Pembatik Level 4, Berbagi (ke-4) “Tatap Maya: Berbagi Praktik Baik Pembelajaran Melalui Portal Rumah Belajar”

Kekhawatiran dalam pembelajaran di masa pandemi covid-19 semakin menjadi-jadi dikarenakan proses pembelajaran terhenti dalam kondisi yang tidak menentu. Namun jika pandemi covid-19 ini diberikan kebijakan pada waktunya oleh pemerintah, dan serentak pembelajaran dapat dilakukan dengan tatap muka.

Lantas bagaimanakah langkah terbaiknya? Apakah pembelajaran masih tetap dengan klasikal? Sementara pendapat dari Prof. Farida Hanum menyatakan bahwa pembelajaran klasikal sudah sangat membosankan, alangkah baiknya menggunakan model kelas terbalik atau disebut dengan Flipped Classroom.

Di saat pandemi covid-19 dinyatakan selesai, tentu saja pembelajaran di sekolah membutuhkan strategi khusus di dalam menuntaskan pembelajaran yang menyenangkan. Sudah tentu perlu dikondisikan dengan mengassessmen secara cepat di awal. Terbukti, masing-masing peserta didik perlu mempelajari banyak materi sekolah yang terintegrasi.

Bagaimana kemudian seorang guru mengelola dan mengolah kembali pemahaman pembelajaran digital? oleh karena itu, guru perlu menggunakan kelas terbalik ini sebagai kondisi aktual untuk tetap memberikan kenyamanan kepada peserta didik dalam proses pembelajaran.

Perencanaan

Melalui perencanaan dimulai dari pembuatan flyer sebagai informasi awal kepada peserta atau audience untuk dapat ikut serta dalam kegiatan Berbagi Praktik Baik Mengajar dari Rumah di Masa Pandemi Covid-19. Dilaksanakan pada tanggal 16 Oktober 2020. Tatap maya ini sangat luar biasa.

Pelaksanaan

Kesiapan narasumber Sahabat Rumah Belajar sangat sempurna sehingga memberikan kelancaran dalam kegiatannya. Dihadiri sebagai Keynote Speaker dan Sambutan yaitu Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Ibu Dra. Hj.  Otin Martini, M.Pd. juga Sambutan dari Ketua MKKS Kabupaten Bandung Dinas Pendidikan Provinsi Jawabat, H. Onang Sopari, M.MPd.

Saya mengangkat pembahasan tentang Flipped Classroom yang diintegrasikan dengan Portal Rumah Belajar. Dengan alasan bahwa pelaksanaan pendidikan di Kabupaten Pangandaran sudah dibuka dan dapat dilaksanakan secara daring, kemudian flipped classroom lebih tepat untuk peserta didik di sekolah dasar.

Oleh karena itu, flipped classroom terintegrasi dengan Portal Rumah Belajar menjadi model penting bagi guru dan dapat diaplikasikannya.

Peserta di Zoom Meeting

Evaluasi

Prinsip dari kegiatan baik ini adalah mengajak semua guru-guru hebat untuk pembelajaran berbasis Portal Rumah Belajar yang dapat dilaksanakan secara daring dan luring.

Apa potensinya? Peserta didik mendapatkan banyak kemanfaatan yang diperoleh. Kondisi peserta didik lebih nyaman. Pada saat kelas daring peserta didik dapat menggunakan Portal Rumah Belajar sebagai sumber belajarnya dan pada saat kelas luring, peserta didik bisa menjadi peserta didik yang aktif dan menggugah teman-temannya untuk fokus belajar. [YI/2020]

Continue Reading

Membuat Model Lampu Lalu Lintas

Materi IPA dalam silabus salah satunya diharuskan membuat suatu karya/model yang menggunakan energi listrik. Nah, waktu itu saya memilih model lampu lalu lintas. Setelah saya cari referensi berbagai buku akhirnya jatuh pada buku BSE IPA dengan penulis Dwi Suhartanti, Isnani Aziz Z, Yulinda. Namun, ada beberapa yang saya perbaharui mengenai bahan-bahannya hal ini guna untuk memudahkan siswa dalam mencari bahan-bahan tersebut.

Standar Kompetensi:
8. Memahami pentingnya penghematan energi

Kompetensi Dasar:
8.2 Membuat suatu karya/model yang menggunakan energi listrik (bel listrik/alarm/model lampu lalu lintas/ kapal terbang/mobilmobilan/ model penerangan rumah)

Adapun Alat dan bahan yang harus disiapkan:
• Pisau potong (cutter)
• Gunting
• Lem yang kuat (bisa super Glue)
• Kabel secukupnya (disesuaikan dengan ukuran kardusnya rata-rata 1,5 meter untuk kardus sepatu)
• Bola lampu 2,5 watt 3 buah
• Fiting (dudukan lampu) 3 buah
• Kertas berwarna merah, kuning, dan hijau
• Tempat baterai
• Kardus bekas sepatu
• Penggaris
• Pensil
• Jangka atau tutup toples dan sebagainya (untuk pembuatan lingkaran)
• Baterai 1,5 volt 3 buah
• Paku payung dan paku kabel
• Stirofoam (sebagai penyekat di dalam kardus)

 

CARA KERJA :

1. Buatlah 3  lubang berbentuk lingkaran. Lubang tersebut berdiameter 10 cm dan berada di tengah-tengah sisi atau diseuaikan dengan ukuran kardus.

2. Tutuplah setiap lubang dengan kertas
berwarna. Lingkaran 1 dengan kertas berwarna merah, lingkaran 2 dengan warna kuning, dan lingkaran 3 dengan warna hijau

3. Ukur dan guntinglah sterefom buat 3 dengan ukuran yang sama hal ini berguna  sebagai sekatan dalam kardus tersebut.

 

 

4. Pasang lampu dan kabel pada fiting. Selanjutnya, kabel dari dalam kardus dilewatkan keluar melalui lubang. Perhatikan gambar (3).

4. Kupaslah setiap ujung kabel dan buat rangkaian

5. Hidupkan ketiga sakelar secara bergantian mulai dari sakelar 1. Perhatikan gambar (5). Saat sakelar 1 dihidupkan, lampu atas menyala. Setelah 30 detik, matikan sakelar 1 dan hidupkan sakelar 2 sehingga lampu tengah menyala. Tiga puluh detik kemudian, matikan sakelar 2 dan hidupkan sakelar 3. Saat sakelar 3 dihidupkan, lampu
bawah menyala. Ulangi kegiatan tersebut sehingga kalian dapat memperoleh nyala lampu seperti lampu lalu lintas.

Setelah selesai Ibu/ Bapak guru bisa menugaskan siswa untuk tampil presentasi ke depan. Tentu sebelumnya kita berikan pengarahan tentang tata cara presentasi. Di sini saya menugaskan dan  menjelaskan bagaimana kelompok tersebut menentukan siapa yang akan menjadi moderator, menyampaikan hasil presentasi yang terbagi alat dan bahan dan cara kerja tidak lupa membuat yel-yel kelompok hal ini berguna untuk menghidupkan semangat mereka dalam presentasi.

Yel-yel

Yel-yel dibuang sayang 😊 . . #yelyel #presentasi #VI

A post shared by yunita indriani (@yunita_indriani) on

Kegiatan

 

Continue Reading