Niat, Sudah Bulatkah?

Oleh: Husen Arifin

Semula saya yakin bahwa televisi di bulan Ramadan ini akan menampilkan program-program religi. Keyakinan itu tentu faktor pandemi covid-19 yang hingga satu tahun ini belum memberikan tanda-tanda baik. Setidaknya bulan Ramadan kedua saya masih seperti di tahun 2020.

Sumber: https://www.dream.co.id/

Artinya program televisi ditujukan kepada masyarakat Indonesia yang tinggal di rumah sejak bangun pagi sampai tidur malamnya dengan program religius. Seharusnya begitu alasan mendasarnya. Setiap penonton mendambakan program penyejuk rohani, memberi wawasan keagamaan yang kuat, membersihkan pikiran negatif, dan meneguhkan iman.

Iman manusia selalu naik turun, maka iman harus selalu naik. Jika terus turun, maka jalan instan jadi tujuan. Kebutuhan pokok di rumah meningkat. Sementara kondisi ekonomi tidak dapat berharap lebih. Lebih-lebih kalau pekerjaan tidak menjamin apapun.

Isu perusahaan akan mencicil THR jadi pukulan telak bagi karyawan-karyawan. Justru di sinilah peran pemerintah dan swasta yang memegang kendali pertelevisian harus peka terhadap persoalan-persoalan sosial masyarakat menengah ke bawah. Tidak sekadar embel-embel mendirikan posko pengaduan nantinya. Bukan ide brilian. Sementara masyarakat membutuhkan penanganan konkrit, solusi tepat sesuai pengamalan sila kelima Pancasila.

Keadilan sosial saat ini tidak bisa berharap lebih adil. Rupanya harapan saya terhadap program pertelevisian hanya fatamorgana. Program televisi tetap ingin menjaga profit tinggi. Semua program tentunya punya target pasar dan masyarakat ke bawah sudah sedari kecil mendapat tontonan beragam namun belum mengarah kepada pembangunan pengetahuan bagi masyarakat.

Iklan-iklan yang tersebar masih seperti sedia kala di bulan-bulan lain. Pembedanya hanya bungkus dari talentnya saja. Apa menariknya? Dari sudut pandang konsumen, tentu produk-produk makanan mudah dikenali dan sebaran distribusi di daerah-daerah semakin cepat dan tersedia di toko-toko grosir maupun eceran. Peran konsumen adalah segera membeli akibat dari promosi di televisi yang mengarahkan pikiran dari masyarakat ini.

Kontrol pemerintah untuk menggugah makna bulan Ramadan sampai saat ini terjebak pada pola pasar. Ekonomi nasional menjadi sasaran. Bulan Ramadan terbungkus narasi ekonomi berbasis religi.

Pertanyaan saya masihkah kita bertahan di rumah dengan menonton program televisi yang menumbuhkan jiwa konsumerisme akut? Tidak ada faedahnya. Selama bulan Ramadan ajakan kebaikan sejatinya terprogram secara masif. Sebab di tengah pandemi ini, kemunculan program dan iklan televisi yang baik dan berdampak terhadap perubahan dan penanaman karakter dari masyarakat menjadi tema penting.

Semua masyarakat menengah ke bawah memiliki penilaian beragam. Tapi saya yakin program dan iklan dapat tersedia tergantung niat yang bulat dari pemilik stasiun televisi atau vendor dari iklan tersebut.

Apakah kita terus menerus mengalami perubahan ke ranah peningkatan ilmu pengetahuan? Belum. Apakah kita sekadar menikmati program tersebut sebagai tempat menggali ilmu pengetahuan? Belum. Jika tanpa televisi di rumah masihkah iklan bermunculan? Masih. Apakah kita sadar menunggu perubahan terjadi di tahun-tahun mendatang? Betul. Bagaimana solusinya? Niat.

Kembalikanlah kepada intisari sederhananya dari tujuan pendidikan nasional yang mengarah pada pembentukan karakter masyarakat beriman dan berilmu. Sebutkan iklan terbaik yang bersinggungan dengan tujuan pendidikan dalam satu hari ini di bulan Ramadan? Kita membutuhkan kesadaran mereka terjadi di bulan Ramadan sekarang. Apakah mereka akan mewujudkannya? Tergantung niatnya, sudah bulatkah? (HA)

Continue Reading

Langkah Praktis Daftar Jadi Anggota Perpustakaan Kabupaten Pangandaran

Perpustakaan adalah tempat kita meningkatkan minat membaca dan menulis. Inspirasi menulis tentu saja datang di saat kita ada di perpustakaan. Maka dari itu kita tidak bisa melewatkan begitu saja fasilitas yang diberikan oleh perpustakaan.

Di saat kita tidak sanggup membeli buku, maka alternatifnya datang ke perpustakaan. Di saat kita ingin mendapatkan referensi buku-buku maka kita harus datang ke perpustakaan.

Jadi, tunggu apalagi. Perpustakaan adalah rumah ilmu yang sangat tepat bagi kita untuk mendapatkan wawasan dan pengetahuan yang luar biasa. Perpustakaan inilah yang akan menjadikan pola pikir kita semakin positif.

Gedung Perpustakaan Kabupaten Pangandaran (Sumber Gbr. https://priangantimurnews.pikiran-rakyat.com)

Dimana perpustakaan yang bisa kita temui? Di daerah kalian pasti ada perpustakaan daerah yang dibangun oleh Pemerintah Daerah. Tentu bertujuan untuk memberikan fasilitas kepada masyarakat umum untuk memperoleh ilmu pengetahuan seluas-luasnya.

Najwa Shihab selalu mengajak seluruh masyarakat di Indonesia untuk gemar membaca di perpustakaan. Tentu dengan kecerdasan yang dimilikinya, pengetahuan yang luas dari Najwa Shihab tidak terlepas dari semangat membaca yang dimiliki olehnya. Keseriusan dalam membaca, ia tularkan kepada seluruh masyarakat.

Pertanyaannya, bagaimana cara menjadi Anggota Perpustakaan? Apakah hanya untuk pelajar dan mahasiswa saja? Tentu saja tidak. Masyarakat umum boleh mendaftarkan diri menjadi Anggota Perpustakaan.

Perpustakaan Kabupaten Pangandaran telah memiliki gedung perpustakaan besar dan mewah. Oleh karena itu penting untuk kalian segera mendaftarkan diri menjadi Anggota Perpustakaan Kabupaten Pangandaran, agar kalian bisa aktif membaca dan menjadi penulis hebat nantinya.

Gedung Perpustakaan Kabupaten Pangandaran (Sumber Gbr: https://gentrapriangan.com)

Berikut ini langkah-langkah mendaftarkan diri menjadi Anggota Perpustakaan:

  1. Klik alamat link pendaftaran anggota perpustakaan http://bit.ly/daftaranggotaperpustakaan
  2. Isi semua kolom yang sudah disediakan. Jangan sampai terlewat ya kolomnya.
  3. Kirim foto KTP/Kartu Identitas lainnya dan Pas Foto ke alamat email: anggota.dispusip.pnd@gmail.com
  4. Kartu Anggota Perpustakaan akan dikirimkan ke alamat email atau Whatsapp.   

Langkah mudah ini sangat menguntungkan bagi kita. Maka jangan sampai kita tidak mendaftarkan diri menjadi Anggota Perpustakaan Kabupaten Pangandaran ya. Manfaatkan fasilitas ini agar kalian bisa datang ke perpustakaan.

Jika semua langkah ini kalian selesaikan. Selamat kalian menjadi Anggota Perpustakaan Kabupaten Pangandaran.

Gedung Perpustakaan Kabupaten Pangandaran sekarang semakin mewah dan tentu kalian bangga menjadi anggota perpustakaan.

Silakan mencoba ya. Jika sudah sukses mendaftar, jangan lupa komentar di bawah ini.

Continue Reading

Menjadi Wirausahawan Cilik Masa Kini

Siswa yang duduk di sekolah dini merupakan generasi emas di masa depan. Rata-rata ketika setelah dewasa kebanyakan ingin memilih bekerja menjadi karyawan. Untuk mencetak pengusaha-pengusaha generasi emas ini maka dibutuhkan penerapan kewirausahaan di sekolah dasar.

Kewirausahawan ini merupakan salah satu program mengajar jika semisalnya saya dipercaya mengajar di kelas tinggi. Selama masa mengandung kemarin saya ditempatan mengajar di kelas rendah. Alhamdulillah di tahun ajaran 2017/2018 mengajar di kelas tinggi, sehingga saya dapat melanjutkan program ini.

Kita kembali ke program mengajar, saya memiliki impian bahwa lulusan siswa khususnya sekolah dasar ini memiliki bakat, kecintaan dan minat terhadap dunia wirausaha. Dengan menyelipkan praktik ini diharapkan nantinya bisa tumbuh cikal bakal wirausahawan/pengusaha dini.

Saya menerapkan program ini terinspirasi ketika saya menduduki SMP. Waktu itu acara perpisahan di SMP 1 Cicalenngka adalah dunia seni musik, pameran lukisan dan bazar. Waktu itu saya memilih bazar.

Kemudian saya terapkan di pengajaran, biasanya saya terapkan di semester 1 atau 2 jika ada acara kreasi seni saya selapkan program ini. Namun, jika tidak ada acara kreasi seni kemudian saya mengatur kira-kira bulan apa yang cocok untuk diadakan acara ini.

Manfaat menerapkan pengajaran praktik menjadi wirausahawan cilik ini, diantaranya:

  1. Menumbuhkan rasa minat, bakat, kecintaan terhadap dunia wirausaha
  2. Mengatur/mengelola dan merencanakan keuangan
  3. Menghargai diri sendiri
  4. Menumbuhkan impian sejak dini
  5. Menambah pertemanan
  6. Meningkatkan semangat berkarya
  7. Menumbuhkan rasa kepercayaan diri siswa
  8. Menumbuhkan rasa teloransi
  9. Meningkatkan pergaulan anak dalam bersosialisasi
  10. Meningkatkan komunikasi siswa
  11. Meningkatkan belajar siswa
  12. Meningkatkan kreativitas siswa
  13. Mendapatkan penghasilan

Masih banyak manfaat sebenarnya, itu hanya beberapa namun yang paling tidak bisa dilupakan oleh siswa adalah sebuah pengalaman. Dalam hal ini saya menugaskan siswa untuk berkelompok dan melakukan bazar yang diadakannya di lapangan sekolah, di mulai pas jam istirahat sekolah atau ditentukan sesuai dengan acara sekolah (Porseni)

Langkah-langkah Praktik Pengajaran Wirausahawan Cilik dengan cara mengadakan bazar:

PERENCANAAN

    1. Bentuklah kelompok yang terdiri dari (3-5 siswa), diusahakan jangan lebih dari itu
    2. Tentukanlah kapten (ketua), sekretaris, bendahara, dan anggota
    3. Berikanlah LKS
    4. Jelaskan (ceritakan) kepada siswa tentang tugas dan peranan atau fungsi dari ketua, sekretaris, bendahara, dan anggota
    5. Memberikan pengarahan kepada siswa tentang iuran dari uang jajan mereka yang disetorkan kepada        bendahara. Di sini guru menjelaskan bahwa uang yang mereka tabung kepada bendahara nantinya akan   dijadikan modal dan setelah acara bazar selesai di bagi rata dan uang jajan mereka kembali sesuaidengan hasil bazar mereka.
    6. Menugaskan siswa untuk menulis pamplet (brosur)
    7. Menugaskan siswa untuk menyebarkan pamplet (brosur) baiknya H-4 
    8. Memantau siswa dan mencek kembali, apa yang akan mereka jual, harga, bahan-bahan serta modal
  1. PELAKSANAAN BAZAR

        1. Menugaskan siswa untuk menyiapkan stand di sini kita bisa menggunakan meja
        2. Guru memberikan LKS tentang catatan modal, untung dan rugi
        3. Guru memantau siswa dan menugaskan siswa untuk membuat laporan tentang pelaksanaan tersebut

     

  2. Setelah bazar selesai, di pembelajaran selanjutnya adalah mempresentasikan hasil dari bazar tersebut, ini bisa dilaksanakan di hari selanjutnya atau bisa diselipkan pada mata pelajaran Indonesia.Di sini guru merefleksi selama dari kegiatan tersebut dan memberikan penguatan serta motivasi lagi bagi kelompok siswa yang mengalami kerugian.

  1. DOKUMENTASI SAAT PROSES JUAL BELI

 

Continue Reading