Leadpreneur Bersinergi: Gotong Royong Virtual Membangkitkan Ekonomi Lokal

Oleh: Muh. Husen Arifin

Dampak perekonomian Indonesia di tengah pandemi covid-19 banyak meruntuhkan pengusaha-pengusaha mikro, kecil, dan menengah hingga mereka harus gulung tikar, tidak berdaya lagi untuk mendapatkan penghasilan dan reaksi lainnya tumbuh pengangguran yang masif. Hasil ini kemudian timbul kekhawatiran besar terhadap jangka panjang bagi masyarakat, notabene yang bergantung kepada siklus perekonomian skala mikro. Terlebih lagi, masyarakat kita harus menopang keluarga masing-masing. Laju pengangguran ini semakin tak terbendung dalam data BPS per Februari 2021 sejumlah 8,75 juta.

Menilik data Badan Pusat Statistik (2020) bahwa ekonomi Indonesia mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 2,07 persen. Pelbagai lapangan usaha mengalami konstraksi signifikan. Kita memulai awal tahun 2021 dengan tertatih-tatih, tidak secepat harapan. Meskipun pemerintah tetap mengusahakan adanya stimulus di pelbagai sektor, namun bantuan tersebut belum sepenuhnya terserap secara berkeadilan.

Hari kebangkitan perekonomian dirasa perlu digaungkan. Proses menggaungkannya memang tampak belum menyeluruh namun dapat dimulai secara terpimpin, terstruktur, dan terpola. Yakni dimulai dari kepemimpinan kepala daerah yang aktif di media sosial.

Leadpreneur: Instagram Ridwan Kamil

Analisis penulis kepada Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil dengan pengguna aktif Instagram. Adapun follower-nya sebanyak 13,9 juta. Fantastis angka tersebut memberikan influence tersendiri. Sosok Ridwan Kamil dengan kepemimpinan taktisnya sangat relevan menjadi percontohan sebagai leadpreneur.

Sumber: Instagram Ridwan Kamil (@ridwankamil), (2021)

Kita tak menampik bahwa Ridwan Kamil sebagai sosok pemimpin yang menjadikan akun instagramnya sebagai wadah aktif dan menghasilkan optimisme tinggi terhadap langkah-langkahnya dalam mengarahkan pengikutnya secara praktis dan berkesinambungan. Aktualisasi Ridwan Kamil tersebut termasuk semakin menarik ketika postingan-postingan yang diunggah mencerminkan nasionalisme.

Model kepemimpinan Ridwan Kamil inovatif ini disambut positif oleh pelbagai praktisi dan akademisi. Jalan panjang kepemimpinan dengan memanfaatkan media sosial sebagai ruang berkomunikasi telah menginspirasi banyak pemimpin lainnya di daerah. Oleh sebab itu, merujuk kepada kondisi di tengah pandemi yang belum menentu ini, maka kehadirannya memberi angin segar dalam merumuskan kembali perekonomian kerakyatan.

Sejumlah produk lokal yang telah diunggah oleh Ridwan Kamil antara lain: unggahan tanggal 24 Mei tentang Baju Batik yang digunakan oleh bintang KPop dari anggota Super Junior, mengundang komentar baik sampai 7.471 warganet di seluruh Indonesia. Diplomasi budaya ini sangat luar biasa, mengutamakan Batik sebagai produk lokal sangat jenius untuk membangkitkan ekonomi lokal.

Sumber: Instagram Ridwan Kamil (@ridwankamil), (2021)

Selanjutnya, di tengah pandemi ini, ketika mudik dilarang dan tentu lebaran di rumah saja, menjadi momentum menghadirkan makanan lokal, terunggah foto Kue Om Kibo, sangat tepat untuk menghadirkan kue lokal. Kita dapat menginterpretasikan bahwa kue-kue yang diproduksi oleh masyarakat tentu memiliki cita rasa paling enak dan memberikan kenangan dan cerita paling menyenangkan meskipun mudik digital menjadi pilihannya.

Paling menarik lagi di tengah pandemi ini, pengelolaan sampah rumah tangga penting mendapatkan perhatian. Oleh sebab itu, unggahan tentang aplikasi digital Octopus.ina sangat bermanfaat. Aplikasi ramah lingkungan ini mendapatkan dukungan 1.343 warganet dengan jumlah like 75.268. Melalui octopus.ina dengan mekanisme manajemen digital ini pulalah pemimpin daerah harus mendukung sebaik-baiknya sampai terimplementasi hingga dengan jangka panjang.

Uniknya lagi, unggahan tepat pada Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 2021 ini tentang ajakan bergotong royong untuk pemulihan ekonomi nasional dengan caption; hari ini yang perlu dibangkitkan adalah semangat menjauhi pertengkaran dan semangat membangkitkan ekonomi yang terpuruk oleh pandemi. Terasa benar, bahwa pulihnya ekonomi menjadi tonggak bagi masyarakat agar di tengah-tengah pandemi ini dapat bersama-sama memberikan semangat dan beraktualisasi.

Ditambahkan dalam unggahan lain yaitu kerjasama membangkitkan produk asli dalam negeri yaitu Motor Gesits yang didesain dengan Bobber Style. Dukungan pemimpin hadir di sini. Dari unggahan mengundang like 88.202 dan 1.481 komentar dari warganet.

Tak kalah fenomenal, diplomasi kopi yang diprakarsai dengan mengekspansi Kopi Jawa Barat ke Korea Selatan, dan dengan resmi hadir di gerai Starbucks di Seoul. Diplomasi kopi ini laik diapresiasi. Lantaran kopi di Indonesia menjadi barometer per-kopi-an di dunia.

Dari produk-produk lokal yang diunggah ini mengintisarikan kepada kita bahwa meningkatkan gotong royong virtual dapat dimulai dengan influencer-influencer utamanya memaksimalkan diri dalam media sosial. Tak pelak, setiap produk lokal seharusnya sudah meluncur ke global.

Kebangkitan Ekonomi Lokal Sebagai Pancasila dalam Tindakan

Peranan pemimpin sangat dibutuhkan dalam kebangkitan ekonomi lokal, hadirnya pemimpin di media sosial bertujuan tiada lain dalam meningkatkan ekonomi lokal haruslah diwujudkan secara gotong royong virtual. Digitalisasi pada dasarnya mengarus utamakan kepentingan bersama sebagaimana nilai-nilai dalam Pancasila dalam beraktivitas.

Strategi pemimpin sudah seyogyanya memberi prakarsa bagi motivasi semua masyarakat. Sebab proses kemandirian pemimpin untuk menginisiasi hal tersebut akan menghadirkan kebangkitan ekonomi lokal.

Oleh karenanya, kebangkitan ekonomi lokal dapat disalurkan dengan pelbagai macam aplikasi sehingga masyarakat dapat dengan semangat untuk meraih perekonomiannya berkesinambungan yang terus bergerak dan pulih kembali di tengah pandemi.

Akhirnya, kita bisa memaksimalkan bahwa leadpreneur sebagai manifestasi diri, dan setiap orang sesungguhnya sebagai pemimpin. Lebih dari itu, ketika kita menjadi pemimpin, maka kita bisa menggunakan power of viral dengan bergotong royong membangkitkan perekonomian Indonesia, langkah pemimpin bersinergi dengan hati, yang selalu berusaha sebaik-baiknya dengan nurani. (*)

Muh. Husen Arifin, sebagai Tenaga Pengajar di Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Cibiru dan sedang menyelesaikan Program Doktor Pendidikan IPS di Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia.

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *