Siklus Air

Manusia selalu membutuhkan air dalam kehidupan sehari-hari. Kegunaan
air antara lain untuk keperluan rumah tangga, pertanian, industri, dan untuk pembangkit listrik. Begitu besarnya kebutuhan manusia akan air.

Mengapa air selalu tersedia di bumi? Air selalu tersedia di bumi karena air
mengalami siklus. Siklus air merupakan sirkulasi (perputaran) air secara terusmenerus dari bumi ke atmosfer, lalu kembali ke bumi. Siklus air ini terjadi melalui proses penguapan, pengendapan, dan pengembunan. Perhatikan skema proses siklus air berikut ini!

Air di laut, sungai, dan danau menguap akibat panas dari sinar matahari.
Proses penguapan ini disebut evaporasi. Tumbuhan juga mengeluarkan uap air ke udara. Uap air dari permukaan bumi naik dan berkumpul di udara.

Lama-kelamaan, udara tidak dapat lagi menampung uap air (jenuh). Proses
ini disebut presipitasi (pengendapan). Ketika suhu udara turun, uap air akan berubah menjadi titik-titik air. Titik-titik air ini membentuk awan. Proses ini disebut kondensasi (pengembunan).

Titik-titik air di awan selanjutnya akan turun menjadi hujan. Air hujan akan turun di darat maupun di laut. Air hujan itu akan jatuh ke tanah atau perairan. Air hujan yang jatuh di tanah akan meresap menjadi air tanah. Selanjutnya, air tanah akan keluar melalui sumur.

Air tanah juga akan merembes ke danau atau sungai. Air hujan yang jatuh
ke perairan, misalnya sungai atau danau, akan menambah jumlah air di tempat tersebut. Selanjutnya air sungai akan mengalir ke laut. Namun, sebagian air di sungai dapat menguap kembali. Air sungai yang menguap membentuk awan bersama dengan uap dari air laut dan tumbuhan. Proses siklus air pun terulang lagi.


Dari proses siklus air itu dapat disimpulkan bahwa sebenarnya jumlah
air di bumi secara keseluruhan cenderung tetap. Hanya wujud dan tempatnya yang berubah.

Sumber: IPA Salingtemas 5 untuk SD/MI Kelas V. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional

Continue Reading

Manusia dan Lingkungannya

KD B.Indonesia:

3.8 Menguraikan urutan peristiwa atau tindakan yang terdapat pada teks nonfiksi

KD IPA :

3.8 Menganalisis siklus air dan dampaknya pada peristiwa di bumi serta kelangsungan

Perhatikannlah bacaan berikut ini

Demi Air Bersih, Warga Waborobo Rela Berjalan
Sejauh 15 Kilometer

Warga Kelurahan Waborobo, Kecamatan Betoambari, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara sulit mencari air bersih. Mereka harus menempuh perjalanan hingga sejauh 15 kilometer dari tempat tinggalnya untuk mendapatkan air bersih. Mereka terpaksa mengambil air bersih di Kelurahan Kaisabu Baru, Kecamatan Sorawolio. Mereka biasanya menumpang mobil dan membawa beberapa jeriken ukuran 15 liter. Jeriken itu digunakan untuk menampung air yang mengalir dari aliran sebuah anak sungai di Kelurahan Kaisabu Baru.

Sumber Gbr: Kompas.com

Letak Kelurahan Waborobo berada di dataran tinggi. Di daerah itu air
tanah sulit didapat. Kalau pun ada, air hanya sedikit. Daerah itu juga belum
mendapatkan akses aliran air bersih, karena pipa-pipa PDAM belum mencapai kedaerah sana. Warga Kelurahan Waborobo sangat membutuhkan air dan sangatmengharapkan bantuan dari pemerintah daerah untuk keperluan tersebut.
(Sumber: Buku Tema 8 Kelas 5, Lingkungan Sahabat Kita dalam nationalgeographic.co.id dengan perubahan).

Setelah membaca wacana di atas. Yuk, kita belajar mandiri denngan mengerjakan latihan di bawah ini.

Tugas 1

Tugas 2

Manusia, hewan dan tumbuhan tidak bisa terlepas dengan air. Menurut kalian apa fungsi air bagi manusia, hewan dan tumbuhan? Jawabannya menggunakan peta konsep ya

Setelah kalian memahami tentang fungsi air, ayo bersama orang tua diskusikan kegiatan-kegiatan yang memerlukan dalam keluarga. Kegiatan-kegiatan itu dapat ditulis berdasarkan urutan peristiwa, misalnya dari bangun tidur sampai saat akan tidur lagi.

Tulislah hasilnya dalam tabel seperti berikut

Demikian belajar mandiri, supaya Ibu tahu siapa saja yang sudah membaca Silahkan tulis nama_hadi_hadir_semangat belajar di bawah ini untuk mencatat kehadiran Ananda, jika ada pertanyaan bisa di sini juga ya..

Sumber materi: Tema 8 Lingkungan Sahabat, Heny Kusumawati

Continue Reading