Mereset Otak Alam Bawah Sadar dengan Afirmasi Positif

Pernah terlintas dalam diri kita kok rasanya saya lemas badan ya, kok bawaannya sedih terus, kok kenapa ya hidup saya malang.

Kemungkinan salah satunya ada dalam otak bawah sadar kita, apa yang kita ucapkan berulang-ulang akan menjadikan gambar yang nyata dan melekat tertanam dalam otak bawah sadar. Itu sebabnya tidak heran setiap apa yang kita ucap berulang-ulang akan menjadi sebuah kenyataan.

Kata yang diucapkan pada diri maupun orang lain dengan penuh rasa akan menarik energi pada diri kita. Semua tumbuh dan bisa menjadi nyata.

Saat ini saya sedang melakukan afirmasi ulang pada diri sendiri mengubah rasa malas pada diri untuk menjadi lebih produktif dan bergairah menjalani hidup, membuat keceriaan pada diri saya supaya hidup lebih bermakna. Sebab sebaik-baiknya manusia adalah yang bisa bermanfaat untuk orang lain.

Entah mengapa beberapa hari ini merasa gelisah, ingin menulis namun belum bertindak. Maka saya lakukan afirmasi berulang -ulang sebelum tidur dan bangun setelah tidur, yuk menulis, saya akan aktif menulis, saya bahagia menulis, saya akan menjadi penulis. Kata -kata sebagian itu saya ucapkan pada diri saya sendiri. Sebab hanya kita yang bisa mengubah nasib kita, mengubah suasana hati adapun yang lain hanya sebagai penunjang.

Afirmasi adalah sebuah kalimat yang bisa memberikan pengaruh baik kepada pikiran sadar maupun otak bawah sadar sehingga dapat mengubah perilaku, kebiasaan sehari-hari maupun lingkungan. Menurut KBBI, afirmasi adalah penetapan yang positif; penegasan; peneguhan.

Mengutip dari merdeka.com bahwa salah satu teori psikologis kunci di balik afirmasi positif adalah self-affirmation theory (Steele, 1988). Ada studi empiris yang didasarkan pada gagasan bahwa manusia dapat mempertahankan rasa integritas diri dengan mengatakan kepada diri sendiri (atau menegaskan) apa yang diyakini dengan cara yang positif.

Singkatnya, integritas diri berhubungan dengan  kemanjuran diri secara keseluruhan, kemampuan manusia untuk mengontrol hasil moral dan merespons secara fleksibel ketika konsep diri terancam menurut Cohen & Sherman. 

Jadi, kita sebagai manusia termotivasi untuk melindungi diri dari ancaman tersebut dengan menjaga integritas diri.

Langkah awal untuk melakukan afirmasi positif

  1. Tuliskan kata-kata positif hindari kata jangan dan tidak
  2. Ucapkan berulang-ulang setiap akan tidur dan bangun tidur pada diri sendiri, mulailah berbicara pada diri sendiri, bersahabat dan berdamai dengan diri sendiri. Contoh: Aku bahagia, aku layak untuk dicintai, hidupku bahagia, aku sehat, aku selalu bersyukur dengan apa yang aku miliki, aku akan menjadi manusia yang berkualitas.
  3. Afirmasi positif pun bisa kita lakukan dengan mendengarkan audio afirmasi melalui youtube atau sejenisnya. Berikut adalah salah satu contoh audio yang sering saya putar.

Selaiknya HP, laptop yang terkadang ada virusnya sama halnya dengan otak alam bawah sadar yang mungkin tanpa kita sadari kita sudah menanamkan kata-kata yang tak sengaja diucap lalu masuk ke otak bawah sadar dan tanpa kita sadari menjadi virus. Yuk, kita mulai untuk mengafirmasi pada diri kita melalui kata-kata positif supaya diri kita lebih baik lagi.

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *