Leadpreneur Bersinergi: Gotong Royong Virtual Membangkitkan Ekonomi Lokal

Oleh: Muh. Husen Arifin

Dampak perekonomian Indonesia di tengah pandemi covid-19 banyak meruntuhkan pengusaha-pengusaha mikro, kecil, dan menengah hingga mereka harus gulung tikar, tidak berdaya lagi untuk mendapatkan penghasilan dan reaksi lainnya tumbuh pengangguran yang masif. Hasil ini kemudian timbul kekhawatiran besar terhadap jangka panjang bagi masyarakat, notabene yang bergantung kepada siklus perekonomian skala mikro. Terlebih lagi, masyarakat kita harus menopang keluarga masing-masing. Laju pengangguran ini semakin tak terbendung dalam data BPS per Februari 2021 sejumlah 8,75 juta.

Menilik data Badan Pusat Statistik (2020) bahwa ekonomi Indonesia mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 2,07 persen. Pelbagai lapangan usaha mengalami konstraksi signifikan. Kita memulai awal tahun 2021 dengan tertatih-tatih, tidak secepat harapan. Meskipun pemerintah tetap mengusahakan adanya stimulus di pelbagai sektor, namun bantuan tersebut belum sepenuhnya terserap secara berkeadilan.

Hari kebangkitan perekonomian dirasa perlu digaungkan. Proses menggaungkannya memang tampak belum menyeluruh namun dapat dimulai secara terpimpin, terstruktur, dan terpola. Yakni dimulai dari kepemimpinan kepala daerah yang aktif di media sosial.

Leadpreneur: Instagram Ridwan Kamil

Analisis penulis kepada Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil dengan pengguna aktif Instagram. Adapun follower-nya sebanyak 13,9 juta. Fantastis angka tersebut memberikan influence tersendiri. Sosok Ridwan Kamil dengan kepemimpinan taktisnya sangat relevan menjadi percontohan sebagai leadpreneur.

Sumber: Instagram Ridwan Kamil (@ridwankamil), (2021)

Kita tak menampik bahwa Ridwan Kamil sebagai sosok pemimpin yang menjadikan akun instagramnya sebagai wadah aktif dan menghasilkan optimisme tinggi terhadap langkah-langkahnya dalam mengarahkan pengikutnya secara praktis dan berkesinambungan. Aktualisasi Ridwan Kamil tersebut termasuk semakin menarik ketika postingan-postingan yang diunggah mencerminkan nasionalisme.

Model kepemimpinan Ridwan Kamil inovatif ini disambut positif oleh pelbagai praktisi dan akademisi. Jalan panjang kepemimpinan dengan memanfaatkan media sosial sebagai ruang berkomunikasi telah menginspirasi banyak pemimpin lainnya di daerah. Oleh sebab itu, merujuk kepada kondisi di tengah pandemi yang belum menentu ini, maka kehadirannya memberi angin segar dalam merumuskan kembali perekonomian kerakyatan.

Sejumlah produk lokal yang telah diunggah oleh Ridwan Kamil antara lain: unggahan tanggal 24 Mei tentang Baju Batik yang digunakan oleh bintang KPop dari anggota Super Junior, mengundang komentar baik sampai 7.471 warganet di seluruh Indonesia. Diplomasi budaya ini sangat luar biasa, mengutamakan Batik sebagai produk lokal sangat jenius untuk membangkitkan ekonomi lokal.

Sumber: Instagram Ridwan Kamil (@ridwankamil), (2021)

Selanjutnya, di tengah pandemi ini, ketika mudik dilarang dan tentu lebaran di rumah saja, menjadi momentum menghadirkan makanan lokal, terunggah foto Kue Om Kibo, sangat tepat untuk menghadirkan kue lokal. Kita dapat menginterpretasikan bahwa kue-kue yang diproduksi oleh masyarakat tentu memiliki cita rasa paling enak dan memberikan kenangan dan cerita paling menyenangkan meskipun mudik digital menjadi pilihannya.

Paling menarik lagi di tengah pandemi ini, pengelolaan sampah rumah tangga penting mendapatkan perhatian. Oleh sebab itu, unggahan tentang aplikasi digital Octopus.ina sangat bermanfaat. Aplikasi ramah lingkungan ini mendapatkan dukungan 1.343 warganet dengan jumlah like 75.268. Melalui octopus.ina dengan mekanisme manajemen digital ini pulalah pemimpin daerah harus mendukung sebaik-baiknya sampai terimplementasi hingga dengan jangka panjang.

Uniknya lagi, unggahan tepat pada Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 2021 ini tentang ajakan bergotong royong untuk pemulihan ekonomi nasional dengan caption; hari ini yang perlu dibangkitkan adalah semangat menjauhi pertengkaran dan semangat membangkitkan ekonomi yang terpuruk oleh pandemi. Terasa benar, bahwa pulihnya ekonomi menjadi tonggak bagi masyarakat agar di tengah-tengah pandemi ini dapat bersama-sama memberikan semangat dan beraktualisasi.

Ditambahkan dalam unggahan lain yaitu kerjasama membangkitkan produk asli dalam negeri yaitu Motor Gesits yang didesain dengan Bobber Style. Dukungan pemimpin hadir di sini. Dari unggahan mengundang like 88.202 dan 1.481 komentar dari warganet.

Tak kalah fenomenal, diplomasi kopi yang diprakarsai dengan mengekspansi Kopi Jawa Barat ke Korea Selatan, dan dengan resmi hadir di gerai Starbucks di Seoul. Diplomasi kopi ini laik diapresiasi. Lantaran kopi di Indonesia menjadi barometer per-kopi-an di dunia.

Dari produk-produk lokal yang diunggah ini mengintisarikan kepada kita bahwa meningkatkan gotong royong virtual dapat dimulai dengan influencer-influencer utamanya memaksimalkan diri dalam media sosial. Tak pelak, setiap produk lokal seharusnya sudah meluncur ke global.

Kebangkitan Ekonomi Lokal Sebagai Pancasila dalam Tindakan

Peranan pemimpin sangat dibutuhkan dalam kebangkitan ekonomi lokal, hadirnya pemimpin di media sosial bertujuan tiada lain dalam meningkatkan ekonomi lokal haruslah diwujudkan secara gotong royong virtual. Digitalisasi pada dasarnya mengarus utamakan kepentingan bersama sebagaimana nilai-nilai dalam Pancasila dalam beraktivitas.

Strategi pemimpin sudah seyogyanya memberi prakarsa bagi motivasi semua masyarakat. Sebab proses kemandirian pemimpin untuk menginisiasi hal tersebut akan menghadirkan kebangkitan ekonomi lokal.

Oleh karenanya, kebangkitan ekonomi lokal dapat disalurkan dengan pelbagai macam aplikasi sehingga masyarakat dapat dengan semangat untuk meraih perekonomiannya berkesinambungan yang terus bergerak dan pulih kembali di tengah pandemi.

Akhirnya, kita bisa memaksimalkan bahwa leadpreneur sebagai manifestasi diri, dan setiap orang sesungguhnya sebagai pemimpin. Lebih dari itu, ketika kita menjadi pemimpin, maka kita bisa menggunakan power of viral dengan bergotong royong membangkitkan perekonomian Indonesia, langkah pemimpin bersinergi dengan hati, yang selalu berusaha sebaik-baiknya dengan nurani. (*)

Muh. Husen Arifin, sebagai Tenaga Pengajar di Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Cibiru dan sedang menyelesaikan Program Doktor Pendidikan IPS di Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia.

Continue Reading

Organ Pernapasan pada Manusia

Organ pernapasan manusia terdiri dari hidung dan rongga hidung, tenggorokan (faring), batang tenggorokan (laring) trachea, bronchus, bronciolus, alveolus paru-paru. Berikut adalah bagian-bagian organ alat pernapasan pada manusia, perhatikan gambar di bawah ini:

Gambar 1.1 Organ Pernapasan – (Sumber: https://informazone.com)

1) Hidung (Cavum Nasalis)

Sebagai salah satu organ pernapasan manusia yang berhubungan langsung dengan udara luar, ketika udara masuk rongga hidung akan difiltrasi oleh rambut-rambut hidung yang berfungsi sebagai pelindung di dalam rongga hidung. Di saat hidung kita menghirup oksigen, bulu-bulu yang ada akan membantu menyaring masuknya udara kotor yang mengandung debu. Ini dilakukan sebelum udara tersebut diproses oleh paru-paru kita. Rambut hidung juga merupakan tempat menempelntya selaput lendir yang merupakan alat pengirim sinyal yang dapat memastikan bau apa yang sedang kita hirup.

Dengan demikian maka hidung berfungsi sebagai alat untuk menghirup udara, penyaring udara yang akan masuk ke paru-paru, dan sebagai indera penciuman.

2) Tekak (Faring)

Faring merupakan persimpangan antara rongga hidung ke tenggorokan (saluran pernapasan) dan rongga mulut ke kerongkongan (saluran pencernaan). Pada bagian belakang faring terdapat laring. Laring disebut pula pangkal tenggorok. Pada laring terdapat pita suara dan epiglotis atau katup pangkal tenggorokan. Pada waktu menelan makanan epiglotis menutupi laring sehingga makanan tidak masuk ke dalam tenggorokan. Sebaliknya pada waktu bernapas epiglotis akan membuka sehingga udara masuk ke dalam laring kemudian menuju tenggorokan. Mengapa ketika menelan makanan ke mulut kita tidak boleh berbicara?

                                    (Gbr 1.2  https://brainly.co.id/tugas/19317416)

3) Tenggorokan (Trakea)

Tenggorokan berbentuk seperti pipa dengan panjang kurang lebih 10 cm. Di paru-paru trakea bercabang dua membentuk bronkus. Dinding tenggorokan terdiri atas tiga lapisan.

(Gbr 1.3 Sumber tenggerokan. Sumber: https://informazone.com)

4) Cabang Tenggorokan (Bronkus)

Bronkus merupakan cabang batang tenggorokan. Jumlahnya sepasang, yang satu menuju paru-paru kanan dan yang satu menuju paru-paru kiri. Bronkus yang ke arah kiri lebih panjang, sempit, dan mendatar daripada yang ke arah kanan. Hal inilah yang mengakibatkan paru-paru kanan lebih mudah terserang penyakit. Struktur dinding bronkus hampir sama dengan trakea.

Perbedaannya dinding trakea lebih tebal daripada dinding bronkus. Bronkus akan menjadi bronkiolus. Bronkus kanan bercabang menjadi tiga bronkiolus sedangkan bronkus kiri bercabang menjadi dua bronkiolus berca menjadi bronkiolus. Bronkus kanan bercabang menjadi tiga bronkiolus sedangkan bronkus kiri bercabang menjadi dua bronkiolus.

5) Bronkiolus

Bronkiolus merupakan salah satu bagian penting dari organ pernapasan pada manusia. Bronkiolus adalah cabang dari bronkus dan memiliki dinding yang lebih tipis, pada ujung bronkiolus terdapat banyak sekali gelembung-gelembung kecil yang dinamakan alveolus. Jumlah cabang bronkiolus yang menuju paru- paru kanan dan kiri tidak sama. Bronkiolus yang menuju paru-paru kanan mempunyai 3 cabang, sedangkan bronkiolus yang menuju paru-paru sebelah kiri hanya bercabang 2

(Sumber: https://www.google.com/search)

Bronkiolus merupakan cabang dari bronkus. Bronkiolus bercabang-cabang menjadi saluran yang semakin halus, kecil, dan dindingnya semakin tipis. Bronkiolus tidak mempunyai tulang rawan tetapi rongganya bersilia.

Fungsi pertama yang dimiliki oleh bronkiolus dalam proses pernapasan manusia adalah untuk menyalurkan udara dari bronkus ke dalam alveoli. Bronkiolus akan membantu mengatur jumlah udara dan juga oksigen yang akan masuk ke dalam paru-paru, sesuai dengan kebutuhan dari paru-paru itu sendiri.

6. Alveolus

            Alveolus memiliki struktur berbentuk bola-bola mungil yang diliputi oleh pembuluh-pembuluh darah. Epitel pipih yang melapisi alveoli memudahkan darah di dalam kapiler-kapiler darah mengikat oksigen dari udara dalam rongga alveolus. Paya terjadi paru-paru mempunyai 700 juta alveolus, yang di dalamnya terjadi proses pertukaran gas oksigen (O2) dan karbondioksida (CO2). Pada ujung bronkus terdapat gelembung-gelembung kecil berisi udara yang disebut alveolus (jamak: alveoli).

(Sumber: https://informazone.com)

Pada gelembung-gelembung ini terjadi proses pertukaran gas oksigen dengan gas sisa metebolisme (karbondioksida) melalui dinding alveolus. Dinding alveolus dilapisi oleh sel-sel tipis yang banyak mengandung pembuluh darah kapiler.

Pertukaran gas terjadi dengan mekanisme difusi (perpindahan suatu zat melalui sebuah selaput atau dinding). Oksigen yang berada dalam alveolus akan diserap oleh pembuluh kapiler dan ditukar dengan gas karbondioksida. Gas sisa tersebut akan di keluarkan dari dalam tubuh melalui hidung.

Di dalam darah oksigen akan diikat oleh hemoglobin dan selanjutnya akan dialirkan ke seluruh tubuh. Oksigen akan digunakan dalam proses oksidasi zat makanan yang akan menghasilkan gas sisa berupa karbondioksida. Darah yang banyak mengandung karbondioksida akan dialirkan kembali ke paru-paru untuk ditukar dengan oksigen.

7. Paru-paru

Keberadaan paru-paru terletak di dalam rongga dada. Rongga dada dan perut dibatasi oleh suatu sekat disebut diafragma (sekat rongga dada).

(Sumber: https://www.google.com/search)

Paru-paru ada dua buah yaitu paru-paru kanan dan paru-paru kiri. Paru-paru kanan terdiri atas tiga gelambir (lobus) yaitu gelambir atas, gelambir tengah dan gelambir bawah. Sedangkan paru-paru kiri terdiri atas dua gelambir yaitu gelambir atas dan gelambir bawah. Paru-paru diselimuti oleh suatu selaput paru-paru (pleura).

Sumber: Pendalaman Materi Ilmu Pengetahuan Sistem organ pada manusia -PPG Daljab-Kemendikbud)

Continue Reading

Niat, Sudah Bulatkah?

Oleh: Husen Arifin

Semula saya yakin bahwa televisi di bulan Ramadan ini akan menampilkan program-program religi. Keyakinan itu tentu faktor pandemi covid-19 yang hingga satu tahun ini belum memberikan tanda-tanda baik. Setidaknya bulan Ramadan kedua saya masih seperti di tahun 2020.

Sumber: https://www.dream.co.id/

Artinya program televisi ditujukan kepada masyarakat Indonesia yang tinggal di rumah sejak bangun pagi sampai tidur malamnya dengan program religius. Seharusnya begitu alasan mendasarnya. Setiap penonton mendambakan program penyejuk rohani, memberi wawasan keagamaan yang kuat, membersihkan pikiran negatif, dan meneguhkan iman.

Iman manusia selalu naik turun, maka iman harus selalu naik. Jika terus turun, maka jalan instan jadi tujuan. Kebutuhan pokok di rumah meningkat. Sementara kondisi ekonomi tidak dapat berharap lebih. Lebih-lebih kalau pekerjaan tidak menjamin apapun.

Isu perusahaan akan mencicil THR jadi pukulan telak bagi karyawan-karyawan. Justru di sinilah peran pemerintah dan swasta yang memegang kendali pertelevisian harus peka terhadap persoalan-persoalan sosial masyarakat menengah ke bawah. Tidak sekadar embel-embel mendirikan posko pengaduan nantinya. Bukan ide brilian. Sementara masyarakat membutuhkan penanganan konkrit, solusi tepat sesuai pengamalan sila kelima Pancasila.

Keadilan sosial saat ini tidak bisa berharap lebih adil. Rupanya harapan saya terhadap program pertelevisian hanya fatamorgana. Program televisi tetap ingin menjaga profit tinggi. Semua program tentunya punya target pasar dan masyarakat ke bawah sudah sedari kecil mendapat tontonan beragam namun belum mengarah kepada pembangunan pengetahuan bagi masyarakat.

Iklan-iklan yang tersebar masih seperti sedia kala di bulan-bulan lain. Pembedanya hanya bungkus dari talentnya saja. Apa menariknya? Dari sudut pandang konsumen, tentu produk-produk makanan mudah dikenali dan sebaran distribusi di daerah-daerah semakin cepat dan tersedia di toko-toko grosir maupun eceran. Peran konsumen adalah segera membeli akibat dari promosi di televisi yang mengarahkan pikiran dari masyarakat ini.

Kontrol pemerintah untuk menggugah makna bulan Ramadan sampai saat ini terjebak pada pola pasar. Ekonomi nasional menjadi sasaran. Bulan Ramadan terbungkus narasi ekonomi berbasis religi.

Pertanyaan saya masihkah kita bertahan di rumah dengan menonton program televisi yang menumbuhkan jiwa konsumerisme akut? Tidak ada faedahnya. Selama bulan Ramadan ajakan kebaikan sejatinya terprogram secara masif. Sebab di tengah pandemi ini, kemunculan program dan iklan televisi yang baik dan berdampak terhadap perubahan dan penanaman karakter dari masyarakat menjadi tema penting.

Semua masyarakat menengah ke bawah memiliki penilaian beragam. Tapi saya yakin program dan iklan dapat tersedia tergantung niat yang bulat dari pemilik stasiun televisi atau vendor dari iklan tersebut.

Apakah kita terus menerus mengalami perubahan ke ranah peningkatan ilmu pengetahuan? Belum. Apakah kita sekadar menikmati program tersebut sebagai tempat menggali ilmu pengetahuan? Belum. Jika tanpa televisi di rumah masihkah iklan bermunculan? Masih. Apakah kita sadar menunggu perubahan terjadi di tahun-tahun mendatang? Betul. Bagaimana solusinya? Niat.

Kembalikanlah kepada intisari sederhananya dari tujuan pendidikan nasional yang mengarah pada pembentukan karakter masyarakat beriman dan berilmu. Sebutkan iklan terbaik yang bersinggungan dengan tujuan pendidikan dalam satu hari ini di bulan Ramadan? Kita membutuhkan kesadaran mereka terjadi di bulan Ramadan sekarang. Apakah mereka akan mewujudkannya? Tergantung niatnya, sudah bulatkah? (HA)

Continue Reading

BILANGAN BULAT

Kompetensi Dasar:

  1. 2 Menjelaskan dan melakukan operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian,
    dan pembagian yang melibatkan bilangan bulat negatif

Tujuan Pembelajaran:
3.2.1 Siswa dapat menentukan operasi penjumlahan bilangan bulat dengan tepat
3.2.2 Siswa dapat menentukan oprasi pengurangan bilangan bulat
dengan tepat

Yuk, kita amati penjelasan berikut mengenai bilanngan bulat

Bilangan bulat merupakan bilangan yang terdiri dari bilangan cacah dan bilangan negatif.

Bilangan cacah sendiri adalah angka-angka yang kita kenal, misalnya 0, 1, 2 dan seterusnya. Sementara bilangan negatif dalam bilangan bulat adalah angka negatif dari bilangan cacah, misalnya -1, -2,-3 dan seterusnya.

Bilangan bulat sendiri disebut dengan Integers yang disimbolkan dengan Z. Sehingga kita pun bisa menuliskan sebagai berikut:
Himpunan Z = …, -3,-2, -1, o, 2, 3, 4,…

Perhatikan contoh soal berikut:

Hitunglah:

 1) 2 + 3      = ….

 2) 2 + (–3) = ….                           

 3) -2+ (– 3)      = ….

Untuk menyelesaikan soal tersebut bisa memalui bantuan garis bilangan. Perhatikkan jawaban berikut

Kata kunci untuk menyelesaikan bilangan bulat mengunakan garis bilangan adalah;

  1. Posisikan angka sesaui dengan bilangan pertama yang ada dalam soal
  2. Jika pengurangan maka ke kiri
  3. Sebaliknya jika penjumalahan posisi gerakkan ke arah kanan.

Perhatikan penyelesaian soal ke dua

Selanjutnya penyelesaian soal ke tiga

Latihan soal

Hitunglah dengan menggunakan garis bilangan

  1. 2 + 6 = …….
  2. 7 + (-5) =……
  3. -7 + (-6) = ….
  4. 6 + ( -11) = ….
  5. -8 – (-9) = …..

Selamat mengerjaka jangan lupa isi di kolom komentar di bawah ini dan jangan lupa absen yaa…

Semangnat belajar

Continue Reading

Usaha Ekonomi

Tugas 1

Amati kegiatan usaha ekonomi di sekitar tempat tinggalmu. Bagaimana sikap pelaku usaha ekonomi dalam menjalin hubungan dengan
pesaingnya?

  1. Apakah terjalin sikap saling menghargai satu sama lain?
  2. Apakah di antara mereka saling bersaing dengan ketat hingga terjadi
    permusuhan

Tugas 2

Bacalah teks berikut!

Menghargai Kegiatan Usaha Ekonomi Orang Lain

Setiap orang akan melakukan kegiatan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan hidup. Ada yang menjadi petani, penjahit, pedagang, nelayan, pegawai swasta, pegawai negeri, tenaga medis, pengusaha, dan lainnya.

Kegiatan ekonomi yang dilakukan setiap orang melibatkan orang lain.
Keterlibatan orang lain dapat dilihat dari kegiatan produksi, distribusi, dan
konsumsi. Pada kegiatan produksi, orang yang terlibat adalah tenaga kerja.
Pemakaian tenaga kerja dimaksudkan untuk memperlancar kegiatan produksi.

Tenaga kerja akan memperoleh balas jasa dari produsen berupa upah atau
gaji dari produsen. Selanjutnya, barang hasil produksi akan disalurkan kepada konsumen atau masyarakat oleh distributor. Dari kegiatan penyaluran barang tersebut, distributor akan memperoleh keuntungan. Contoh distributor adalah agen, pedagang besar, dan pedagang eceran.

Konsumen adalah pihak yang mengonsumsi barang dan jasa untuk
memenuhi kebutuhan hidupnya. Barang dan jasa diperoleh dari produsen
secara langsung atau melalui perantara (distributor). Ketiga pelaku kegiatan ekonomi tersebut (produsen, distributor, dan konsumen) akan saling berhubungan membentuk arus diagram ekonomi.

Setiap pelaku kegiatan ekonomi memiliki peran yang saling menguntungkan. Menurut kodratnya, manusia berperan sebagai makhluk sosial dan makhluk ekonomi. Sebagai makhluk sosial, manusia akan berhubungan atau berinteraksi dengan manusia lain. Sebagai makhluk ekonomi, manusia akan melakukan kegiatan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Dalam kehidupan sehari-hari, baik sebagai makhluk sosial maupun makhluk ekonomi, manusia hendaknya memiliki etika moral. Dengan etika moral, manusia dapat menghargai setiap kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh orang lain.

Amatilah pakaian yang kamu kenakan! Bagaimana proses produksi
pakaian? Untuk menghasilkan pakaian dibutuhkan waktu yang lama. Pada
mulanya, produsen pakaian membutuhkan bahan baku kain dan benang. Kain dapat diperoleh dari perusahaan pemintalan benang. Bahan baku benang berupa kapas yang dihasilkan dari perkebunan tanaman kapas. Untuk menjadi benang, kapas dipintal terlebih dahulu. Benang ditenun di pabrik tenun hingga menjadi kain. Selanjutnya, kain dapat dibuat pakaian oleh penjahit. Itulah proses panjang produksi pakaian.

Kamu sudah mengetahui bahwa banyak pihak terlibat dalam proses
produksi pakaian. Ada petani tanaman kapas, pekerja pemintalan, penenun
kain, penjahit, dan pengusaha garmen. Setiap pelaku dalam proses produksi pakaian itu mempunyai peran penting, begitu pula dalam proses produksi benda lain. Oleh karena itu hendaknya kita perlu menghargai kegiatan usaha ekonomi orang lain.

Bagaimana kita menghargai kegiatan usaha ekonomi orang lain? Cara
menghargai kegiatan usaha ekonomi dapat dilakukan sebagai berikut.

  1. Menumbuhkan persaingan usaha yang sehat dalam kegiatan perekonomian.
  2. Menghormati usaha ekonomi orang lain dengan tidak iri atas
    keberhasilannya.
  3. Menjunjung tinggi setiap jenis pekerjaan yang dilakukan orang lain.
  4. Meneladani keberhasilan orang lain dengan meniru sikap positif orang
    tersebut.

Selamat belajar, jangan lupa isi absen di kolom komentar yaa

Continue Reading
1 2 3 22