaksanakan pembelajaran tatap muka dengan aman dan nyaman, peserta didik dan pendidik tetap jaga jarak namun pembelajaran tetap terlaksana dengan maksimal. Berdasarkan penuturan dari salah satu peserta didik bahwa kondisi belajarnya perlu ada hal baru dan menyenangkan. Dengan demikian pendidik harus melakukan inovasi pembelajaran berbasis teknologi.

Sejalan dengan kecepatan perkembangan teknologi, kondisi pendidikan juga berkembang dan tuntutan pembelajaran yang berbeda muncul. Seiring dengan perubahan ilmu pengetahuan dan teknologi yang begitu cepat, pendidikan juga mengikuti dan melanjutkan perkembangannya dengan pendekatan pembelajaran yang inovatif (Ozdamli and Asiksoy, 2016). Pendekatan baru dalam pembelajaran berbasis teknologi sangat dibutuhkan. Pembelajaran dengan Portal Rumah Belajar menjadi alternatifnya. Keberadaan Portal Rumah Belajar untuk mendukung penerapan Belajar dari Rumah berdasarkan hasil survei yang diadakan oleh Kemendikbud terkait Belajar dari Rumah menempatkan Rumah Belajar di urutan kedua aplikasi sumber belajar daring paling sering diakses di masa pandemik Covid-19 (Chabibie, 2020). Adapun model pembelajarannya penulis merujuk pada flipped classroom.

Flipped classroom adalah pembelajaran yang membalik metode tradisional di mana materi biasanya diberikan pada proses pembelajaran, tetapi pada model pembelajaran ini materi diberikan sebelum proses pembelajaran sehingga ketika proses kegiatan pembelajaran, peserta didik fokus untuk mendiskusikan materi atau masalah yang belum dipahami terkait materi yang telah dipelajari peserta didik dan atau mengerjakan tugas. Model pembelajaran dapat diterapkan ketika pendidik ingin meminimalkan jumlah instruksi langsung oleh pendidik kepada peserta didiknya dalam mengajarkan materi dan memaksimalkan waktu untuk berinteraksi satu sama lain dalam membahas permasalahan terkait materi yang belum dipahami sehingga siswa memiliki waktu yang lebih banyak dalam memahami materi secara mandiri (Chabibie, 2020).

Oleh karena itu, penulis memilih flipped classroom menggunakan Portal Rumah Belajar sebagai sumber belajarnya.  Berdasarkan latar belakang di atas penulis membuat rumusan masalah sebagai Batasan dari penulisan ini:

  1. Bagaimanakah mengimplementasikan flipped classroom melalui Portal Rumah Belajar pada peserta didik SDN 03 Sidomulyo?
  2. Bagaimanakah hasil belajar peserta didik melalui flipped classroom menggunakan Portal Rumah Belajar?

Tujuan dari penulisan ini yaitu:

  1. Mengimplementasikan flipped classroom melalui Portal Rumah Belajar pada peserta didik SDN 03 Sidomulyo.
  2. Mengetahui hasil belajar peserta didik melalui flipped classroom menggunakan Portal Rumah Belajar.

B. Metodologi

Dalam penulisan artikel ini penulisan menggunakan pendekatan kualitatif. Aktivitas kegiatan di SDN 3 Sidomulyo di bulan September dan Oktober 2020. Subyek pada penulisan yaitu peserta didik kelas V (lima) sejumlah 18 peserta didik.

Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan studi literatur (Warsita et al., 2020).

Pengolahan data dilakukan dari data-data wawancara dan observasi direduksi kemudian dilakukan dengan langkah triangulasi untuk meyakinkan bahwa data sesuai dan valid.  Analisis yang dilakukan dengan analisis deskriptif.

C. Hasil dan Pembahasan

  1. Hasil dari pembelajaran flipped classroom menggunakan Portal Rumah Belajar

Pendekatan flipped classroom ini merupakan teknologi pendukung ilmu pedagogi yang memiliki dua komponen: 1) menggunakan komputer sebagai pembelajaran langsung di luar kelas melalui video pembelajaran dan 2) kegiatan pembelajaran interaktif di dalam kelas (Nurpianti, Suwarma and Jauhari, 2018).

Sejalan dengan pendapat Bergman dan Sams (2012) dalam (Maolidah, Ruhimat and Dewi, 2017) bahwa Model pembelajaran flipped classroom adalah salah satu upaya untuk memberi solusi permasalahan berpikir kritis yang dapat diterapkan dalam menghadapi pendidikan abadi 21 ini. Pada dasarnya, konsep model pembelajaran flipped classroom yaitu siswa di rumah mengerjakan apa yang dilakukan di kelas yaitu belajar dengan memahami materi yang telah diberikan oleh guru, dan di kelas siswa mengerjakan apa yang biasanya dikerjakan siswa di rumah yaitu mengerjakan soal dan menyelesaikan masalah. Dapat kiranya pendidik dan peserta didik dapat berinteraksi dengan mengintegrasikannya (Chandra and Nugroho, 2017) pada Portal Rumah Belajar.

Berdasarkan hasil pembelajaran flipped classroom menggunakan Portal Rumah Belajar terdapat beberapa langkah-langkah yang dapat dilakukan oleh peserta didik.

Tabel 1 Langkah Peserta Didik dalam Pembelajaran Flipped Classroom Melalui Portal Rumah Belajar di SDN 3 Sidomulyo (Chabibie, 2020)

SintaksPeserta Didik
Sebelum PembelajaranMempelajari bahan belajar dari Portal Rumah Belajar dan petunjuk belajar yang diberikan pendidik melalui WAG. Menginformasikan bahan belajar dari Portal Rumah Belajar dan petunjuk belajar yang telah dipelajari kepada temannya
Saat PembelajaranPeserta didik berdiskusi terkait tugas yang diberikan pendidik dengan kelompoknya diarahkan dan difasilitasi oleh pendidik. Peserta didik membuat resume/ kesimpulan hasil diskusi dan mempresentasikan di depan pendidik. Setiap peserta didik membuat kesimpulan berdasarkan pemahaman mereka atau mengerjakan kuis yang diberikan pendidik
Setelah PembelajaranPeserta didik dapat diberikan tugas untuk membuat poster atau bahan belajar sederhana yang diperoleh dari analisis pada Portal Rumah Belajar. Tugas dapat dilakukan secara kolaborasi, antara peserta didik yang memiliki gawai dan tidak tetapi rumahnya saling berdekatan, atau sesuai kelompok belajarnya

Berdasarkan langkah-langkah di atas, penulis mendapatkan hasil bahwa peserta didik dapat secara aktif mengikuti pembelajaran melalui flipped classroom menggunakan Portal Rumah Belajar. Peserta didik sangat antusias karena pembelajaran menggunakan Portal Rumah Belajar lebih leluasa untuk mengulik informasi yang lainnya. 18 peserta didik menyatakan bahwa Portal Rumah Belajar sangat menyenangkan. Selain di kelas, Portal Rumah Belajar dapat diakses secara gratis di rumah.

2. Pembahasan dari pembelajaran flipped classroom menggunakan Portal Rumah Belajar

Gambar 1 Peserta Didik Mengakses Portal Rumah Belajar di Rumah

Salma (11) peserta didik kelas V (lima) SDN 3 Sidomulyo setelah mendapatkan arahan dan informasi bahan belajar dari Portal Rumah Belajar (https://belajar.kemdikbud.go.id/), mempelajari bahan belajar dari Portal Rumah Belajar. Semangatnya belajar memumpuk dirinya untuk selalu belajar. Persiapan ini kurang lebih 1 minggu dan atau beberapa hari sebelum memasuki pembelajaran tatap muka.

Gambar 2 Pendidik Memeriksa Tugas dari Peserta Didik

Peserta didik di kelas (pembelajaran tatap muka) dilakukan pemeriksaan hasil belajarnya sehingga mendapatkan koreksi serta mendapatkan nilainya. Ketuntasan peserta didik semuanya sangat memuaskan. Melalui pembelajaran yang interaktif ini kemudian peserta didik berdiskusi antar temannya.

Gambar 3 Peserta Didik Berdiskusi di Kelas (Tatap Muka)

Dengan berdiskusi dari materi/bahan ajar yang sudah disampaikan sebelumnya, sehingga peserta didik sudah mendapatkan informasi dari Portal Rumah Belajar dan tambahan wawasan sehingga apa yang dibahas merupakan hasil dan catatan yang telah dibawa dari rumah.

Gambar 4 Presentasi di Depan Pendidik dan Peserta Didik Lainnya

Setelah berdiskusi, kemudian satu per satu dapat menyampaikan hasil diskusi dan pemahaman peserta didik pada tema sistem pencernaan pada manusia. Tema ini diharapkan peserta didik mampu menjelaskannya.

Lebih dari itu, peserta didik lebih fokus memberikan penjelasan karena telah menguasai setelah berdiskusi dan mempelajarinya dari Portal Rumah Belajar.

Gambar 5 Peserta Didik Mengerjakan Bank Soal di Portal Rumah Belajar

Setelah melaksanakan pembelajaran di kelas, peserta didik dapat mengerjakan Bank Soal pada Portal Rumah Belajar. Bank Soal sebagai bahan evaluasi pembelajaran. Hasil belajar 18 peserta didik dari pembelajaran melalui flipped classroom menggunakan Portal Rumah Belajar ini semakin meningkat.

D. Simpulan dan Saran

Kesimpulan dari penulisan ini adalah:

  1. Implementasi dari pembelajaran melalui flipped classroom menggunakan Portal Rumah Belajar sangat tepat sebagai pembelajaran berbasis teknologi dan memberikan pemahaman yang komprehensif kepada peserta didik.
  2. Hasil belajar peserta didik dari pembelajaran melalui flipped classroom menggunakan Portal Rumah Belajar terjadi peningkatan. Terbukti wawasan dan penguasan serta pengamalan peserta didik masing-masing semakin kreatif.

Saran kepada penulis selanjutnya agar dapat melakukan uji secara kuantitatif dalam pembelajaran flipped classroom menggunakan Portal Rumah Belajar dengan pendekatan analisis konten.

E. Pustaka Acuan

Chabibie, M. H. (2020) Panduan Penerapan Model Pembelajaran Inovatif dalam BDR yang Memanfaatkan Rumah Belajar. Jakarta: Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Chandra, F. H. and Nugroho, Y. W. (2017) ‘Implementasi Flipped Classroom dengan Video Tutorial Pada Pembelajaran Fotografi Komersial’, Demandia, 2(1), pp. 20–36.

Maolidah, I. S., Ruhimat, T. and Dewi, L. (2017) ‘Efektivitas Penerapan Model Pembelajaran Flipped Classroom Pada Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa’, Edutechnologia, 3(2), pp. 160–170.

Nurpianti, S., Suwarma, I. R. and Jauhari, A. (2018) ‘Kajian Implementasi Pendekatan Flipped Classroom pada Pembelajaran Fisika’, in Prosiding Seminar Nasional Fisika (SINAFI), pp. 115–119.

Ozdamli, F. and Asiksoy, G. (2016) ‘Flipped Classroom Approach’, World Journal on Educational Technology: Current Issues, 8(2), pp. 98–105.

Warsita, B. et al. (2020) Penulisan Artikel Pemanfaatan Rumah Belajar. Jakarta: Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Wuragil, Z. (2020) Karena Pandemi Covid-19, Kemendikbud: 68 Juta Anak Belajar dari Rumah, https://tekno.tempo.co/. Available at: https://tekno.tempo.co/read/1372498/karena-pandemi-covid-19-kemendikbud-68-juta-anak-belajar-dari-rumah (Accessed: 21 October 2020).

F. Ucapan terima kasih  

Penulis mengucapkan terima kasih kepada Kemendikbud atas penyelenggaraan PembaTIK Level 4: Berbagi dan Disdikpora Kabupaten Pangandaran atas bantuan secara baik atas terselenggaranya implementasi Portal Rumah Belajar di Kabupaten Pangandaran dan Bapak Engkus, S.Pd sebagai Kepala Sekolah SDN 3 Sidomulyo.

Continue Reading

Pembatik Level 4, Berbagi (ke-5): “Tatap Maya: Inovasi Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19 untuk Guru SDN Se-Kabupaten Pangandaran”

Peluang menggunakan teknologi dalam pembelajaran daring di masa pandemi covid-19 saat ini sangat terbuka. Teknologi dalam pembelajaran sudah mulai dikenal. Namun realitasnya tidak sedemikian menggembirakan.

Secara absolut, memang masih ada guru melek teknologi hanya sebuah harapan. Guru belum banyak berinovasi dalam pembelajarannya. Guru menggunakan pembelajarannya secara klasikal dan tentu saja ini masih dikategorisasikan guru belum beradaptasi dengan teknologi.

Walaupun guru pada kesehariannya berinteraksi dengan gawai dan selalu memegang gawainya sebagai bagian dari komunikasi virtual. Lantas apa yang menjadi masalahnya? Sementara kondisi di masa pandemi covid-19, pembelajaran tetaplah hal yang paling utama dilaksanakan oleh guru dan peserta didik.

Perencanaan

Kegiatan tatap maya ini dilaksanakan dalam rangka menjadikan guru-guru hebat di Kabupaten Pangandaran yang diselenggarakan pada tanggal 16 Oktober 2020 di bawah koordinasi dengan Disdikpora Kabupaten Pangandaran yang dalam kesempatan ini sebagai Narasumber, Bapak Dr. R. Iyus Surya Drajat, M.Pd selaku Kabid Pembinaan Ketenagaan Disdikpora Kabupaten Pangandaran, sebagai Moderator, Bapak Parsono Anjar Sumyana, S.Pd, M.Pd, selaku Ketua FKKG Kabupaten Pangandaran dan dihadiri pula oleh Duta Rumah Belajar Tahun 2018 Bapak Muhammad Ariefin, S.S, Gr selaku Narasumber. Pun juga Yunita Indriani, S.Pd. sebagai Sahabat Rumah Belajar Tahun 2020.

Pelaksanaan

Kesiapan guru dalam pembelajaran harus dimulai dari sekarang. Pembelajaran daring ini dapat dimaksimalkan dengan langkah-langkah konkrit. Pendekatan lainnya tentu memaksimalkan Portal Rumah Belajar.

Sehubungan dengan bantuan kuota belajar dari Pemerintah sudah diterima. Maka dari itu, guru hebat di SDN Kabupaten Pangandaran kiranya dapat menggunakan kuota belajar ini mengakses Portal Rumah Belajar secara gratis.

Pemanfaatan Portal Rumah Belajar tentu saja diperlukan langkah-langkah yang tepat. Sumber belajar di Portal Rumah Belajar cukup efektif jika guru hebat menggunakannya dengan peserta didik.

Secara ringkasnya, Portal Rumah Belajar dapat diakses oleh siapa saja. Guru harus hadir di tengah pembelajaran daring bersama peserta didik.

Evaluasi

Pelaksanaan ini mendorong guru-guru berinovasi dalam pembelajarannya melalui Portal Rumah Belajar. Secara mudah guru-guru bisa mengakses Portal Rumah Belajar. Sejalan dengan itu, Bapak Dr. R. Iyus Surya Drajat, M.Pd mendorong guru-guru untuk dapat mengakses Portal Rumah Belajar kemudian dapat dipakai untuk proses pembelajaran yang aktif dan inovatif. Inilah momentum guru-guru di SDN se-Kabupaten Pangandaran untuk menunjukkan keaktifannya di dalam pembelajaran daring menggunakan Portal Rumah Belajar.

Antusiasme Peserta di Zoom Meeting

Yang terakhir adalah peserta memiliki antusias dan semangat yang luar biasa. Guru-guru hebat di SDN se-Kabupaten Pangandaran ini menunjukkan bahwa mereka mampu mengoptimalkan pembelajaran melalui Portal Rumah Belajar.

Testimoni Peserta

Inovasi pembelajaran yang dapat dilakukan oleh guru-guru di SDN se-Kabupaten Pangandaran melalui Portal Rumah Belajar pada akhirnya menjadikan pembelajaran lebih aktif dan menyenangkan. [YI/2020]

Continue Reading

Pembatik Level 4, Berbagi (ke-4) “Tatap Maya: Berbagi Praktik Baik Pembelajaran Melalui Portal Rumah Belajar”

Kekhawatiran dalam pembelajaran di masa pandemi covid-19 semakin menjadi-jadi dikarenakan proses pembelajaran terhenti dalam kondisi yang tidak menentu. Namun jika pandemi covid-19 ini diberikan kebijakan pada waktunya oleh pemerintah, dan serentak pembelajaran dapat dilakukan dengan tatap muka.

Lantas bagaimanakah langkah terbaiknya? Apakah pembelajaran masih tetap dengan klasikal? Sementara pendapat dari Prof. Farida Hanum menyatakan bahwa pembelajaran klasikal sudah sangat membosankan, alangkah baiknya menggunakan model kelas terbalik atau disebut dengan Flipped Classroom.

Di saat pandemi covid-19 dinyatakan selesai, tentu saja pembelajaran di sekolah membutuhkan strategi khusus di dalam menuntaskan pembelajaran yang menyenangkan. Sudah tentu perlu dikondisikan dengan mengassessmen secara cepat di awal. Terbukti, masing-masing peserta didik perlu mempelajari banyak materi sekolah yang terintegrasi.

Bagaimana kemudian seorang guru mengelola dan mengolah kembali pemahaman pembelajaran digital? oleh karena itu, guru perlu menggunakan kelas terbalik ini sebagai kondisi aktual untuk tetap memberikan kenyamanan kepada peserta didik dalam proses pembelajaran.

Perencanaan

Melalui perencanaan dimulai dari pembuatan flyer sebagai informasi awal kepada peserta atau audience untuk dapat ikut serta dalam kegiatan Berbagi Praktik Baik Mengajar dari Rumah di Masa Pandemi Covid-19. Dilaksanakan pada tanggal 16 Oktober 2020. Tatap maya ini sangat luar biasa.

Pelaksanaan

Kesiapan narasumber Sahabat Rumah Belajar sangat sempurna sehingga memberikan kelancaran dalam kegiatannya. Dihadiri sebagai Keynote Speaker dan Sambutan yaitu Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Ibu Dra. Hj.  Otin Martini, M.Pd. juga Sambutan dari Ketua MKKS Kabupaten Bandung Dinas Pendidikan Provinsi Jawabat, H. Onang Sopari, M.MPd.

Saya mengangkat pembahasan tentang Flipped Classroom yang diintegrasikan dengan Portal Rumah Belajar. Dengan alasan bahwa pelaksanaan pendidikan di Kabupaten Pangandaran sudah dibuka dan dapat dilaksanakan secara daring, kemudian flipped classroom lebih tepat untuk peserta didik di sekolah dasar.

Oleh karena itu, flipped classroom terintegrasi dengan Portal Rumah Belajar menjadi model penting bagi guru dan dapat diaplikasikannya.

Peserta di Zoom Meeting

Evaluasi

Prinsip dari kegiatan baik ini adalah mengajak semua guru-guru hebat untuk pembelajaran berbasis Portal Rumah Belajar yang dapat dilaksanakan secara daring dan luring.

Apa potensinya? Peserta didik mendapatkan banyak kemanfaatan yang diperoleh. Kondisi peserta didik lebih nyaman. Pada saat kelas daring peserta didik dapat menggunakan Portal Rumah Belajar sebagai sumber belajarnya dan pada saat kelas luring, peserta didik bisa menjadi peserta didik yang aktif dan menggugah teman-temannya untuk fokus belajar. [YI/2020]

Continue Reading

Pembatik Level 4, Berbagi (ke-3) “Tatap Muka: Belajar Rileks dan Menyenangkan dengan Mengimplementasikan Portal Rumah Belajar”

Kesempatan belajar daring saat ini sudah mulai dilaksanakan secara masif dan memberikan ruang yang seluas-luasnya kepada guru dan peserta didik untuk mengakses secara digital. Apalagi kuota belajar sudah diberikan serentak oleh Mendikbud untuk peserta didik dan guru di sekolah dasar.

Efektivitas dalam pembelajaran daring masih memerlukan waktu dan pendekatan yang komprehensif. Oleh sebab itu, proses pembelajaran di Kabupaten Pangandaran diberikan kebijakan dengan Tatap Muka, berdasarkan zona yang dimiliki oleh Kabupaten Pangandaran.

Perencanaan  

Dalam proses sosialisasi Portal Rumah Belajar dalam PembaTIK Level 4 ini melalui tatap muka, saya melakukan koordinasi dengan Kadis Disdikpora Kab. Pangandaran, Bapak Drs. H. Surman, M.Pd, Sekretaris Dinas, Bapak Dr. H. M. Agus Nurdin, S.Pd, M.Pd. Kabid Pembinaaan Ketenagaan Disdikpora Kab. Pangandaran, Bapak Dr. R. Iyus Surya Drajat, M.Pd., Kabid Dikdas, Bapak Dodi Djubardi, S.Pd, Kasi Pendidik dan Tendik Dikdas, Ibu Hj. Kasmini, S.Pd, M.Pd, dan Korwil Kabupaten Pangandaran Bapak Gani Karnadi, S.Pd.Ing. Ketua FKKG Kab.Pangandaran, Bapak Parsono Anjar Sumyana SP.d MP.d, Pengawas Sekolah, Nana Suhana, S.Pd.I MM, dan Kepala Sekolah SDN 3 Sidomulyo, Engkus K.S, S.Pd.

Dengan koordinasi ini saya mendapatkan izin untuk melaksanakan Tatap Muka dalam proses sosialisasi dengan tema Belajar Rileks Menggunakan Portal Rumah Belajar Pada Masa Pandemi Covid-19 berkolaborasi dengan SRB Jawa Barat dengan KKG Suligar, KKG Pandu, KKG Purbasari, Korwil Disdikpora Kabupaten Pangandaran yang dilaksanakan pada tanggal 12-13 Oktober 2020 dan bertempat di SDN 02 Sidomulyo Kabupaten Pangandaran.

Pelaksanaan

Hari Pertama,

Pada proses pelaksanaan ini kami berkolaborasi dengan KKG Suligar, KKG Pandu, KKG Purbasari, Korwil Disdikpora Kabupaten Pangandaran. Sebagai SRB Jabar, kami menyampaikan tentang proses belajar yang rileks untuk guru-guru hebat di Kelas Tinggi dan Kelas Bawah pada SDN di Kabupaten Pangandaran.

Kami menyampaikan bahwa belajar rileks dapat dilaksanakan dengan langkah yang efektif melalui Portal Rumah Belajar. Guru bisa menggunakan pembelajaran daring dengan mengintegrasikan Portal Rumah Belajar. Dikarenakan Kabupaten Pangandaran belum memiliki akses sosialisasi dan implementasinya.

Secara pelan dan bertahap kami menyosialisasikan Portal Rumah Belajar serta mempraktikkan dalam rangka mengefektifkan pembelajaran daring antara guru dan peserta didik.

Hari Kedua,

Antusiasme dari peserta guru-guru hebat inilah dapat dikonsepsikan bahwa pembelajaran melalui Portal Rumah Belajar di SDN Kabupaten Pangandaran sangat tepat dan sangat efektif, sehingga kami memiliki keyakinan bahwa implementasi Portal Rumah Belajar di Kabupaten Pangandaran menjadi alat bantu yang solutif bagi Pendidikan terutama.

Evaluasi

Secara praktiknya, seluruh guru-guru hebat yang mengikuti kegiatan Belajar Rileks Menggunakan Portal Rumah Belajar pada masa pandemi covid-19 ini berjalan sukses. Namun harapannya ke depan mengevaluasinya dengan pendekatan kepada guru-guru terkait implementasinya dan hal-hal yang kurang dipahami pada aplikasi tersebut.

Implementasi Portal Rumah Belajar bagi Guru SDN di Kabupaten Pangandaran

Belajar Rileks Menggunakan Portal Rumah Belajar

Sejatinya, belajar adalah long life learning, sepanjang hayat. Oleh karena itu, belajar dalam digital bukan sesuatu yang harus dihindari. Justru dengan belajar rileks menggunakan Portal Rumah Belajar dapat menyederhanakan pemahaman sekaligus praktiknya. Dengan Demikian, guru dan peserta didik mendapatkan manfaat dalam proses pembelajarannya, asyik dan menyenangkan. [YI/2020]

Continue Reading

Pembatik Level 4, Berbagi (ke-1) “Mengoptimalkan Pembelajaran Jarak Jauh Tapi Tidak Jenuh”

Pembelajaran Abad 21 membutuhkan solusi efektif dan menumbuhkan literasi digital yang efisien. Ketersediaan sumber daya insani yang aktif dan memberikan pengaruh positif dalam pembelajaran di sekolah masih membutuhkan langkah konkrit. Sementara itu keadaan di masa pandemi covid 19 menjadikan pembelajaran semakin tak terarah karena guru-guru belum siap untuk mengikuti pembelajaran daring.

Sedangkan pembelajaran daring sudah wajib dilaksanakan dengan sangat ‘keterpaksaan’ yang tidak diinginkan tentunya. Setiap guru perlu menggunakan media digital untuk proses pembelajaran. Keengganan guru untuk ‘mengulik’ materi di dunia digital karena merasa belum siap dan belum tahu langkah-langkahnya.

Jika dilakukan secara masif dalam proses sosialisasi tentang Portal Rumah Belajar maka dapat dipastikan akan menjadi ‘langkah konkrit’ dan ‘meringankan’ bagi guru-guru dan peserta didik.

Kesiapan itu perlu dilakukan ‘sosialisasi’. Dengan demikian, pentingnya parade sosialisasi ini. Balad Sahabat Rumah Belajar Nepungan (BASAJAN) hadir dengan solusi efektifnya untuk pembelajaran daring.

Kampanye dari BASAJAN

A. Persiapan

Awal mula kami menyediakan flyer sebagai informasi kepada peserta untuk bergabung dalam BASAJAN ini. Flyer yang dishare ke Instagram terintegasi ke Facebook, agar teman-teman kami bisa mengikuti kegiatan BASAJAN ini lebih awal melalui Youtube.

B. Pelaksanaan

Pelaksanaan pada hari Sabtu, 26 September 2020, waktu yang tepat untuk disampaikan kepada guru-guru hebat. Semua Sahabat Rumah Belajar yang tergabung sebagai SRIKANDI Squad ini yaitu:

  1. Ai Hikmawati, M.Pd.

“Pemanfaatan Portal Rumah Belajar dalam Pembelajaran STEM pada Materi Teknologi Ramah Lingkungan”

2. Yati Nurhayati, S.Pd. (SMA NEGERI 26 Kota Bandung)

“Pembelajaran menggunakan model flipped classroom diintegrasikan dengan Edugame Rumah Belajar”

3. Yunita Indriani, S.Pd. (SD NEGERI 3 Sidomulyo)

“PJJ: Belajar Asyik live streaming Youtube menggunakan Aplikasi Streamyard Terintegrasi Portal Rumah Belajar”

4. Wulansari Retnaasih, S.Pd., M.Pd. (SMA NEGERI 2 GARUT)

“Microsoft Sway sebagai Alternatif Media Pembelajaran”

5. Tina Sundari, S.Pd., M.Pd. (SMK NEGERI 1 CISARUA KBB)

“Pembelajaran Model FCR via WA dengan Mengintegrasikan Rumah Belajar”

6. Wahyu Nur Hidayati (SDN CITARIK I)

“Pemanfaatan Kelas Maya dalam portal Rumah Belajar dalam rangka pengenalan literasi digital pada siswa tingkat dasar”

Pada bagian BASAJAN ini saya menyampaikan tentang PJJ: Belajar Asyik live streaming Youtube menggunakan Aplikasi Streamyard. Dari materi ini, secara saya mengarahkan guru-guru untuk menyampaikan materi-materi belajarnya melalui aplikasi yang belum banyak dikenal namun efektif untuk dijadikan ‘satu langkah yang memberikan kemudahan.’

Materi ini pula memberikan opsi bagi guru untuk dapat menggunakan semaksimal mungkin aplikasi-aplikasi yang terdapat pada Portal Rumah Belajar. Kehadiran Portal Rumah Belajar sebagai alternatif yang tepat bagi guru-guru untuk memberikan akses kepada peserta didik.

Dengan demikian, aplikasi Streamyard yang bisa live streaming dapat dijadikan solusi. Guru membuka aplikasinya dan materi yang disampaikan bersumber dari Rumah Portal Belajar.

Mengoptimalkan Rumah Portal Belajar dari aplikasi Streamyard merupakan bagian dari guru-guru hebat mengaplikasikan technology by utilization. Karena ketersediaannya sudah disediakan dan siap digunakan dalam proses pembelajaran, tentunya dapat memudahkan guru-guru berkreasi dalam pembelajarannya.

C. Evaluasi

Kegiatan ini membutuhkan proses berkelanjutan, jadi diharapkan setelah BASAJAN ini guru-guru mampu mengoperasionalkan secara mandiri untuk proses pembelajarannya. Kami sangat yakin, karena melalui Rumah Portal Belajar, guru dan peserta didik dapat menggunakannya sebagai tagline semua bisa belajar dimana saja, kapan saja, dengan siapa saja.

Daftar hadir peserta dari kegiatan ini dapat diakses DAFTAR HADIR PESERTA

Pembelajaran Jarak Jauh Tapi Tidak Jenuh

Demikian saya menyimpulkan dalam kegiatan BASAJAN ini. Tidak ada kata jenuh walaupun pembelajaran jarak jauh. Karena Rumah Portal Belajar sudah hadir sebagai solusi dari anak negeri. Semua materi dari Srikandi Squad sangat tepat dan kehadirannya menjadi alternatif-solutif. [YI/2020}

Continue Reading